Kenangan Unik Stephen Curry Saat Draf NBA 2009
Stephen Curry mengingat dengan jelas momen yang penuh ketegangan saat salah satu titik balik dalam karir basketnya terjadi.
Ikon Golden State Warriors ini terpilih sebagai pilihan ke-7 di Draf NBA 2009, tetapi suasana yang mengelilingi momen itu tidak sepenuhnya penuh sukacita.
Ketegangan di Malam Draf
Dalam podcast “Fudd Around and Find Out”, Curry berbagi bahwa malam draf sudah penuh stres sebelum Warriors mengubah hidupnya. “Saat saya mengenakan setelan dengan dasi ungu, yang terbayang hanya rasa nervous. Saya tidak tahu berapa lama malam ini akan berlangsung,” kata Curry.
“Saya menunggu selama dua jam hingga David Stern, yang saat itu menjabat sebagai komisaris, muncul. Banyak penggemar New York di sana, yang cukup mengesankan,” tambahnya.
Keberadaan kerumunan di sekitarnya hanya menambah ketegangan. Dia saat itu hanya seorang pemain muda dari Davidson yang mencoba menemukan arah karir NBA-nya.
Akhirnya, Golden State memilihnya di posisi ke-7, namun reaksi sekitarnya tidak sesuai harapannya.
Boo dari Penggemar New York
Curry mengingat dengan jelas bahwa kenangan terkuat dari malam itu bukan hanya namanya yang dipanggil, tetapi juga suara boo dari penggemar New York yang terdengar setelah pengumumannya.
“Momen favorit saya adalah betapa kerasnya mereka boo saat Golden State memilih saya di posisi ke-7. Mereka boo dengan hebat, dan saya berusaha menikmati momen itu, tetapi gangguan tersebut sulit untuk diabaikan,” ujarnya.
“Saya sempat berpikir, ‘Apakah mereka boo?’ Lalu saya menyadari, ‘Oh tidak, mereka benar-benar menginginkan saya. Saya paham sekarang.’ Itu butuh waktu bagi saya,” tutup Curry.
Boo tersebut sebenarnya tidak ditujukan kepada Curry sebagai pemain, tetapi adalah ungkapan frustrasi penggemar Knicks yang berharap dia jatuh hingga ke tim mereka. Seiring waktu, Curry menyadari bahwa reaksi tersebut menunjukkan betapa seriusnya penggemar lain ingin melihatnya bermain di tim mereka.
Momen itu, yang awalnya dirasakan sebagai reaksi negatif, ternyata memberi perspektif baru bagi Curry, menjadikannya kenangan unik di malam yang seharusnya sederhana dan penuh sukacita.
Kemudian, Curry berkembang menjadi pencetak gol terbaik dalam sejarah NBA dan sosok ikonik dalam dinasti Warriors. Namun, pada malam draf itu, dia hanya berusaha memproses mengapa suasana di ruangan menjadi begitu riuh saat Golden State memilihnya.
(BA/GN)
sumber : www.hitc.com
Leave a comment