Strategi Pertahanan Berat Tim Cavaliers Terhadap Steph Curry
Ini bukan rahasia lagi bahwa bintang Golden State Warriors, Steph Curry, sering menghadapi pertahanan yang sangat agresif selama karier NBA-nya. Namun, jarang ada lawan yang secara langsung mengungkapkan strategi tersebut.
Pernyataan Richard Jefferson
Analisis NBA di ESPN, Richard Jefferson, yang pernah berhadapan dengan Golden State di Final NBA 2016 dan 2017 saat masih berseragam Cavaliers, berbagi pandangan mengenai rencana permainan Cleveland dalam siaran Jumat malam. Saat mendiskusikan pelanggaran keras terhadap guard New York Knicks, Jalen Brunson, Jefferson mengenang perannya melawan Curry satu dekade lalu.
“Saat kami bermain melawan Steph Curry di Final, tugas kami adalah membekuknya dengan cara itu,” ungkap Jefferson di awal pertandingan. “Tidak ada yang kotor, tapi jika kalian ingin melanggar, lakukan dengan cara yang fisik.”
Kondisi yang Dihadapi Curry
Curry dikenal menerima perlakuan buruk dari wasit, sehingga pelanggaran keras bukanlah hal baru baginya. Satu-satunya cara ia mendapatkan panggilan pelanggaran adalah ketika ia mengalami kontak fisik, sebagaimana dinyatakan oleh Jefferson.
Meski begitu, pelanggaran tetap sulit didapatkan bagi juara empat kali NBA tersebut. Sepanjang 17 tahun kariernya, Curry mendapatkan rata-rata 4,3 lemparan bebas per pertandingan. Sebagai perbandingan, mantan rekan setim Jefferson, LeBron James, mendapatkan rata-rata 7,4 lemparan bebas di sepanjang karirnya yang telah berlangsung selama 23 tahun.
Dampak Pertarungan di Final
Saat Jefferson dan Cavaliers “membekuk” Curry demi meraih cincin juara di 2016, Warriors jelas berhasil memiliki keuntungan di empat pertemuan Final yang berlangsung berturut-turut.
Strategi yang diterapkan oleh Cavaliers menunjukkan betapa pentingnya penanganan fisik terhadap pemain bintang seperti Curry agar dapat mengurangi dampaknya di lapangan. Ini menjadi catatan bagi tim-tim lainnya saat menghadapi salah satu pencetak gol terhebat dalam sejarah NBA.
(BA/GN)
sumber : www.nbcbayarea.com
Leave a comment