Jelang Babak Kedua Semifinal Liga Champions: Arsenal vs Atletico Madrid dan Bayern Munich vs Paris Saint-Germain
Pertandingan semifinal Liga Champions pekan lalu di Parc des Princes menyajikan duel yang menarik, dan leg kedua dijadwalkan berlangsung di Allianz Arena. Paris Saint-Germain (PSG) saat ini memimpin dengan satu gol atas Bayern Munich. Sementara itu, Atletico Madrid dan Arsenal bertemu dalam leg yang berakhir imbang 1-1.
Arsenal vs Atletico Madrid (agg 1-1)
Diego Simeone menghadapi tantangan unik saat melawan Arsenal, yang dianggap defensif sangat solid di bawah Mikel Arteta. Dalam 37 pertandingan di kompetisi Eropa, Arsenal hanya kebobolan rata-rata 0,65 gol per pertandingan, angka terendah dalam sejarah manajer dengan lebih dari 20 laga. Di sisi lain, Atletico mengalami evolusi dengan mencetak 35 gol di Liga Champions, tertinggi dalam satu edisi.
Dalam pertandingan pertama di Metropolitano, Atletico menghasilkan 2,22 expected goals (xG). Hanya Aston Villa yang lebih baik dengan 2,52 xG melawan Arsenal di semua kompetisi musim ini. Kombinasi Antoine Griezmann dan Julian Alvarez menjadi ancaman berarti, dengan Alvarez mencatat 1,00 xG, lebih tinggi dari pemain lain dalam pertandingan tersebut. Dia juga mencetak penalti dan kini memiliki 14 kontribusi gol (10 gol, 4 assist) dalam 14 pertandingan Liga Champions musim ini, menjadikannya sebagai pemain Atletico pertama yang mencapai dua digit angka gol dalam satu edisi.
Sementara itu, Arsenal memiliki penyerang eksplosif dalam diri Viktor Gyokeres, yang tampil berbeda dengan gaya main Alvarez. Gyokeres mampu menciptakan peluang dan baru saja mencetak gol di laga melawan Fulham, menambah koleksi golnya menjadi 21 di musim debutnya bersama Arsenal.
Pertemuan pertama ditandai dengan dua babak berbeda. Atletico kesulitan di babak pertama dan melakukan perubahan taktik di babak kedua dengan mengganti formasi serta pemain. Meskipun Arsenal mendominasi penguasaan bola di awal, Atletico mampu membalikkan keadaan dan meningkatkan penguasaan bola menjadi 55% di babak kedua.
Rekor pertemuan menunjukkan keuntungan bagi Arsenal. Atletico kebobolan 16 gol dalam tujuh laga away di Liga Champions musim ini dan kalah dalam enam dari tujuh pertandingan terakhir mereka melawan klub-klub Inggris. Pertandingan selanjutnya di Emirates akan menjadi ujian bagi Arsenal untuk membuktikan status mereka sebagai tuan rumah.
Bayern Munich vs Paris Saint-Germain (agg 4-5)
PSG datang ke Allianz Arena dengan satu gol di depan. Statistik menunjukkan bahwa Bayern kesulitan membalikkan keadaan setelah kalah di leg pertama, dengan catatan hanya mampu melakukannya sekali dalam lebih dari 40 tahun. Di sisi lain, PSG memiliki rekor yang mengesankan, memenangkan 36 dari 43 pertandingan saat memimpin di leg pertama.
Leg pertama di Paris menampilkan permainan cepat dan intens dari kedua tim, di mana masing-masing tim saling menekan dengan gaya permainan yang menarik. Baik Bayern maupun PSG mencoba mengeksploitasi ruang di belakang lini pertahanan, dengan statistik menunjukkan Bayern lebih unggul dalam penguasaan bola dan peluang yang tercipta.
Serangan trio Bayern, Harry Kane, Michael Olise, dan Luis Diaz telah mencetak 100 gol di semua kompetisi musim ini. Sementara di pihak PSG, kombinasi Khvicha Kvaratskhelia, Desire Doue, dan Ousmane Dembele dianggap salah satu unit serangan paling dinamis di Eropa. Kvaratskhelia, khususnya, berkontribusi besar dengan 15 gol di Liga Champions musim ini.
Bayern hanya kalah satu kali dalam 29 pertandingan kandang di Liga Champions dan tampil dominan di Allianz Arena. Baik PSG maupun Bayern tidak mengenakan pemain-pemain utama mereka di akhir pekan lalu, menjadikan mereka tetap segar untuk pertandingan ini.
Leg kedua dari semifinal ini diharapkan tetap menarik dan memberikan kejutan, seperti halnya pertandingan pertama. Hasil dari kedua pertemuan ini akan menentukan siapa yang akan melaju ke final di Puskas Arena, Budapest pada 30 Mei mendatang.
(LC/GN)
sumber : www.nytimes.com
Leave a comment