Home Gaya Hidup

Dari Ayah Perokok Menjadi Vegan: Transformasi Kesehatan untuk Menjadi Orang Tua yang Aktif

Gaya Hidup

Dari Ayah Perokok Menjadi Vegan: Transformasi Kesehatan untuk Menjadi Orang Tua yang Aktif

Share
Share

Perubahan Gaya Hidup Paul Wren Setelah Menjadi Ayah

Paul Wren, seorang ayah dari tiga anak, mendapat dorongan untuk mengubah gaya hidup tidak sehatnya dari putranya, Oliver. Wren, yang saat itu menjabat sebagai kepala penjualan di Odeon Cinema di Irlandia dan Inggris, mulai menyadari pentingnya menjaga kesehatan ketika Oliver lahir dan berusia enam bulan.

Kesadaran akan Kesehatan

Saat itu, Wren adalah seorang perokok dengan kebiasaan menghisap 20 batang rokok setiap harinya. Ia mengungkapkan, “Saya mulai menyadari bagaimana merokok berpengaruh pada kemampuan saya untuk melakukan berbagai hal dengan efektif, dan kesehatan saya tidak berada dalam kondisi baik. Saya melihat teman-teman yang sudah memiliki anak dan saya ingin bisa berpartisipasi dalam kehidupan Oliver, seperti bermain bola dan berlari bersamanya.”

Sekarang Oliver berusia 10 tahun, dan Wren juga memiliki dua anak lainnya: Matilda yang berusia delapan tahun dan Theodore yang berusia lima tahun. Ketika anak pertamanya lahir, Wren baru berusia 29 tahun, dan merasa sudah waktunya untuk serius memperhatikan kesehatan.

Perubahan Diet dan Gaya Hidup

Setelah merokok sejak umur 20 tahun hingga 30 tahun, Wren akhirnya berhenti dengan bantuan terapi pengganti nikotin. Meskipun ia merasa sudah menerapkan pola makan yang baik—“daging, kentang, dan dua sayuran”—nyatanya ia sering menyantap makanan berat, seperti kentang dan sayuran yang banyak mentega, daging merah, serta makanan cepat saji. Dietnya cenderung kalori berlebih namun kurang gizi.

Setelah mempelajari tentang kesehatan jantung, Wren beralih menjadi pescatarian, hanya mengonsumsi ikan dan sayuran, lalu berpindah menjadi vegan. “Selama enam tahun terakhir saya vegan, karena saya bisa menikmati semua makanan yang saya suka, seperti sayuran dan karbohidrat tanpa banyak lemak jenuh,” ujarnya.

Manfaat Kesehatan dan Keluarga

Di puncak berat badannya, Wren mencapai berat sekitar 18 stone. Ia mulai menurunkan berat badan dengan berlari dan bergabung di gym. “Saya tetap sehat, dan setiap Januari saya melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh, dan saya diberitahu bahwa semuanya baik-baik saja.”

Baca juga:  Festival Sepeda Musim Semi di Moskow: Rayakan Gaya Hidup Ramah Lingkungan dan Sehat

Wren yang awalnya tidak banyak minum alkohol, kini benar-benar mengurangi kebiasaannya. “Dulu saat keluar dengan teman-teman, saya bisa minum lima atau enam gelas, yang sekarang terasa berlebihan.” Saat bermain game online dengan teman-teman kuliah, ia hanya menikmati dua kaleng bir kecil.

Dengan perubahan gaya hidupnya, Wren merasa kesehatan mentalnya membaik. “Dulu saya tidak bahagia dengan penampilan saya. Sekarang saya suka dengan penampilan dan perasaan saya.” Ia senang bisa beraktivitas fisik dengan anak-anaknya, seperti berlari naik tangga, yang tidak mungkin dilakukan jika ia masih merokok dan tidak menjaga pola makan.

Pola Hidup Sehat dalam Keluarga

Wren sangat menantikan liburan ke taman hiburan di Amsterdam bersama istrinya, Una, dan ketiga anak mereka. “Saya bisa berkeliling tanpa merasa sakit punggung atau harus mencari tempat merokok,” tuturnya.

Wren percaya bahwa perubahan gaya hidupnya membuatnya menjadi orang tua yang lebih perhatian. “Bagaimana bisa saya memberi tahu anak-anak saya untuk tidak merokok atau menggunakan vape, jika saya melakukan hal yang sama?”

