Claudio Ranieri dan Perjalanan Ajaib Bersama Leicester City
Claudio Ranieri, Manajer Leicester City
Claudio Ranieri mengenang saat-saat bersejarah saat Leicester City mengukir prestasi luar biasa di musim 2015-2016. Ia ingat ketika Riyad Mahrez bertanya di awal tahun, “Apa yang bisa kita capai?” Ranieri hanya tertawa tanpa memberikan jawaban pasti, meskipun ia merasakan potensi luar biasa yang ada. Kini, ia dikenal di berbagai penjuru dunia, orang-orang dari AS, Kanada, hingga Asia menghampirinya dengan ucapan, “Leicester! Sang legenda!” Ini adalah sebuah cerita yang luar biasa.
Dia menekankan bahwa tujuan awalnya bersama para pemain adalah meraih 40 poin untuk memastikan klub tetap bertahan di Liga Premier. Setelah mencapai poin tersebut, Ranieri mendorong tim untuk mencoba meraih tempat di Eropa. Ketika berhasil lolos ke Europa League, tujuan beranjak ke Liga Champions, dan akhirnya mereka meraih gelar juara yang membuatnya yakin, “Tahun ini atau tidak sama sekali – ini adalah tahun kita.” Keberhasilan itu dianggap sebuah keajaiban karena Leicester merupakan tim kecil dengan semangat dan mentalitas yang kuat.
Peristiwa Tak Terlupakan
Sesaat sebelum Tottenham bermain melawan Chelsea, Ranieri terbang ke Roma untuk makan siang bersama ibunya. Dia berusaha mencapai Leicester tepat waktu untuk menyaksikan pertandingan, dan ketika Vichai Srivaddhanaprabha tahu hal itu, ia segera membantu mengatur penerbangan khusus agar Ranieri bisa tiba tepat sebelum kick-off.
Keajaiban lainnya terjadi ketika penyanyi terkenal Andrea Bocelli menghubungi Ranieri dan menyatakan ingin tampil di Leicester sebagai bagian dari momen spesial. Tanggal yang dipilih adalah saat Leicester merayakan gelar juara melawan Everton. Tidak ada yang menyangka mereka akan memenangkan liga pada saat itu, tetapi Bocelli merasakan atmosfer unik tersebut. Saat Ranieri kembali menonton rekaman penampilan Bocelli, ia merasakan kembali suasana kebahagiaan yang luar biasa.
Reaksi Para Pemain dan Penggemar
Christian Fuchs, salah satu bek, menegaskan bahwa mereka tidak merasa tertekan meski ekspektasi tinggi datang dari luar. Budaya klub yang ramah dan kebersamaan di antara pemilik serta pemain sangat membantu menciptakan suasana positif. Mereka bersukacita atas pencapaian satu sama lain, contohnya ketika Jamie Vardy mencetak gol dalam 11 pertandingan berturut-turut.
Fuchs mengenang momen pertama mereka mendapatkan clean sheet, di mana Ranieri membawa mereka keluar untuk makan pizza. Momen itu menjadi simbol keterikatan tim yang penuh kebersamaan dan semangat. Meski tim mengalami berbagai tantangan, mereka tetap fokus dan bersenang-senang dalam perjalanan ini.
Momen yang Tak Terlupakan
Bagi para pemain, kemenangan Liga Premier menjadi kenangan abadi. Danny Simpson mengungkapkan, mereka tidak pernah mendapatkan bonus ketika memenangkan liga, tetapi pemilik klub memberikan hadiah berupa mobil BMW i8 sebagai penghargaan. Tim ini mampu menciptakan sejarah dengan melampaui ekspektasi banyak orang.
Semangat dan chemistry tim diperkuat dengan berbagai kegiatan bersama, termasuk perayaan Natal yang penuh keceriaan. Claudio Ranieri pun memberi kebebasan bagi pemain untuk bersosialisasi, menciptakan keseimbangan yang penting dalam tim.
Pembelajaran dari Keberhasilan Ini
Psykolog tim, Ken Way, menyebutkan bahwa fondasi yang kuat diletakkan oleh Nigel Pearson sebelumnya. Meskipun Ranieri mendapatkan banyak pujian, ia percaya Leicester tetap akan berhasil di bawah kepemimpinan Pearson. Keberhasilan Leicester mencerminkan kerja keras tim dan kerjasama yang kuat, baik di dalam maupun luar lapangan.
Leicester City bukan hanya berhasil merebut gelar, tetapi juga menyatukan komunitas, menjadikan mereka tim yang dicintai seluruh dunia. Dari perjalanan luar biasa ini, Leicester menunjukkan bahwa keberhasilan bisa datang dari mana saja, membuktikan bahwa strategi, semangat, dan kerjasama adalah kunci meraih impian.
(PL/GN)
sumber : www.theguardian.com
Leave a comment