Jevontae Layne: Perjalanan Karier Baru di Irlandia
Pemain sepak bola asal Kanada, Jevontae Layne, tengah beradaptasi dengan hidupnya di Limerick, Irlandia. Setelah menandatangani kontrak dengan Treaty United, klub di Divisi Pertama Liga Irlandia, Layne yang lahir di Brampton, 24 tahun lalu, merenungkan perbedaan antara akar budayanya di Kanada dan kehidupannya di Pulau Zamrud ini.
Perbedaan Cuaca dan Lingkungan
Dalam sesi pelatihan luar ruang selama pramusim, Layne merasakan perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan pengalamannya di Canadian Premier League di Winnipeg, di mana suhu dingin memaksa latihan dilakukan di dalam ruangan selama musim dingin. Namun, perbedaan tersebut tidak berhenti sampai situ.
Layne tetap melakukan latihan dan bercanda bersama rekan-rekannya. Persiapan untuk pertandingan berikutnya dan tantangan selanjutnya selalu ada. Seperti striker lainnya di seluruh dunia, dia berusaha memberikan yang terbaik di hari pertandingan dan mencetak sebanyak mungkin gol. Kehidupan sebagai pemain profesional di Irlandia tidak jauh berbeda dari yang dia jalani di Kanada.
Motivasi untuk Berkarier di Eropa
Jadi, apa alasan Layne meninggalkan teman dan keluarganya? “Bermain di Irlandia memberi saya kesempatan untuk keluar dari zona nyaman dan menguji diri melawan pemain Eropa yang telah bermain di sini sepanjang hidup mereka,” ungkapnya dalam sebuah wawancara. Dia menilai ini sebagai kesempatan baik untuk berkembang di liga yang kompetitif.
Peluang bagi Pemain Kanada
Layne bukanlah satu-satunya pemain Kanada yang memanfaatkan peluang ini. Selama dua tahun terakhir, sekitar dua belas mantan pemain CPL, termasuk mereka yang berasal dari akademi MLS, telah merantau ke divisi teratas di Irlandia. Salah satu klub, Galway United, bahkan memiliki tiga pemain Kanada dalam skuadnya. Layne juga mengikuti jejak pemain Kanada lainnya, Joe Hanson, yang bermain untuk Treaty United musim lalu.
Josh Carabatsakis, agen FIFA dan pemilik Eikon Sports Group, menjelaskan bahwa klub-klub Irlandia semakin tertarik merekrut pemain Kanada dan Amerika. “Ada tim yang mulai memahami CPL lebih baik, meskipun sebelumnya mereka sudah familiar dengan USL Championship,” jelas Carabatsakis.
Daya Tarik Liga Irlandia
Beberapa hal yang menarik bagi pemain luar, termasuk dari Amerika Utara, adalah tidak adanya perbedaan budaya yang signifikan saat berpindah ke Irlandia. Cuaca di Irlandia yang sejuk juga menjadi keuntungan tersendiri bagi pemain Kanada. Selain itu, ada program kerja liburan antara pemerintah Kanada dan Irlandia, yang memungkinkan orang berusia di bawah 35 tahun untuk mengajukan visa kerja secara lebih mudah.
Bagi sebagian klien Carabatsakis, seperti Gianfranco Facchineri, yang memiliki paspor Kanada dan Italia, ada juga daya tarik dari perhatian kompetisi lain seperti Premiership Skotlandia dan piramida sepak bola Inggris. “Mereka mengamati liga ini dengan seksama,” tambah Carabatsakis.
Peluang di Klub yang Berbeda
Tidak semua klub cocok untuk semua pemain. Carabatsakis menekankan bahwa klub-klub berbasis di Dublin, seperti Bohemians, St. Patrick’s Athletic, Shelbourne, dan Shamrock Rovers, memiliki banyak opsi dalam hal perekrutan. Mereka tidak terlalu fokus pada pemain Amerika Utara, meskipun Kris Twardek, pemain Kanada yang saat ini bermain untuk Galway, memiliki catatan yang baik di Bohemians.
Sebaliknya, klub-klub seperti Galway, Sligo Rovers, dan Waterford, serta klub di Divisi Pertama, mencari cara kreatif untuk mendatangkan talenta luar. Carabatsakis menambahkan bahwa koneksi sangat berarti, dengan pelatih asistennya, Daryl Fordyce, yang punya pengalaman di Liga Irlandia, membantu beberapa pemain dalam proses mereka.
Peluang dan Tantangan
Sebagai agen, Carabatsakis juga mengingatkan bahwa ada banyak hal yang perlu dipahami pemain ketika mempertimbangkan untuk bermain di luar negeri. “Sekarang ini, ada empat dari sepuluh tim di Irlandia yang kualifikasi untuk kompetisi Eropa setiap tahun. Peluang 40 persen untuk bermain di level kontinen sangat jarang didapatkan,” ujarnya. Dia menilai level permainan Liga Irlandia sebanding dengan CPL, meski gaya bermain di sana lebih keras.
Dengan terus munculnya peluang ini, semakin banyak pemain dari Amerika Utara akan mengambil kesempatan untuk bersaing di Liga Irlandia sebagai langkah menuju sepak bola Eropa. Kehadiran penonton yang baik dan minat yang tumbuh dari liga-liga di seluruh Eropa menjadikan Irlandia sebagai titik awal bagi pemain Kanada menuju karier yang lebih besar.
Layne, seperti banyak pemain lainnya, bermimpi bisa tampil di panggung besar seperti FIFA World Cup, UEFA Champions League, dan English Premier League. Treaty United menjadi langkah selanjutnya dalam perjalanan yang diharapkan akan membawanya ke pencapaian lebih tinggi. “Setiap anak laki-laki yang pertama kali menginjak lapangan sepak bola pasti bermimpi besar. Saya merasa gaya bermain di liga ini sesuai dengan saya,” tutup Layne.
(PL/GN)
sumber : www.nytimes.com
Leave a comment