Sebagai seorang triathlete yang sudah menyelesaikan tiga marathon dan banyak setengah marathon, Wren merasa bahwa contoh yang ia tunjukkan, sama halnya dengan Una yang juga menjalani gaya hidup sehat, akan berdampak positif bagi anak-anak mereka. “Dua anak tertua saya berlatih jiu-jitsu empat kali seminggu, Matilda menari balet, dan Oliver bermain sepak bola Gaelic, sementara Theodore baru mulai ikut berbagai aktivitas. Bagi kami, ini bukan soal kompetisi, tetapi tentang tetap aktif.”

Brendan Kelly, profesor psikiatri di Trinity College, menjelaskan bahwa kelahiran anak pertama sering kali menjadi titik balik psikologis dalam hidup seorang pria. “Menjadi ayah dapat menciptakan keinginan yang kuat untuk menjadi dapat diandalkan dan lebih energik demi anak di masa depan. Bagi banyak pria, ini mendorong perubahan praktis dalam hidup, seperti berolahraga lebih, memperbaiki diet, mengurangi alkohol, serta berhenti merokok.”

Baca juga:  Memahami Drift: Usaha Terus-Menerus untuk Gaya Hidup Sehat yang Berkelanjutan

Namun, Kelly juga menyatakan bahwa sering kali para ayah justru membiarkan diri mereka jatuh ke dalam gaya hidup yang tidak sehat karena tekanan menjadi orang tua. “Kelahiran bayi baru bisa menyebabkan kurang tidur, stres, dan kurangnya waktu pribadi, yang semuanya bisa mengganggu rutinitas sehat.”

Tekad untuk Menjaga Kesehatan Keluarga

Shane Fallon, seorang ayah 37 tahun dan pelatih di FLYEfit gyms, merasakan hal serupa setelah lahirnya putranya yang kini berumur dua tahun, Brody. Dulu Fallon sangat aktif berolahraga, tetapi setelah menjadi ayah, semuanya berubah. “Semuanya berubah, prioritas dan manajemen waktu jadi sangat berbeda. Latihan saya berkurang dari lima kali seminggu menjadi satu atau dua kali,” ujarnya.

Fallon menyadari bahwa aktivitas fisik tidak hanya menjaga kesehatannya, tetapi juga berdampak positif pada orang di sekitarnya. “Saya tahu saya perlu membuat perubahan,” ujarnya, menambahkan bahwa dukungan dari pasangannya, Stacey, yang juga aktif, sangat penting.

Ketika Brody berumur enam bulan, mereka mulai merencanakan waktu untuk kesehatan dan kebugaran. “Kami menyisihkan waktu untuk fokus pada kesehatan kami,” jelas Fallon.

Kelly menambahkan bahwa motivasi para ayah untuk berubah seringkali berfokus pada arti kehidupan daripada penampilan semata. “Tujuannya adalah merasa mampu merawat orang lain dan hadir untuk momen-momen penting di masa depan.”

Fallon merasakan perbedaan motivasi antara sebelum dan setelah menjadi ayah. “Sebelum menjadi ayah, motivasi saya lebih egois; sekarang, saya berolahraga untuk kualitas hidup dan menjadi ayah yang bugar. Saya ingin bermain bola di taman, hiking, dan melakukan berbagai kegiatan di luar dengan anak-anak.”

Dengan kehamilan pasangan mereka yang kedua, Fallon menyadari bahwa anak-anak tidak akan berhenti bergerak, sehingga ia harus dapat mengikuti mereka.

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Carnaval Sepak Bola ‘Go Healthy with Taiwan’ Rayakan Gaya Hidup Sehat di Shah Alam

Carnaval Sepak Bola 'Go Healthy with Taiwan' di Shah Alam merayakan gaya...

Kena Restorasi Gizi: Bran Flakes Terancam Jadi Makanan Junk di Inggris

Kena restorasi gizi, bran flakes di Inggris terancam beralih status menjadi makanan...

Pentingnya Pemeriksaan Rutin Setelah Usia 50: Fokus pada Kesehatan Prostat dan Vitamin D3

Pemeriksaan rutin setelah usia 50 sangat penting untuk kesehatan prostat dan vitamin...

Sejauh Mana Pilihan Kita Mempengaruhi Kesehatan Seiring Bertambahnya Usia?

Pilihan yang kita buat, mulai dari pola makan hingga aktivitas fisik, berperan...