Home Olahraga Lainnya Pentathlete Hungaria Kini Juara Olimpiade Tertua yang Masih Hidup!
Olahraga Lainnya

Pentathlete Hungaria Kini Juara Olimpiade Tertua yang Masih Hidup!

Share
Pentathlete Hungaria Kini Juara Olimpiade Tertua yang Masih Hidup!
Share

Gábor Benedek, Juara Olimpiade Tertua di Dunia Berusia 98 Tahun, Tetap Bugar dan Aktif

Gábor Benedek, peraih medali emas Olimpiade dan juara dunia di cabang modern pentathlon, kini resmi menyandang gelar sebagai juara Olimpiade tertua yang masih hidup di dunia. Pria tangguh berusia 98 tahun ini mengambil alih posisi tersebut menyusul wafatnya juara Olimpiade tertua sebelumnya, pesepak bola Armenia Nikita Simonyan (peraih emas Olimpiade 1956 bersama tim Soviet), yang meninggal dunia pada hari Minggu di usia 99 tahun.

Reaksi Sang Legenda

Benedek, yang kini bermukim di Jerman, mengetahui status barunya ini melalui panggilan telepon dari kantor berita MTI sesaat sebelum istirahat siangnya. “Saya bukan yang tertua, itu orang Rusia,” jawabnya dengan rendah hati dan sedikit tidak percaya saat menerima ucapan selamat pertama. Ketika diberitahu tentang wafatnya Nikita Simonyan, Benedek menanggapi kabar tersebut dengan kesederhanaan khasnya: “Hal-hal seperti ini memang terjadi, saya juga akan meninggal suatu hari nanti.”

Meskipun usianya sudah sangat lanjut, Gábor Benedek berada dalam kondisi kesehatan prima dan menjalani gaya hidup aktif.

“Syukurlah, saya tidak bisa mengeluh, saya dalam kondisi sangat baik untuk usia saya,” jelasnya. Juara Olimpiade tertua di dunia ini dirawat oleh putranya, yang saat ini sedang berada di Budapest, dan cucu-cucunya.

Benedek juga tetap menjaga rutinitas olahraganya. Jika empat tahun lalu ia masih rajin jogging, kini ia lebih fokus pada jalan kaki jarak jauh. Rutinitas hariannya mencakup jalan kaki selama dua jam di pagi hari dan tur jalan kaki lainnya selama satu setengah jam di sore hari. Warga negara ganda Hungaria-Jerman ini belum merencanakan perjalanan tahunannya ke rumah liburan di Pilismarót hingga musim panas, karena ia menjadi lebih sensitif terhadap dingin dan karena itu menghindari perjalanan di musim dingin.

Baca juga:  Eks Bintang UFC Siap Gempur Final Turnamen!

Perjalanan Hidup dan Karier Penuh Liku

Kisah hidup Gábor Benedek adalah cerminan ketahanan dan semangat yang luar biasa, berawal dari latar belakang militer hingga mencapai puncak dunia olahraga dan menghadapi tantangan politik.

Awal Kehidupan dan Fondasi Militer

Lahir pada 23 Maret 1927 di Tiszafüred dalam keluarga militer, kehidupan Benedek telah terbentuk sejak dini. Ia dan kakak laki-lakinya, Ferenc, menempuh pendidikan di sekolah menengah militer di Sopron sebagai kadet. Selama Perang Dunia II, mereka dikirim ke medan perang dan kemudian menjadi tawanan perang di Denmark. Setelah itu, Benedek sempat bekerja di Kopenhagen dan mencoba mencari suaka di Swedia, namun dideportasi kembali ke Denmark. Ia baru kembali ke tanah air dua tahun setelah perang berakhir.

Pendidikan militernya inilah yang mempertemukan Gábor Benedek dengan modern pentathlon. Setelah perang, ia menjadi atlet anggar untuk Csepeli MTK di ibu kota Hungaria dan berkompetisi di pentathlon untuk Budapest Honvéd. Antara 1948 dan 1957, ia adalah anggota tim nasional.

