Sean Strickland Raih Kembali Gelar Kelas Menengah UFC Lewat Kemenangan Split Decision Dramatis Atas Khamzat Chimaev
Sean Strickland berhasil mengejutkan Khamzat Chimaev, memenangkan gelar juara kelas menengah lewat keputusan juri terpisah (split decision) di UFC 328 yang berlangsung di Newark, New Jersey. Kemenangan ini menandai kembalinya Strickland ke puncak divisi yang ia pernah kuasai.
Setelah berhasil melewati ronde pertama yang didominasi pertarungan bawah (ground game), petarung asal Amerika Serikat itu bangkit untuk mengklaim kemenangan sengit. Dua juri memberikan skor 48-47 untuk keunggulan Strickland, sementara satu juri lainnya memilih Chimaev dengan skor yang sama.
Jalannya Pertarungan
Pertarungan dimulai sesuai prediksi banyak orang, dengan Khamzat Chimaev segera mencari takedown dan mendominasi di ground. Seperti yang sering ia lakukan dalam pertarungan sebelumnya, termasuk saat mengalahkan Dricus du Plessis untuk gelar, Chimaev mengendalikan aksi di lantai oktagon.
Namun, Sean Strickland menunjukkan ketahanan luar biasa. Ia berhasil bertahan dari gempuran Chimaev di ronde pertama dan mulai menemukan ritmenya di ronde-ronde berikutnya. Di ronde kedua, pertahanan takedown Strickland semakin kokoh, memaksa Chimaev untuk bertarung dalam posisi berdiri, sebuah area di mana Strickland sangat unggul.
Saat Chimaev terus menekan, Strickland dengan cerdik menjaga jarak dan menggunakan jab konsisten dari posisi mundur untuk mengumpulkan poin dan unggul di kartu penilaian juri. Kelihaian Strickland dalam menjaga pertarungan tetap berdiri menjadi kunci kemenangannya, membatasi peluang Chimaev untuk memanfaatkan keahlian gulatnya yang mematikan.
Sejarah dan Dampak Kemenangan
Kemenangan ini menjadikan Strickland, yang kini berusia 35 tahun, sebagai juara kelas menengah UFC untuk kedua kalinya dalam kariernya. Lebih dari itu, hasil ini sekaligus memberikan kekalahan profesional pertama bagi Khamzat Chimaev dari 16 pertarungan sepanjang kariernya. Sebuah catatan bersih yang kini ternoda oleh penampilan gigih Strickland.
Drama Pra-Pertarungan dan Rekonsiliasi
Menjelang pertarungan, atmosfer panas telah menyelimuti kedua petarung akibat serangkaian komentar yang kontroversial. Strickland dikenal sebagai antagonis, melontarkan komentar-komentar yang menyerang agama dan latar belakang Chimaev. Chimaev tidak tinggal diam, membalas dengan mengejek trauma masa kecil Strickland yang pernah ia ceritakan di masa lalu.
Perseteruan verbal yang sengit ini bahkan membuat UFC harus mengerahkan keamanan ekstra untuk melindungi kedua petarung selama pekan pertarungan. Barisan petugas terlihat memisahkan keduanya saat mereka menunggu bel pembuka berbunyi di dalam oktagon.
Meskipun permusuhan begitu kental, kedua petarung menyentuh sarung tangan sebagai tanda hormat sebelum kontes dimulai. Pemandangan mengejutkan terjadi setelah pertarungan, di mana Chimaev menunjukkan sportivitas dengan mengalungkan sabuk juara ke pinggang Strickland, sebuah isyarat rekonsiliasi yang mengharukan.
Permintaan Maaf Strickland
Usai pertarungan dan momen rekonsiliasi, Sean Strickland menyampaikan permintaan maaf terkait komentar-komentarnya yang kontroversial sebelum pertarungan.
“Saya ingin meminta maaf kepada para penggemar Amerika saya, penggemar Kristen, dan penggemar Muslim. Saya terlalu berlebihan, saya mengakuinya,” ujar Strickland. “Saya menghormati kalian semua. Saya seharusnya bisa menjadi contoh yang lebih baik, tetapi saya berusaha menjual pertarungan ini.”
Kemenangan Strickland ini tidak hanya mengubah peta persaingan di divisi kelas menengah tetapi juga menunjukkan sisi lain dari olahraga tempur, di mana rivalitas sengit di luar oktagon bisa berakhir dengan rasa saling hormat di dalamnya. Bagi Chimaev, kekalahan ini akan menjadi pelajaran berharga untuk kembali lebih kuat, sementara Strickland kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu petarung paling tangguh dan menarik di UFC.
(OL/GN)
sumber : www.bbc.com
Leave a comment