Home Basket NBA Odom memaafkan Cuban setelah ingin ‘bersihkan ruang ganti’
NBA

Odom memaafkan Cuban setelah ingin ‘bersihkan ruang ganti’

Share
Odom memaafkan Cuban setelah ingin 'bersihkan ruang ganti'
Share

Kisah Lamar Odom dan Mark Cuban: Dari Perseteruan ke Pendewasaan

Pada bulan Desember 2011, kedatangan Lamar Odom ke Dallas Mavericks sempat dianggap sebagai langkah cerdas oleh manajemen klub. Setelah meraih dua gelar juara berturut-turut dan mendapatkan penghargaan NBA Sixth Man of the Year bersama Los Angeles Lakers, kehadiran Odom disambut dengan antusiasme. Namun, kontribusinya yang terbatas di Dallas berujung pada perseteruan dengan pemilik tim, Mark Cuban, yang pernah mengungkapkan kekecewaannya terkait nilai investasi yang dibuatnya untuk sang pemain.

Perseteruan yang Memanas

Seiring waktu, Odom, yang kini berusia 46 tahun, tampaknya lebih bersedia untuk melupakan masa lalu. Dalam perbincangan di podcast Cousins, Odom mengatakan, “Pria ini ada dalam hatinya untuk menyampaikan pendapatnya. Dia harus menendang saya di betis. Waktu Mark Cuban sudah berlalu. Saya memaafkan kamu. Namun, jika bukan karena sepupunya yang duduk di sampingnya, saya sudah akan memasukkannya ke dalam lemari dan mencuci lemari itu dengannya.”

Performa yang Tidak Memuaskan

Sebelum bergabung dengan Mavericks, Odom menjalani musim yang gemilang dengan rata-rata 14,4 poin, 8,7 rebound, dan 3,0 assist. Dia pindah ke Dallas dengan biaya yang sangat minim, yaitu trade exception senilai $8,9 juta dan satu pilihan putaran pertama di masa depan. Sayangnya, transaksi ini segera bertransisi menjadi masalah baik di lapangan maupun di luar lapangan. Menghadapi masalah pribadi, termasuk kehilangan putranya yang masih bayi dan penggunaan obat terlarang, performa Odom anjlok hingga mencatatkan rata-rata terendah dalam kariernya, yaitu 6,6 poin, 4,2 rebound, dan 1,7 assist per pertandingan dengan akurasi tembakan sebesar 35,2%.

Nasib Odom Setelah Mavericks

Odom akhirnya dilepas ke Los Angeles Clippers di musim berikutnya sebagai bagian dari kesepakatan empat tim. Dalam kampanye 2012-13, dia hanya mampu mencetak rata-rata 4 poin, 5,9 rebound, dan 1,7 assist per pertandingan sebelum melanjutkan karirnya dengan bermain di Spanyol dan China.

Baca juga:  Cooper Flagg batal tampil di Tonight Show, Mavericks terjebak.

Dampak Terhadap Karier

Perseteruan antara Odom dan Cuban menjadi catatan penting dalam perjalanan karier sang pemain, yang tidak pernah kembali ke performa terbaiknya. Kehilangannya di tim Dallas Mavericks mencerminkan tantangan yang dihadapi atlet ketika berurusan dengan tekanan di lapangan dan masalah pribadi di luar lapangan. Situasi ini mengajak kita untuk lebih memahami perjalanan emosional seorang atlet serta dampak yang dihadapinya selama berkarier.

(BA/GN)
sumber : clutchpoints.com

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Blazers kalahkan Suns dalam pertarungan play-in NBA!
NBA

Blazers kalahkan Suns dalam pertarungan play-in NBA!

Blazers berhasil mengalahkan Suns dalam pertarungan ketat play-in NBA, menunjukkan semangat juang...

NBA

VIDEO NBA’s Top 10 Plays Of The Night | April 14, 2026

Judul: 10 Aksi Terbaik NBA Malam Ini | 14 April 2026 Deskripsi...

RUMOR: Target Utama GM Dallas Mavericks Punya Masalah Tersendiri...
NBA

RUMOR: Target Utama GM Dallas Mavericks Punya Masalah Tersendiri…

Rumor beredar bahwa target utama GM Dallas Mavericks menghadapi masalah pribadi yang...

Curry Buktikan Batas Waktu di Tengah Rumitnya 82 Pertandingan NBA!
NBA

Curry Buktikan Batas Waktu di Tengah Rumitnya 82 Pertandingan NBA!

Stephen Curry membuktikan kehebatannya dengan tampil cemerlang di tengah ketatnya jadwal 82...