Ketika Stephen Curry Berpikir untuk Melangkah dari Under Armour
Minat media nasional terhadap bintang Golden State Warriors, Stephen Curry, semakin meningkat setelah rumor mengenai keputusannya untuk meninggalkan Under Armour. Berbagai analis, pembawa acara, dan mantan bintang NBA memberikan pendapat tentang langkah selanjutnya yang tepat untuk Curry Brand.
Pemikiran dari Carmelo Anthony
Curry telah berhasil memasarkan dirinya melalui Curry Brand, dan Under Armour merasakan dampak positifnya. Mantan bintang NBA, Carmelo Anthony, mengusulkan agar Steph memilih untuk tetap independen dari merek besar dan terus mengembangkan pasar yang telah ia bangun sendiri.
Pendapat Kevin Durant
Di sisi lain, bintang Houston Rockets, Kevin Durant, berpendapat bahwa bakat Curry sebenarnya sudah terbuang di Under Armour. Dalam podcast Up & Adams, Durant menyebutkan bahwa ia berharap Curry bisa bergabung dengan Nike.
“Tanpa mengurangi rasa hormat kepada Under Armour. [Curry] seharusnya selalu menjadi atlet Nike. Dia telah membangun mereknya, dan ini adalah waktu yang menarik baginya untuk memilih dan masih ada orang yang ingin menggunakan jasanya di usia 37 tahun. Kita bisa lihat warisan dan mereknya masih utuh. Dia seorang free agent, dan rasanya seperti dia masih rookie,”
Dikatakan oleh Durant.
Keputusan Bergabung dengan Nike
Pernyataan Durant mungkin memiliki benarnya, tetapi Curry juga tidak bisa mengabaikan kekhawatiran terkait apa yang bisa ditawarkan Nike.
Perusahaan pakaian olahraga yang membantu menjadikan Michael Jordan ikon ini sebelumnya memiliki kesempatan untuk merekrut Curry. Namun, mereka membuat sejumlah kesalahan dalam presentasi yang dianggap merendahkan bagi bintang yang saat itu sedang naik daun.
Kejadian tersebut terjadi pada tahun 2013, saat Curry sedang dalam proses menunjukkan potensi terbaiknya. Saat itu, dia belum memiliki gelar juara, penghargaan MVP, maupun penampilan sebagai All-Star.
Meskipun dia mungkin tidak menjadi salah satu dari pemain yang diutamakan Nike untuk membangun brand mereka, tindakan yang dilakukan oleh perusahaan tersebut sangat mengecewakan.
Curry sudah menggunakan pakaian Nike selama empat tahun di NBA. Saat kontraknya hampir habis, dia mulai menjajaki pilihan lain. Under Armour menawarkan kontrak senilai $4 juta per tahun dengan sepatu signature dan meminta dia untuk menjadi wajah perusahaan.
Nike seharusnya bisa mencocokkan tawaran itu. Namun, bukannya menanggapi dengan baik, mereka malah melakukan presentasi yang kurang memadai. Salah satu eksekutif mereka bahkan salah mengucapkan nama Stephen menjadi ‘Steph-on’. Yang lebih parah, salah satu slide PowerPoint yang digunakan ternyata mencantumkan nama Kevin Durant.
Tentu saja, keputusan Curry untuk bergabung dengan Under Armour terbukti tepat. Ia tidak hanya membawa merek yang relatif baru itu ke tingkat yang lebih tinggi, tetapi juga berhasil menciptakan ceruk di pasar yang tidak mengira ia akan bersaing untuk penghargaan tertinggi.
Melihat Masa Depan
Sekarang, di usia 37 tahun dan masih memiliki beberapa tahun di NBA, semoga Curry dapat menilai prioritasnya dan memilih opsi yang sesuai untuk masa depannya.
(BA/GN)
sumber : thesportsrush.com
Leave a comment