United Buang Peluang Emas, Ambisi Liga Champions Makin Menjauh
Harapan Manchester United untuk kembali berlaga di UEFA Champions League mendapat pukulan telak lagi. Hasil imbang 1-1 melawan West Ham United di Old Trafford menjadi kesempatan yang terbuang sia-sia, padahal ini seharusnya bisa menjadi langkah krusial menuju empat besar klasemen.
Momentum yang Hilang
Untuk sesaat, United berada di atas angin. Gol tenang Diogo Dalot di babak kedua membawa mereka unggul dan mengangkat posisi mereka ke peringkat kelima klasamen sementara. Namun, tepat ketika kualifikasi Liga Champions sudah di depan mata, The Red Devils kembali goyah di bawah asuhan Ruben Amorim.
Soungoutou Magassa dari West Ham mencetak gol penyama kedudukan di menit ke-83, menyeret United kembali turun ke posisi kedelapan. Amorim tidak menyembunyikan kekecewaannya dalam komentar pasca-pertandingan. "Frustrasi. Marah. Itu saja," ujarnya singkat. Ia merangkum bahwa pertandingan ini menangkap beberapa skenario serupa musim ini, di mana United memiliki peluang emas tetapi gagal menunjukkan insting membunuh dan menyelesaikan pekerjaan.
Kesulitan Hadapi Pertahanan Rapat Berlanjut
Di bawah Nuno Espírito Santo, West Ham tiba dengan disiplin dan rencana yang jelas: bertahan dalam, menyerap tekanan, dan menunggu momen mereka. United memang mendominasi penguasaan bola, tetapi mereka kekurangan kreativitas, seringkali mengoper bola tanpa tujuan yang jelas. Umpan silang dan operan gagal menembus struktur West Ham yang rapat, dan peluang bersih yang tercipta pun sangat minim.
Beberapa upaya dari pemain United memaksa Alphonse Areola melakukan penyelamatan gemilang, sementara Amad Diallo dan Bruno Fernandes nyaris mencetak gol. Namun, United hanya menghasilkan empat tembakan tepat sasaran meski menguasai bola hingga hampir 65%—statistik yang menggarisbawahi inefisiensi serangan mereka.
Kesalahan Fatal di Lini Belakang
Bahkan gol Dalot yang dieksekusi dengan indah pun berasal dari keberuntungan, di mana tendangan Casemiro yang terdefleksi jatuh tepat di kaki bek sayap tersebut. Namun, alih-alih terus menekan untuk mencari gol kedua, United justru mengendur. Kemudian datanglah kelengahan yang mahal.
Dari situasi bola mati, Jarrod Bowen memenangkan duel udara di tiang dekat, dan setelah kemelut singkat, Magassa menyarangkan bola. Seluruh urutan kejadian tersebut memperlihatkan keraguan, penjagaan yang buruk, dan reaksi lambat United—masalah yang sama di balik satu-satunya clean sheet mereka sepanjang musim ini.
Frustrasi Ruben Amorim Kian Nyata
Amorim dilaporkan menghindari konfrontasi langsung dengan para pemainnya setelah pertandingan, mengatakan bahwa ia akan membahasnya saat sesi latihan keesokan paginya. Kekecewaannya sangat bisa dimaklumi. Sejak memenangkan penghargaan Premier League Manager of the Month pada Oktober, momentum United telah runtuh. Enam poin dari lima pertandingan bukanlah performa tim empat besar, dan kehilangan poin di kandang sendiri melawan Everton dan West Ham menimbulkan pertanyaan serius.
Rentetan pertandingan ini seharusnya menjadi kesempatan United untuk tancap gas. Peluang itu masih ada dengan dua laga berikutnya melawan Wolves dan Bournemouth, tetapi kepercayaan diri tim mulai memudar.
Mimpi Liga Champions yang Masih Jauh
Klasemen Premier League masih ketat, dan tempat di Liga Champions secara matematis masih mungkin diraih. Namun, performa seperti ini menunjukkan masalah yang lebih dalam: United memiliki peluang di depan mata, tetapi mereka belum menunjukkan bahwa mereka benar-benar menginginkannya.
Sampai mereka belajar memenangkan pertandingan-pertandingan krusial ini, ambisi mereka untuk status Liga Champions akan tetap menjadi sekadar mimpi belaka.
(LC/GN)
sumber : www.sportsworldnews.com
Leave a comment