Taktik Keith Andrews: Mempertahankan Tradisi Brentford di Premier League
Oleh Garisfinish.com
Taktik Keith Andrews telah memberikan dampak yang tak terduga bagi Brentford. Ia berhasil menjaga fondasi yang telah dibangun dengan susah payah selama bertahun-tahun, menjaga klub tetap nyaman di meja Premier League, dan menunjukkan bahwa keberhasilan Brentford bukan semata-mata karena kehebatan Thomas Frank.
Karir Sebelum Menjadi Manajer
Mirip dengan pendahulunya, Thomas Frank, Keith Andrews bukanlah nama yang begitu dikenal sebelum menjabat sebagai manajer Brentford. Namun, Andrews memiliki lebih banyak pengalaman di Premier League sebagai pemain. Ia adalah gelandang bertahan yang tangguh, dengan 35 penampilan bersama tim nasional Irlandia dan tiga gol internasional. Di level klub, Andrews telah bermain untuk berbagai klub EPL dan liga yang lebih rendah, termasuk Wolves, Blackburn Rovers, dan West Bromwich Albion.
Setelah pensiun, reputasi dan kecerdasan sepak bolanya membawanya ke posisi di staf pelatih, termasuk menjadi pelatih set-piece di Brentford sejak tahun 2024. Saat pengumuman bahwa Andrews akan menggantikan Frank di awal musim 2025/26, banyak yang terkejut, namun hasil di lapangan menunjukkan bahwa keputusan klub tersebut tepat.
Gaya Permainan Brentford
Thomas Frank dikenal menerapkan filosofi permainan yang langsung, intens, dan menyerang. Pendekatan ini sangat mendukung tim Brentford yang terkenal dengan strategi scouting yang cermat. Andrews dipilih bukan hanya karena kemampuannya membangun di atas fondasi tersebut, tetapi juga karena pemahaman taktis dan kemampuan menjelaskan rencananya dengan jelas.
Pemain Brentford ditugaskan untuk memanfaatkan serangan balik cepat dan melakukan pressing dengan agresif. Formasi favorit Andrews adalah 4-2-3-1, di mana pemain sering melakukan pressing man-to-man, berusaha memusatkan perhatian di tengah lapangan. Seringkali, salah satu bek tengah akan maju, menciptakan formasi 3-4-4 yang dinamis.
Brentford di Pertahanan
Musim ini, Brentford menunjukkan keunggulan di lini pertahanan. Meskipun statistik menunjukkan bahwa mereka telah kebobolan 17 gol dalam 11 pertandingan, posisi ini mungkin akan meningkat seiring waktu. Dalam formasi 4-2-3-1, pemain biasanya berusaha menjaga tekanan pada lawan, dan Jordan Henderson sering digunakan untuk menutup ruang passing.
Taktik ini bisa berisiko, terutama jika lawan berhasil melewati pressing dan menggunakan pemain sayap yang cepat. Ketika menjaga keunggulan, Andrews cenderung menerapkan formasi 5-3-2 yang lebih solid.
Meskipun Brentford kebobolan 17 gol, mereka memiliki expected goals against (xGA) sebesar hanya 13.3. Para bek Brentford, seperti Sepp van den Berg dan Kristoffer Ajer, menunjukkan statistik yang baik dan dapat terus berkembang di sektor ini.
Statistik Penguasaan Bola Brentford
Brentford tidak hanya mengandalkan metode merebut bola di area berbahaya. Mereka juga aktif dalam menekan kiper dan bek lawan ketika membangun serangan. Pada awal musim, Andrews memanfaatkan kecenderungan tim lawan untuk bermain dengan garis pertahanan tinggi dengan memainkan bola panjang ke sayap atau striker Igor Thiago.
Seiring berjalannya waktu, Brentford telah beradaptasi dengan meningkatkan penguasaan bola, seringkali menggunakan permainan umpan pendek di separuh lapangan lawan.
Brentford di Lini Serang
Brentford sering bermain dengan strategi langsung, meski tidak selalu begitu. Saat ini, mereka memiliki komposisi pemain yang mumpuni seperti Igor Thiago, yang telah mencetak delapan gol dan menjadi andalan tim. Pembelian Thiago dari Club Brugge seharga 33 juta euro juga menunjukkan bahwa Brentford dapat diandalkan dalam hal scouting.
Dalam hal set-piece, Brentford dikenal sebagai tim yang optimal dalam memanfaatkan kesempatan ini, mencetak empat dari tujuh belas gol mereka melalui cara ini.
Apa Berikutnya untuk Keith Andrews dan Brentford?
Walaupun sulit untuk meramalkan masa depan secara pasti, satu hal yang jelas adalah bahwa Brentford adalah klub yang mengambil keputusan cerdas. Andrews telah berhasil melakukan penyesuaian pada taktik tim sambil mempertahankan hasil positif. Dengan waktu yang cukup dan strategi rekrutmen yang efektif, Andrews berpotensi mencapai hal-serupa dengan yang dicapai Thomas Frank sebelumnya.
(PL/GN)
sumber : www.footballcoin.io
Leave a comment