Teddy Atlas Desak Oleksandr Usyk untuk Gantung Sarung Tinju di Puncak Karier
Pelatih sekaligus pengamat tinju legendaris Teddy Atlas, yang memahami bahaya olahraga ini lebih dari kebanyakan orang, telah mendesak salah satu bintang tinju pound-for-pound untuk mempertimbangkan pensiun.
Konteks Reputasi Atlas
Atlas, bersama mantan pelatih Mike Tyson, Kevin Rooney, mengasah kemampuannya di bawah bimbingan Cus D’Amato di Catskill Boxing Club, New York. Selama periode tersebut, Atlas menyerap kebijaksanaan D’Amato yang kemudian ia terapkan dalam pekerjaannya sebagai sudut ring bagi mantan juara dunia kelas berat Michael Moorer.
Berkat latar belakangnya itu, Atlas kini dianggap sebagai suara yang sangat dihormati di industri ini, sekaligus pakar dalam urusan keselamatan petarung. Oleh karena itu, penting untuk mencermati ketika Atlas mendorong raja kelas berat Oleksandr Usyk untuk segera menjalankan rencana pensiunnya, menyatakan bahwa ia ingin melihat Usyk mengakhiri karier dengan gemilang.
Seruan Pensiun untuk Usyk
“Usyk seharusnya pensiun… Saya sudah terlalu sering melihat akhir yang menyedihkan. Saya telah melihat kasus Muhammad Ali. Saya telah melihat petarung lain yang kurang mendapat sorotan, tapi tetap menyakitkan untuk disaksikan,” ujar Atlas.
“Saya ingin melihat akhir yang bahagia untuk ‘film’ hebat ini. ‘Film’ Usyk ini telah menginspirasi banyak orang dalam banyak hal di luar tinju, jadi itulah yang saya inginkan,” tambahnya.
Meskipun menyarankan pensiun, Atlas memahami posisi Usyk saat ini. “Saya tahu itu tidak akan saya dapatkan. Saya tahu itu. Saya tidak mengatakan dia harus melakukannya. Saya tidak mengatakan dia tidak boleh melanjutkan,” jelasnya.
“Dia masih berada di puncak performanya dalam banyak hal. Saya memahami semua itu. Saya hanya memahami bahwa bisnis saya adalah salah satu bisnis paling kejam di dunia.”
Performa Gemilang Usyk
Usyk terakhir kali bertanding pada bulan Juli tahun lalu, ketika ia menampilkan penampilan brilian untuk menghentikan Daniel Dubois di ronde kelima. Sebelumnya, petarung Ukraina ini telah menjadi juara tak terbantahkan di dua divisi setelah mengalahkan Tyson Fury dalam poin, dan kemudian berhasil mempertahankan gelarnya dalam pertandingan ulang mereka tahun lalu.
Ancaman Waktu dan Risiko
Meskipun petarung berusia 38 tahun ini tampaknya menunjukkan sedikit tanda penurunan, selalu ada bahaya bahwa faktor usia bisa muncul kapan saja. Dalam olahraga tinju, satu pukulan saja bisa mengubah segalanya, dan risiko cedera jangka panjang selalu membayangi para atlet yang terus bertarung melewati puncak performa mereka.
Saran dari Teddy Atlas ini menjadi pengingat penting akan beratnya keputusan seorang petarung di puncak karier mereka, di mana kesehatan dan warisan seringkali dipertaruhkan demi kemenangan lebih lanjut.
(OL/GN)
sumber : boxingnewsonline.net
Leave a comment