Home Olahraga Lainnya Christian Horner Diisukan Ganti Cowell di Aston Martin!
Olahraga Lainnya

Christian Horner Diisukan Ganti Cowell di Aston Martin!

Share
Christian Horner Diisukan Ganti Cowell di Aston Martin!
Share

Berikut adalah artikel yang ditulis ulang untuk garisfinish.com:

Gejolak Internal Aston Martin: Whitmarsh Tolak Kembali, Adu Kuasa Newey vs. Cowell

Dunia Formula 1 kembali dihebohkan oleh kabar panas dari Aston Martin. Tim yang dimiliki oleh Lawrence Stroll ini tengah menghadapi gelombang gejolak internal, melibatkan beberapa tokoh penting. Tom Whitmarsh, mantan CEO yang digantikan oleh Martin Cowell tahun lalu, menolak tawaran untuk kembali ke posisi lamanya, menambah daftar masalah yang kini melanda tim hijau tersebut.

Whitmarsh Enggan Kembali

Whitmarsh secara terang-terangan menolak kesempatan untuk kembali menduduki jabatan yang pernah ia pegang. Ia menegaskan keputusannya untuk meninggalkan Aston Martin di tahun 2023. “Saya memutuskan untuk meninggalkan Aston Martin pada tahun 2023 dan, meskipun Lawrence sangat murah hati, saya tidak lagi menginginkan peran di tim,” ujar Whitmarsh kepada BBC Sport.

Adu Kekuasaan Newey vs. Cowell

Penyebab utama keretakan internal saat ini adalah perselisihan antara CEO Martin Cowell dan legenda desain F1, Adrian Newey, mengenai siapa yang memiliki otoritas tertinggi. Newey, seorang tokoh ikonik di dunia F1 yang telah memenangkan 12 gelar konstruktor dan 13 gelar pembalap bersama Williams, McLaren, dan Red Bull, saat ini memimpin pengembangan mobil tim untuk musim 2026.

Sebagai CEO, Cowell seharusnya mengawasi seluruh operasional tim. Namun, status Newey, baik dari rekor prestasinya, posisinya sebagai pemegang saham, maupun sebagai karyawan dengan bayaran tertinggi di tim, membuatnya secara otomatis berada di posisi yang jauh lebih kuat.

Bayang-bayang Christian Horner dan Drama Red Bull

Kisah ini juga membawa kembali ingatan akan drama di Red Bull Racing. Newey diketahui meninggalkan Red Bull secara khusus karena berselisih dengan Christian Horner. Perselisihan ini dipicu oleh tuduhan pelecehan seksual dan perilaku koersif yang dibuat terhadap Horner oleh seorang karyawan wanita.

Baca juga:  Dua Federasi Tinju: Saling Sikut, Bikin Panas!

Meskipun Horner dibebaskan dari tuduhan oleh dua investigasi internal terpisah, tuduhan tersebut menyebabkan keretakan besar di dalam tubuh Red Bull, yang juga mengalami penurunan performa. Tanpa tanda-tanda perbaikan dalam ketegangan internal atau performa, Red Bull akhirnya memberhentikan Horner setelah Grand Prix Inggris. Pada bulan September, kedua belah pihak mencapai kesepakatan yang membuat Horner menerima pesangon senilai 60 juta euro (sekitar £53 juta).

Pada saat kepergiannya, Newey sempat mengatakan kepada rekan-rekannya bahwa ia tidak ingin berada di ruangan yang sama dengan Horner, menurut sumber Red Bull kepada BBC Sport. Namun, belakangan dikabarkan terjadi rekonsiliasi antara keduanya, bahkan mereka terlihat menghadiri konser Oasis bersama di musim panas.

Meski demikian, peran Horner di Aston Martin masih jauh dari kepastian. Lawrence Stroll mungkin memutuskan bahwa ia tidak memerlukan figur dengan profil setinggi itu secara penuh waktu, mengingat ia adalah de facto Team Principal sebagai otoritas dan pemilik keseluruhan.

Rentetan Perombakan di Aston Martin

Jika Cowell benar-benar hengkang, ia akan menjadi pemimpin senior keempat yang meninggalkan jabatannya di Aston Martin dalam waktu singkat. Sebelumnya, Otmar Szafnauer dipecat pada awal 2022 dan digantikan oleh Mike Krack, yang kemudian diturunkan jabatannya menjadi kepala insinyur setelah Cowell mengambil alih perannya.

Tim juga tengah melalui restrukturisasi teknis besar-besaran, dengan tujuh insinyur desain senior telah meninggalkan posisinya awal bulan ini. Ini menunjukkan betapa dinamisnya, atau mungkin bergolaknya, situasi di balik layar Aston Martin.

Harapan Menuju 2026

Di tengah semua gejolak internal ini, tim Aston Martin tetap berharap dapat membuat lompatan besar dalam daya saing tahun depan, terutama ketika aturan baru F1 mulai berlaku dan mereka akan menjadi mitra mesin Honda. Namun, dengan situasi internal yang belum stabil, tantangan besar menanti Aston Martin untuk benar-benar mewujudkan ambisi mereka di lintasan.

Baca juga:  Ambisi Tinju Aspinall: Lawan Ngannou? Pasti Seru!

(OL/GN)
sumber : www.bbc.com

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Masvidal Bakal Gebrak UFC, Siap Tantang McGregor?

Masvidal siap gebrakan UFC! Rumor kencang menyebut ia incar tantangan McGregor. Akankah...

Mendadak! Kuzmin Tantang Battbootti di ONE Fight Night 39!

Mendadak! Kuzmin secara mengejutkan menantang Battbootti. Duel seru siap ramaikan ONE Fight...

Resmi! Chiesa vs. Harris di UFC Fight Night 271.

Resmi! Chiesa vs. Harris siap beradu di UFC Fight Night 271. Jangan...

Kayla Harrison Mundur dari UFC 324, Pasca Operasi Leher Penuh Haru.

Kayla Harrison mundur dari UFC 324 pasca operasi leher. Keputusan penuh haru...