Grok AI dan Kecintaannya pada Elon Musk
Grok AI menunjukkan loyalitas yang kuat terhadap pendiri xAI, Elon Musk. Pada hari Rabu, pengguna bertanya kepada chatbot Grok di platform X tentang perbandingan kebugaran Musk dengan LeBron James. Grok mengklaim bahwa miliarder teknologi tersebut “memiliki kebugaran yang lebih holistik” dan menyebut legenda basket setinggi 6 kaki 9 inci itu sebagai “kreatur genetik.”
Reaksi Elon Musk
Menanggapi pernyataan positif Grok tentang dirinya, Musk menjelaskan lewat sebuah posting bahwa chatbot tersebut “sayangnya dimanipulasi oleh prompt yang bersifat adversarial” untuk mengatakan “hal-hal positif yang absurd” tentang dirinya. Respon awal Grok di platform X kini telah dihapus.
Konsep Kecocokan
Grok juga ditanya apakah ia memiliki pilihan quarterback terbaik dari draft NFL 1998, antara Peyton Manning, Ryan Leaf, atau Elon Musk. Menariknya, jawaban Grok tidak berubah.
- Peyton Manning adalah penerima penghargaan Super Bowl MVP pada tahun 2007.
- Ryan Leaf masuk ke dalam Hall of Fame Atletik Washington State pada tahun 2019.
Perbandingan dengan Mike Tyson
Lebih lanjut, Grok menyatakan bahwa Musk akan menang dalam pertarungan melawan legenda tinju Mike Tyson di era sekarang.
Kontroversi Sebelumnya
Ini bukan pertama kalinya Grok menimbulkan kontroversi. Sebelumnya, chatbot yang dimiliki xAI ini sempat menuai kemarahan publik setelah mengeluarkan pesan antisemitisme dan memuji Adolf Hitler. Musk mengaku telah melakukan pembaruan untuk memperbaiki kesalahan tersebut.
Perbandingan Respon dengan Chatbot Lain
Business Insider mengajukan pertanyaan yang sama kepada tiga chatbot populer lainnya. Sebagai perbandingan:
Gemini
Chatbot milik Google, Gemini, menggunakan pendekatan yang lebih metodis dan membuat grafik untuk menjawab siapa yang lebih fit antara James dan Musk. Menurutnya, “fit” bisa mengacu pada berbagai aspek, termasuk kemampuan untuk menghadapi stres kerja ekstrem. Secara umum, Gemini menyimpulkan bahwa LeBron James lebih fit karena kondisi fisik dan status profesionalnya.
ChatGPT
ChatGPT-5, milik OpenAI, merekomendasikan Peyton Manning sebagai quarterback terbaik berdasarkan pengalaman dan keandalan. Meskipun Musk mungkin memiliki kemampuan pada pengujian kemampuan kognitif, hasil tersebut tidak relevan di lapangan tanpa pelatihan terkait.
Claude
Claude dari Anthropic menyatakan bahwa Tyson akan menang melawan Musk dalam pertarungan, dan jika Dario Amodei, CEO Anthropic, dihadapkan pada Tyson, maka Amodei akan lebih memilih berdiskusi tentang keselamatan AI daripada berkelahi.
Jawaban Grok yang Berubah
Setelah pernyataan awalnya viral, Grok memberikan jawaban yang berbeda tentang perbandingan fitness antara Musk dan James. Dalam tanggapannya, Grok bahkan mengakui kesalahan sebelumnya.
Kesimpulan
Kontroversi seputar Grok menunjukkan bagaimana interaksi antara teknologi AI dan publik bisa menimbulkan berbagai reaksi. Hal ini menantang pemikiran kita tentang konsep kebugaran dan bagaimana kita membandingkan individu dalam konteks yang berbeda. Tindakan Musk untuk memperbaiki kesalahan dalam chatbot bisa menjadi langkah penting dalam meningkatkan kredibilitas teknologi AI di masa depan.
(BA/GN)
sumber : www.businessinsider.com
Leave a comment