Komentar Rafael Leao tentang Musim Sulitnya di San Siro
Rafael Leao membuka suara mengenai keinginannya untuk pindah serta frustrasi taktis yang ia alami selama musim terakhirnya di San Siro. Penyerang sayap tersebut mengungkapkan bahwa sistem yang diterapkan staf pelatih kurang optimal untuk memaksimalkan kemampuannya, yang berujung pada ketidakstabilan performa baik secara individu maupun tim.
Pernyataan Leao Mengenai Musim yang Berat
“Musim ini sangat sulit. Saya bermain dalam keadaan cedera selama 4-5 bulan karena rasa sakit di bagian selangkangan, dan di posisi yang bukan merupakan gaya permainan saya,” ujar Leao. “Sistem taktis yang ada tidak membantu saya. Saya merasa bisa memberikan kontribusi, tetapi cara permainan tim tidak membawa saya ke posisi yang tepat. Pada akhirnya, semuanya menjadi sangat melelahkan.”
Posisi Favorit dan Tantangan
Leao menambahkan, “Namun, saya sering bermain sebagai penyerang kedua dalam karier saya, dan saya rasa itu adalah posisi favorit saya. Saya juga bisa bermain sebagai false 9, terutama di tim seperti Portugal. Sebagai winger, setelah dribbling, saya memiliki lebih banyak waktu untuk memutuskan apakah akan menembak, menggocek lagi, atau mengirim umpan. Tetapi saat bermain sebagai penyerang kedua, saya lebih dekat dengan gawang dan harus lebih konkret: entah saya memberi assist atau menembak. Ini adalah aspek yang perlu saya perbaiki. Akhirnya, sepak bola berbicara tentang angka, dan itu adalah langkah terakhir yang belum saya capai.”
Dampak bagi Tim dan Kualitas Permainan
Pernyataan Leao menunjukkan tantangan yang dihadapinya, namun juga menjadi sinyal bagi tim untuk menyesuaikan taktik agar dapat memaksimalkan potensi pemain di lapangan. Musim depan bisa menjadi kesempatan bagi Leao untuk kembali ke performa terbaiknya, dengan harapan bisa berkontribusi lebih banyak bagi tim.
(PL/GN)
sumber : www.goal.com
Leave a comment