Klay Thompson Tegur Jason Williams dan Patrick Beverley Soal Komentar Tidak Pantas tentang Meg Thee Stallion
Klay Thompson secara terbuka mengecam mantan pemain NBA, Jason Williams dan Patrick Beverley, atas komentar mereka yang dianggap tidak menghormati pacarnya, rapper Meg Thee Stallion.
Kontroversi Podcast
Komentar tersebut disampaikan dalam podcast “Hoopin’ N Hollerin’” pada 12 November, di mana Williams yang dikenal sebagai “White Chocolate” dan Beverley membahas hubungan Thompson dengan Meg dengan nada yang dianggapnya ofensif.
Dalam podcast itu, Williams menyiratkan bahwa hubungan romantis Thompson dapat memengaruhi performanya di lapangan, dengan menggunakan bahasa kasar untuk menggambarkan Meg. Thompson, yang kini bermain untuk Dallas Mavericks, merespons melalui Instagram, menyebut komentar tersebut “menjijikkan dan mengganggu.” Ia menekankan bahwa penggunaan bahasa seperti itu tidak dapat diterima, terutama dari mantan atlet profesional, dan mengingatkan mereka untuk “lebih baik lagi.”
Respon Terhadap Komentar
Postingan Thompson tidak hanya menarik perhatian pada komentar tersebut, tetapi juga mengangkat isu yang lebih luas tentang penghormatan terhadap wanita dalam dunia olahraga profesional. Ia menekankan betapa tidak pantasnya membuat pernyataan serupa tentang pasangan pemain lain.
Sampai saat ini, Meg Thee Stallion belum memberikan tanggapan publik terkait kontroversi ini. Thompson sendiri mencatat rata-rata 8.5 poin per pertandingan dengan akurasi tembakan tiga angka sebesar 38.9% musim ini. Ia telah menjalin hubungan yang terlihat jelas dengan Meg sejak mengumumkannya musim panas lalu, di mana Meg menunjukkan dukungannya dalam berbagai pertandingan meskipun Thompson mengalami kesulitan di lapangan.
Reaksi di Media Sosial
Insiden ini memicu tanggapan beragam di media sosial, dengan penggemar dan komentator ikut memberikan pendapat tentang pernyataan dalam podcast serta respon Thompson. Hal ini menyoroti pembicaraan berkelanjutan mengenai penghormatan, profesionalisme, dan batasan pribadi dalam komunitas NBA.
Kontroversi ini tidak hanya berpengaruh pada reputasi para mantan pemain, tetapi juga menggugah kesadaran mengenai pentingnya saling menghormati di seluruh lapangan profesional olahraga.
(BA/GN)
sumber : tribune.com.pk
Leave a comment