Ferguson dan Kenangan Kebangkitan yang Menyakitkan
Sesaat setelah pertandingan melawan Sunderland, Sir Alex Ferguson merasakan gejolak emosi yang mendalam. Pada saat para pendukung Sunderland melakukan ‘Poznan’, tarian yang dipopulerkan oleh para suporter Manchester City, Ferguson teringat pada kenangan pahit di masa lalu.
Konteks Sejarah
Momen itu mengingatkan Ferguson pada kekalahan di Anfield pada tahun 1992, ketika hasil tersebut menguntungkan Leeds dalam perjalanan mereka meraih gelar juara, sementara Manchester United harus menelan pil pahit. Para pemain muda yang berada dalam skuadnya saat itu pun menerima ejekan dari lawan.
Ferguson menyampaikan pesan kepada timnya yang terinspirasi dari pengalaman tersebut. “Ketika kami kalah dari Leeds United pada tahun 1992, saya berkata kepada [Ryan] Giggs dan para pemain lainnya, ingat hari ini,” ungkap Ferguson dalam sebuah acara penghargaan setelah laga melawan Sunderland. “Itulah yang saya sampaikan kepada para pemain kemarin. Ingat hari ini, para penggemar Sunderland yang bersorak untuk City. Kami tidak akan melupakan ini.”
Reaksi di Sekitar Stadion
Kekecewaan menyelimuti atmosfer usai pertandingan tersebut. Dave Richards, ketua Premier League, tidak menyadari betapa banyak hal telah berubah. Setelah pertandingan berakhir, ia meninggalkan tempat duduknya untuk menghadiri apa yang dia kira akan menjadi upacara penyerahan trofi. Namun, dirinya justru diberitahu bahwa posisinya tidak lagi dibutuhkan.
Sementara itu, salah satu pejabat senior Manchester United memilih untuk mematikan teleponnya saat pulang, enggan untuk berbicara tentang kekalahan tersebut.
Teori Konspirasi Muncul
Setelah pertandingan, para pemain United menonton laga Manchester City dari perjalanan mereka kembali ke Manchester. Teori-teori konspirasi pun mulai bermunculan. Salah satu yang mencuat adalah keputusan tim QPR, yang diperkuat beberapa mantan pemain City, untuk mengeluarkan bola dari permainan setelah gol penyama dari Edin Dzeko.
Namun, hal ini mengabaikan fakta bahwa satu menit kemudian, QPR yang bermain dengan 10 orang mendapatkan lemparan tangan dan itu berujung pada salah satu gol paling dikenang dalam sejarah Premier League.
“Hal itu seharusnya menjadi perhatian,” kata Wayne Rooney, setengah bercanda, dalam sebuah kesempatan di acara Overlap pada April 2025.
Pandangan ke Depan
Kekalahan ini menjadi pengingat kuat bagi Ferguson dan timnya untuk tidak membiarkan sejarah terulang. Tekad untuk bangkit dan membalas dendam semakin menguat dalam diri mereka. Ini menjadi momen penting dalam perjalanan Manchester United yang perlu diingat oleh setiap pemain dan pendukungnya.
(PL/GN)
sumber : www.bbc.co.uk
Leave a comment