Perkembangan Pemain Curacao di Panggung Internasional
Sebanyak 18 pemain dalam skuad Curacao telah berpengalaman mewakili Belanda di level junior, dengan dua di antaranya, Riechedly Bazoer dan Joshua Brenet, telah meraih caps di tim senior.
Transformasi Tim Curacao
Perubahan dari tim nasional Curacao yang awalnya diisi oleh pemain lokal menjadi melibatkan anggota diaspora terjadi setelah pengangkatan pelatih ternama asal Belanda, dimulai dengan Patrick Kluivert pada tahun 2015. Kiper Miami FC, Eloy Room, menjadi pemain pertama dari skuad ini yang memperkuat Curacao pada tahun tersebut, diikuti oleh gelandang mantan Aston Villa dan Cardiff, Leandro Bacuna, pada tahun 2016.
Kutipan Bacuna
Bacuna berkata: “Kami telah melakukan sesuatu yang sangat baik untuk Curacao. Saya memulai perjalanan ini 10 tahun yang lalu dan ingin membuat orang-orang Curacao bangga.”
“Pelatih terus mengatakan bahwa kami belum selesai. Kami ingin menunjukkan bahwa meskipun kami kecil, kami memiliki hati yang besar. Jika Anda memiliki hati yang besar, saya percaya Anda dapat melangkah jauh.”
Juninho Bacuna Bergabung
Saudara Juninho, yang pernah bermain untuk Huddersfield, Rangers, dan Birmingham, juga bergabung pada tahun 2019. Pemain berusia 28 tahun ini mengungkapkan kepada BBC, “Ini adalah salah satu impian yang selalu kami harapkan – saat kami kecil, kami bermimpi untuk bermain bersama dalam satu tim di satu lapangan. Oleh karena itu, saya memutuskan lebih awal untuk bermain untuk Curacao agar bisa bersama dia dalam satu tim, membuat orangtua kami bangga, dan juga pulau kami.”
Inklusi Pemain Belanda
Inklusi pemain berkualitas asal Belanda semakin meningkat, dengan 15 pemain dalam skuad ini yang melakukan debut sejak 2023. Salah satunya adalah Chong, yang sebelumnya mewakili Belanda hingga level U-21 sebelum beralih ke Curacao tahun lalu.
Juninho Bacuna melanjutkan, “Kami memiliki banyak pemain yang bermain di Belanda yang sebelumnya tidak pernah memikirkan untuk bermain untuk Curacao. Namun, mereka merasakan hati, keyakinan, dan koneksi yang kuat dengan Curacao. Mereka merasakan cinta dari orang-orang, sehingga koneksi mereka semakin kuat.”
Persepsi Terhadap Diaspora
Di negara lain, kerap ada kekhawatiran jika banyak pemain lokal tidak dipanggil. Namun, di Curacao, diaspora yang tinggal di Belanda memiliki populasi yang setara dengan pulau tersebut, sehingga situasinya berbeda. Boudino de Jong, salah satu pendiri Profound, yang merupakan mitra digital FFK, mengatakan, “Saya rasa ini bukan masalah. Kami sudah terbiasa dengan diaspora kami yang berada di luar pulau. Jadi, itu bukan faktor dalam identitas kami. Meskipun seorang pemain tidak lahir di sini, mereka merasakan koneksi yang sangat kuat dan mengidentifikasi diri sebagai orang Curacao.”
(WC/GN)
sumber : www.bbc.com
Leave a comment