Musim 2025-26: Tiga Pemain Hornets yang Mengecewakan
Musim 2025-26 menjadi sukses besar bagi organisasi Charlotte Hornets. Namun, tidak semua yang terjadi di dalam tim bisa dibilang positif. Beberapa pemain menunjukkan performa di bawah harapan, sementara yang lainnya justru terpuruk dalam ulasan mengenai kecocokan mereka di masa depan dengan rencana tim.
1. Tre Mann
Tre Mann menjadi pilihan yang jelas untuk pertama dalam daftar ini. Dia adalah satu-satunya pemain Hornets yang benar-benar pantas disebut mengecewakan musim ini.
Berdasarkan metrik journali dari databallr, Mann termasuk dalam 20 pemain terendah di NBA pada musim ini dalam hal dampak yang diperhitungkan untuk tim yang telah mendapatkan waktu rotasi yang nyata. Secara analitik, Mann adalah salah satu pemain yang paling merugikan dalam liga tahun ini.
Sebagai pemain yang diharapkan bisa memberikan kontribusi dalam mencetak poin, Mann mencatatkan dirinya di persentil ke-2 di antara semua guard dalam hal poin per usaha tembakan. Dengan persentase turn over mencapai 14,2%, performanya di lapangan dianggap sangat buruk, terutama untuk seorang guard yang aktif membuat peluang tembakan.
Angka efisiensi Mann juga sangat mengecewakan. Efektif field goal percentage-nya hanya 42,8%, berada di persentil ke-4 di antara guard. Daripada mencetak 40% dalam tembakan dua poin, dan hanya 31% dari jarak jauh, itu tentu bukan statistik yang mendukung kemenangan secara konsisten.
Pada akhirnya, juga terlihat mengapa Mann cepat keluar dari rotasi di paruh kedua musim. Ketika dia berada di lapangan, efisiensi ofensif tim menurun sebesar 17,2 poin. Bahkan saat berada di lapangan, Hornets mencetak 8,9 poin lebih sedikit per 100 penguasaan bola.
Musim ini jadi masa yang menyedihkan bagi Mann, dan semua pihak tahu bahwa ini bukan hasil yang diharapkan. Memisahkan diri mungkin menjadi pilihan terbaik untuk semua pihak di offseason mendatang, terutama dengan kontrak yang tidak terlalu sulit untuk dipindahkan.
2. Tidjane Salaün
Setelah menjadi salah satu pemain rotasi yang paling tidak produktif selama musim rookie-nya, Tidjane Salaün menunjukkan beberapa kemajuan yang cukup mencolok tahun ini.
Walaupun hanya tampil dalam 33 pertandingan, pelatih berhasil menyederhanakan perannya, membuatnya lebih solid dalam waktu bermain yang diterimanya. Namun, saya khawatir tentang prospek masa depan Salaün bersama Hornets.
Walaupun ada peningkatan, dampak keseluruhan Salaün masih menuju arah yang salah. Berdasarkan metrik dunksandthrees.com, dia mencatat -3,0 pada offensive estimated plus-minus, berada di persentil ke-8 di antara semua pemain NBA. Ini menunjukkan rằng dia belum bisa berkontribusi cukup untuk menjadi pemain rotasi yang bisa diandalkan.
Keberadaan Salaün mungkin tidak sesuai dengan rencana Hornets saat ini. Mereka berupaya untuk bersaing lebih serius di Konferensi Timur dan memperebutkan tempat di playoff, jadi ruang untuknya di rotasi tampak terbatas.
3. Liam McNeeley
Liam McNeeley, pemain berusia 20 tahun, tidak mengalami musim rookie yang buruk, namun ada tantangan tersendiri di depan matanya. Dia menunjukkan kemampuan menembak dan menciptakan peluang dalam beberapa momen, tetapi situasinya untuk mendapat menit bermain yang lebih banyak tampak sulit.
Meski ada beberapa area yang perlu diperbaiki, McNeeley berada di posisi ini bukan karena performanya, tapi lebih karena batasan tempat di rotasi musim depan. Jika Hornets bisa tampil baik, ruang untuknya di tim sangat sedikit.
Berdasarkan data Cleaning the Glass, McNeeley hanya berada di persentil ke-15 di antara wing dalam poin per usaha tembakan dan ke-14 dalam efektif field goal percentage. Dia masih perlu menemukan skill yang dapat diandalkan oleh pelatih, terutama ketika dibandingkan dengan pemain lain dalam rotasi yang lebih baik saat ini.
Penting untuk dicatat bahwa Hornets memiliki dua pilihan top-20 di draft mendatang, yang berarti ada kemungkinan McNeeley menjadi bagian dari manuver roster yang lebih besar di offseason ini.
Secara keseluruhan, musim ini menunjukkan bahwa ketiga pemain ini mengalami kesulitan dalam memenuhi ekspektasi, baik secara individu maupun sebagai bagian dari tim. Keputusan tim untuk memprioritaskan pengembangan pemain muda dan kemungkinan perubahan dalam roster menjadi hal yang menarik untuk disimak ke depan.
(BA/GN)
sumber : www.si.com
Leave a comment