Enkh-Orgil Baatarkhuu Kejutkan Fabricio Andrade, Jadi Juara Dunia Bantamweight MMA ONE Championship!
Petarung asal Mongolia, Enkh-Orgil Baatarkhuu, sukses menutup tahun terbaik dalam kariernya dengan sebuah kejutan besar di ONE Fight Night 38. Berlangsung di Lumpinee Stadium, Bangkok, pada Sabtu dini hari waktu setempat, Baatarkhuu berhasil mengalahkan raja divisi Bantamweight MMA, Fabricio “Wonder Boy” Andrade, untuk merebut gelar Juara Dunia ONE Bantamweight MMA.
Kemenangan ini menjadi sangat berarti, sebelas tahun setelah pelatih sekaligus mentor Baatarkhuu, Narantungalag Jadambaa, menjadi petarung Mongolia pertama yang meraih sabuk juara ONE Championship. Kini, Baatarkhuu menyusul jejak sang mentor sebagai petarung Mongolia kedua yang mencicipi kejayaan di panggung MMA global.
Jalannya Pertarungan Dramatis Baatarkhuu vs Andrade
Pertarungan itu sendiri jauh dari kata mudah bagi Baatarkhuu. Sejak bel pembuka, strategi Baatarkhuu sangat jelas: memanfaatkan pukulan untuk mendekati striker Brasil yang lebih tinggi itu, menjatuhkannya, dan menghukumnya di kanvas. Rencana permainan itu langsung diterapkan, namun Andrade, yang belum pernah kalah dalam pertarungan MMA selama lima setengah tahun kiprahnya di ONE Championship, bertekad untuk menjaga pertarungan tetap di atas kaki agar bisa menghantam penantang dengan pukulan, tendangan, dan lutut mematikannya.
Pada dua ronde pertama, Andrade terus menghujani wajah Baatarkhuu dengan jab. Saat keduanya terlibat dalam clinch, ia melayangkan sikutan pendek ke kepala dan lutut ke tubuh. Kerusakan memang terlihat di wajah petarung Mongolia itu, namun tidak ada yang bisa dilakukan Andrade untuk menghentikannya. Baatarkhuu berjalan menembus setiap serangan dan mulai berhasil melakukan takedown seiring berjalannya pertandingan. Di menit terakhir ronde kedua, “The Tormentor” (julukan Baatarkhuu) menjatuhkannya ke kanvas dengan body lock dan berusaha melakukan D’Arce choke, namun Fabricio Andrade diselamatkan oleh bel akhir ronde.
Kedua petarung saling bertukar serangan lebih banyak di ronde ketiga. Namun, di pertengahan ronde, Baatarkhuu berhasil melakukan single-leg takedown. Mereka terus bergelut dan bertukar posisi, namun lagi-lagi, di 60 detik terakhir ronde, petarung Mongolia itu membuat juara bertahan kewalahan. Ia mengancam dengan guillotine choke, lalu beralih ke posisi full-mount, mencoba kimura, dan kemudian mengakhiri periode tersebut dengan ground-and-pound.
Meskipun wajahnya berdarah dan bengkak, Baatarkhuu entah bagaimana tampak semakin kuat. Andrade yang kelelahan kembali melancarkan jab di ronde keempat, namun “The Tormentor” mampu mendekat, mengikatnya, dan menjatuhkannya ke pojok ring. Tekanan kuat dari Baatarkhuu terlalu dominan, sehingga ia berhasil mencari celah untuk melancarkan rear-naked choke dan memaksa Andrade tap out untuk pertama kalinya dalam kariernya di ONE Championship.
Dengan kemenangan ini, Baatarkhuu tidak hanya menjadi juara, tetapi juga dianugerahi bonus performa sebesar US$50.000 (sekitar Rp780 juta) oleh Ketua dan CEO ONE Championship, Chatri Sityodtong.
Diogo ‘Baby Shark’ Reis Juga Sabet Gelar Juara Dunia Grappling
Enkh-Orgil Baatarkhuu bukan satu-satunya raja baru yang dinobatkan di ONE Fight Night 38. Diogo “Baby Shark” Reis mendominasi petarung Jepang Daiki Yonekura untuk merebut Gelar Juara Dunia Submission Grappling Flyweight ONE yang kosong.
Petarung Brasil berusia 23 tahun ini mendikte jalannya pertandingan sejak awal. Ia dengan energik maju menekan, melompat ke guard lawannya, menerapkan tekanan dari atas, dan mengancam dengan berbagai upaya submission, terutama arm-triangle choke. Yonekura terus-menerus bertahan sepanjang sebagian besar pertandingan, nyaris tidak mendapatkan kesempatan untuk bernapas atau bahkan melancarkan serangan balasan.
Di dua menit terakhir pertandingan, situasi sedikit berubah. Keduanya saling menyerang dengan kneebar, toe-hold, dan ankle lock. Namun, ketika waktu 10 menit habis, agresivitas Reis membuahkan hasil. Ia mendapatkan keputusan mutlak dari para juri dan berhak menyandang Gelar Juara Dunia Submission Grappling Flyweight ONE.
Malam itu di Bangkok menjadi saksi lahirnya dua juara dunia baru, menegaskan bahwa kejutan dan dominasi bisa terjadi bersamaan di panggung ONE Championship. Kemenangan bersejarah bagi Mongolia melalui Baatarkhuu dan performa impresif Reis menjadi highlight penting dalam gelaran tersebut.
(OL/GN)
sumber : www.skysports.com
Leave a comment