Puncak Prestasi Olimpiade dan Dunia

Puncak karier Benedek datang di Olimpiade Helsinki 1952, di mana ia meraih medali emas di nomor tim dan medali perak di kompetisi individu. Setahun kemudian, Gábor Benedek mengukir sejarah dengan memenangkan gelar juara dunia modern pentathlon pertama untuk Hungaria.

Badai Politik 1956 dan Konsekuensinya

Peristiwa politik tahun 1956 mengakhiri kariernya secara tiba-tiba. Meskipun ia berangkat ke Olimpiade Melbourne sebagai favorit, situasi yang memprihatinkan di Hungaria mempengaruhi performanya. Ia finis keenam di nomor individu dan keempat bersama tim.

Namun, Olimpiade 1956 tidak hanya dikenang karena hasilnya. Sebagai salah satu pengatur komite revolusioner tim Olimpiade, Gábor Benedek memainkan peran penting dalam merumuskan rekomendasi agar atlet Hungaria tidak berjabat tangan dengan atlet Soviet di ajang tersebut.

Baca juga:  Keren! 5 Wakil Indonesia Tembus Babak Kedua!

Karena pendapatnya yang diungkapkan secara terbuka, ia kemudian dicap tidak dapat dipercaya secara politik, penghargaan-penghargaannya dicabut, dan ia dilarang berkompetisi. Ini memaksanya menempuh jalur karier yang tidak biasa. Ia sempat bekerja sebagai pembuat air soda dan kemudian sebagai pemeran pengganti di industri film. Kesulitan finansial bahkan mendorongnya untuk menjual kuda juara dunianya yang bernama “Higany” (Merkuri).

Kiprah Pasca-Karier dan Emigrasi

Setelah mengakhiri karier aktifnya, Gábor Benedek lulus dari Universitas Pendidikan Jasmani dan dikenal sebagai pelatih. Di Budapest Honvéd pada tahun 1960-an, ia melatih atlet-atlet hebat di masa depan seperti István Móna dan Ferenc Török.

Namun, sebuah tragedi pribadi mendorongnya untuk beremigrasi pada tahun 1969. Karena penyakit putrinya, Gábor Benedek bepergian bersama keluarganya ke Jerman, di mana ia menetap di Sankt Augustin dekat Bonn. Di sana, ia mendirikan pusat modern pentathlon bersama orang lain dan pensiun sebagai master anggar pada paruh pertama tahun 1990-an.

Koneksi Abadi dengan Tanah Air

Sejak 2 Januari 2025, menyusul wafatnya Ágnes Keleti, Gábor Benedek telah menjadi juara Olimpiade tertua yang masih hidup di Hungaria, dan kini di dunia.

Meskipun telah lama tinggal di luar negeri, Gábor Benedek tetap terhubung dengan keluarga olahraga Hungaria. Ia mengunjungi tanah kelahirannya setiap tahun, jika memungkinkan, dan menikmati partisipasi dalam acara Komite Olimpiade Hungaria serta Klub Juara Olimpiade Hungaria. Kehidupan Benedek adalah pengingat akan semangat juang yang tak lekang oleh waktu dan dedikasi abadi terhadap olahraga.

(OL/GN)
sumber : hungarytoday.hu

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Menpora Angkat Jempol: Papua, Pabrik Bintang Sepak Bola!

Menpora angkat jempol! Papua diakui sebagai "pabrik bintang sepak bola". Ini bukti...

Carlos Ulberg KO Prochazka, Rebut Gelar Juara UFC!

Carlos Ulberg KO Jiri Prochazka! Ia tampil sensasional, merebut gelar juara UFC...

Spanyol Putri Bangkit: Lupakan Patah Hati, Bidik Mahkota Juara Dunia!

Generasi Muda Spanyol Bersinar Terang: Talenta Baru Mendominasi La Roja Dalam beberapa...

Wow! Ultah ke-80 Trump: Gedung Putih Disulap Jadi Ring UFC.

Wow! Ultah ke-80 Trump diprediksi heboh. Gedung Putih kabarnya disulap jadi arena...