Arteta Terus Mencari Jawaban Menuju Keberhasilan Arsenal
Di tengah berbagai inovasi yang coba diterapkan, pelatih Arsenal, Mikel Arteta, masih harus mencari solusi untuk masalah timnya. Inovasi terbaru Arteta mencakup pembakaran api di lapangan latihan London Colney minggu lalu sebagai persiapan menghadapi Manchester City. Namun, insiden itu hanya membuat pelatih Watford, Dan Gosling, kehilangan suaranya. “Lapangan latihan kami berada tepat di seberang pagar dari Arsenal,” kata mantan gelandang Newcastle tersebut. “Aromanya sangat kuat dan terlihat asapnya.”
Berbagai Usaha untuk Mencapai Kesuksesan
Sejak diangkat menjadi pelatih pada Desember 2019, Arteta telah mencoba berbagai cara. Salah satunya dengan menanam pohon zaitun berusia 150 tahun di depan kantornya sebagai simbol sejarah klub dan tanggung jawab untuk menjaga akar tim setiap harinya. Dari menggunakan lampu untuk menciptakan energi saat briefing tim, hingga menghadirkan pencopet profesional dalam acara makan malam pramusim, Arteta tak segan berusaha.
Tetapi, Win, labrador cokelat yang diadopsinya untuk membantu mengurangi stres, akan merayakan ulang tahun kelimanya dalam beberapa minggu, meski Arsenal belum meraih trofi besar sejak FA Cup di musim pertama Arteta. Selama empat musim terakhir, Arteta tercatat telah menghabiskan 539 malam di puncak Premier League tanpa meraih gelar, melampaui rekor Kevin Keegan sebesar 200 malam. Arsenal terakhir kali menjadi juara pada 2004 di bawah Arsène Wenger, dan City, yang merebut kembali posisi teratas setelah menang tipis atas Burnley, telah berada di puncak selama 1,201 malam dan meraih delapan gelar di periode yang sama.
Kekalahan Melawan Manchester City
Kekalahan telak di Etihad menambah beban mental bagi Arteta. Ia terlihat berlutut setelah kesempatan Kai Havertz untuk menyamakan kedudukan di menit-menit akhir gagal dimanfaatkan. Meski Arsenal berusaha keras menghadapi tim asuhan Pep Guardiola, mereka lagi-lagi tidak berhasil. Dengan lima pertandingan tersisa, di mana selisih gol bisa menjadi penentu posisi puncak atau menjadi runner-up untuk keempat kalinya, Arteta harus mampu memotivasi timnya untuk bermain lebih lepas.
Performa Para Pemain Kunci
Di musim 2022-23, ketika Arsenal memimpin selama 248 hari, Martin Ødegaard dan Gabriel Martinelli masing-masing mencetak 15 gol, sementara Bukayo Saka menyumbang 14 gol. Namun kali ini, ketiga pemain tersebut hanya berhasil mencetak total delapan gol, meski mereka sempat absen karena cedera. Dengan ketidakpastian atas ketersediaan Saka yang mengalami cedera achilles, Ødegaard dan Martinelli diharapkan dapat meningkatkan kontribusi mereka.
Arteta juga perlu lebih mempercayai Eberechi Eze, terutama setelah keputusan aneh untuk menariknya keluar dari lapangan setelah ia mengenai tiang gawang. Di tengah tim yang kekurangan kreativitas, Eze terlihat sebagai satu-satunya pemain yang mampu membuka pertahanan lawan.
Pemilihan Strategi dan Kendala Tim
Arteta mengambil keputusan berani dengan mencadangkan Viktor Gyökeres, pencetak gol terbanyak tim dengan 12 gol. Meskipun Gyökeres menunjukkan perkembangan, Arsenal terlihat lebih tajam saat Havertz memimpin puncak. Menariknya, Havertz awalnya dibeli untuk bermain di lini tengah, namun ia kini terbukti lebih efektif sebagai penyerang utama. Meskipun begitu, ia harus lebih efektif dalam memanfaatkan peluang, seperti dua kesempatan yang terbuang saat menghadapi City.
Keputusan Arteta untuk mengganti Eze setelah ia hampir mencetak gol bisa menjadi sorotan, karena kini timnya membutuhkan keberanian lebih dalam mengambil risiko, khususnya saat menghadapi tekanan.
Kepercayaan dari Manajemen
Arteta, seorang yang dikenal sebagai pekerja keras, terus mendapatkan dukungan dari manajemen Arsenal, terlepas dari potensi akhir tanpa trofi di musim ini. Jika baik liga maupun Liga Champions tidak berhasil diraih, kepercayaan dewan akan diuji karena semakin banyak penggemar yang mempertanyakan kemampuannya untuk membawa Arsenal meraih sukses.
Pendekatan Menuju Pertandingan Berikutnya
Dengan tantangan yang terus bertambah, Arteta perlu menyesuaikan pendekatan komunikasi dan strategi sebelum menghadapi Newcastle pada Sabtu malam. Pertandingan ini menjadi krusial untuk mengubah momentum tim dan mengembalikan kepercayaan diri pemain.
Dalam konteks ini, penting bagi Arsenal untuk segera menemukan bentuk permainan terbaik agar tidak terpuruk lebih dalam. Tekanan semakin besar, dan semua mata kini tertuju pada Arteta untuk membuktikan kemampuannya sebagai pelatih.
(PL/GN)
sumber : www.theguardian.com
Leave a comment