Komite Olimpiade Oman Bekali Staf Medis Tim Olahraga dengan Kemampuan Diagnosa Cedera Cepat via USG
Muscat, garisfinish.com – Komite Olimpiade Oman, melalui Komite Kedokteran Olahraga Oman, belum lama ini sukses menggelar sebuah kursus spesialis. Bertempat di Akademi Olimpiade Oman pada Minggu pagi, kursus ini bertajuk “Diagnosis Cedera Olahraga Menggunakan Ultrasonografi di Lapangan”. Acara penting ini dipandu langsung oleh Dr. Bader bin Salim Al Hamrashdi, seorang Konsultan Kedokteran Darurat sekaligus pelatih untuk point-of-care ultrasound (POCUS) dalam kondisi darurat.
Peserta kursus terdiri dari para dokter dan fisioterapis yang berkarya bersama atlet di tim nasional, federasi olahraga, dan komite olahraga, termasuk staf medis yang mendampingi tim dalam berbagai kompetisi internasional.
Tujuan Mengasah Keterampilan Medis
Kursus ini dirancang dengan tujuan utama untuk meningkatkan keterampilan dan kapabilitas personel medis yang bekerja dengan atlet. Dengan fokus pada teknologi ultrasound, peserta dibekali kemampuan untuk menggunakan alat ini sebagai instrumen diagnostik yang cepat dan akurat, baik di lapangan pertandingan maupun di lingkungan klinis. Harapannya, kecepatan dan ketepatan dalam pengambilan keputusan medis selama sesi latihan dan kompetisi dapat jauh lebih baik.
Materi Lengkap dari Teori Hingga Praktik Lapangan
Program kursus mencakup serangkaian modul teoretis dan praktis yang mendalam. Sisi ilmiah dan teknis pencitraan ultrasound dibahas tuntas, mulai dari prinsip-prinsip fisika ultrasound dan cara operasionalnya. Peserta juga diajarkan pengaturan perangkat (sering disebut Knobology) untuk menghasilkan gambar berkualitas tinggi, yang esensial untuk meningkatkan akurasi diagnostik dan meminimalkan kesalahan umum saat pemeriksaan.
Fokus Khusus Penanganan Cedera Akut
Salah satu poin penting dalam kursus ini adalah penanganan cedera olahraga akut di lapangan, khususnya saat kompetisi atau latihan. Peserta dilatih untuk melakukan penilaian ultrasound segera pada kasus patah tulang akut di tulang panjang dan klavikula (tulang selangka) secara langsung di lapangan. Kemampuan ini memungkinkan tim medis untuk membuat keputusan cepat, apakah atlet perlu ditarik dari pertandingan atau dapat melanjutkan partisipasi.
Selain itu, pelatihan juga mencakup penilaian cedera pada anggota gerak atas dan bawah. Ini termasuk evaluasi struktur sendi utama dan identifikasi cedera olahraga umum seperti efusi sendi (penumpukan cairan), robeknya tendon Achilles, cedera rotator cuff, serta cedera tendon di siku dan bahu. Kondisi-kondisi tersebut memerlukan intervensi yang cepat dan tepat dari staf medis tim.
Pentingnya Latihan Praktik Intensif
Kursus ini sangat menekankan pada aspek praktis, dengan mengalokasikan lebih dari 50% dari total waktu program untuk sesi hands-on. Tiga lokakarya praktik intensif diselenggarakan di bawah pengawasan sekelompok instruktur spesialis, bertujuan untuk membekali peserta dengan keterampilan tingkat lanjut dalam penggunaan ultrasound untuk diagnosis cedera olahraga di lapangan.
Langkah Maju untuk Kualitas Kesehatan Atlet
Penyelenggaraan kursus ini merupakan bagian dari program Komite Olimpiade Oman yang lebih luas, yaitu untuk mengembangkan kapasitas profesional medis yang bekerja dengan tim nasional dan klub olahraga. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan kesiapan mereka dalam menangani cedera selama kompetisi domestik dan internasional, sejalan dengan praktik medis global terkini. Pada akhirnya, semua upaya ini berujung pada peningkatan kualitas layanan kesehatan yang diberikan kepada para atlet di seluruh ajang olahraga.
(OL/GN)
sumber : timesofoman.com
Leave a comment