Rockets Hadapi Spurs dengan Tekanan Turnover
Houston Rockets memasuki laga malam Jumat melawan San Antonio Spurs dalam kondisi percaya diri setelah meraih lima kemenangan beruntun. Tim ini menunjukkan energi defensif yang konsisten seperti di dua musim sebelumnya, dengan peringkat kelima dalam poin yang diizinkan dan peringkat keenam dalam defensive rating.
Dominasi di Riau Pertama
Musim ini, Rockets juga melanjutkan dominasi mereka di papan rebound. Pada musim 2024-2025, mereka mencatatkan salah satu musim rebound terbaik dalam sejarah franchise, menjadi tim dengan rebound terbanyak di liga. Hingga tujuh pertandingan, Rockets masih menjadi tim terbaik dalam hal rebound.
Perkembangan Serangan yang Mengesankan
Serangan Rockets menjadi kejutan terbesar musim ini. Setelah mendatangkan Kevin Durant, salah satu pemain ofensif terbaik dalam sejarah NBA, serangan tim ini pun meningkat signifikan. Rockets kini memiliki rating ofensif terbaik di NBA serta persentase tiga poin terbaik, yang menjadi salah satu faktor utama dari lima kemenangan beruntun ini.
Tantangan dalam Mengelola Turnover
Namun, di balik keberhasilan ini, Rockets menghadapi masalah dalam mengelola turnover. Selama proses rebuild, mereka termasuk tim terburuk dalam menjaga bola. Musim lalu, Rockets menjadi tim dengan turnover terbanyak di liga, yang mendorong mereka membawa Fred VanVleet untuk membantu mengatur serangan.
Perubahan signifikan terjadi setelah kedatangan VanVleet. Mereka berhasil bertransformasi dari tim dengan turnover terburuk menjadi salah satu yang paling baik dalam sejarah franchise. Meskipun turnover meningkat di musim berikutnya, tim ini masih menunjukkan perkembangan yang positif.
Sayangnya, cedera yang dialami VanVleet sebelum pelatihan musim ini membuat Rockets menghadapi tantangan dalam menjalankan serangan. Meskipun mereka mampu mencetak angka, turnover tetap menjadi masalah yang harus diatasi.
Statistik Turnover yang Mengkhawatirkan
Rockets memasuki pertandingan terakhir dengan rata-rata 16,5 turnover per pertandingan, menempatkan mereka di posisi 27 NBA. Saat menghadapi Spurs, angka ini semakin meningkat setelah mereka mencatat 22 turnover dalam kekalahan tersebut. Banyak kali, mereka kesulitan saat Spurs meningkatkan tekanan, terutama terhadap Sengun dan Durant.
Durant mencatatkan total delapan turnover, tertinggi musim ini, saat Spurs melakukan double team terhadapnya. Hal ini memberi peluang bagi Spurs untuk mencetak poin mudah melalui fastbreak. Rockets masih berupaya menemukan cara terbaik untuk mengorganisir serangan tanpa kehadiran point guard yang sejati.
Situasi Tim di Depan
Saat ini, Rockets tidak memiliki banyak pilihan untuk menambah pemain guard, dengan hanya beberapa pemain yang bisa diperdagangkan hingga bulan Desember, saat pemain yang mereka tandatangani di offseason dapat bergabung. Hingga saat itu, kemampuan tim ini untuk menghadapi tekanan dan menjaga bola akan terus menjadi fokus perbaikan.
(BA/GN)
sumber : www.si.com
Leave a comment