Draymond Green Menyesal: Insiden Nurkic Gagalkan Medali Emas Olimpiade Ketiga?
Draymond Green, veteran Golden State Warriors, secara blak-blakan mengungkapkan keyakinannya bahwa insiden pukulannya terhadap Jusuf Nurkic pada musim 2023-24 adalah penyebab utama dirinya tidak terpilih untuk skuad Tim USA di Olimpiade Paris 2024.
Absen dari Paris dan Prestasi Sebelumnya
Green, yang sebelumnya sukses meraih medali emas Olimpiade pada edisi 2016 dan 2021, harus absen dari daftar pemain untuk Olimpiade Paris 2024. Tim USA sendiri berhasil merengkuh gelar juara di Paris setelah penampilan heroik Stephen Curry membawa mereka menang dramatis atas Prancis di final.
Sepanjang kariernya, Green selalu membela Warriors sejak debutnya pada musim 2012-13. Ia telah tampil dalam 901 pertandingan musim reguler dan mengoleksi empat cincin juara NBA bersama tim asal California tersebut. Statistik rata-ratanya menunjukkan 8.7 poin, 6.9 rebound, dan 5.6 assist per game.
Sejarah Kontroversi Lapangan
Green memang dikenal kerap terlibat dalam berbagai insiden panas sepanjang karier NBA-nya. Ia pernah memukul mantan rekan setimnya, Jordan Poole, saat sesi latihan. Insiden paling baru yang menjadi sorotan adalah ketika ia memukul wajah center Utah Jazz, Jusuf Nurkic, dalam sebuah pertandingan.
GAME DAY pic.twitter.com/ojx7hVROfy
— Golden State Warriors (@warriors) December 12, 2025
Penyesalan Green di Podcast-nya
Meski tidak ada alasan resmi yang dirilis terkait tidak terpilihnya Green ke dalam roster Olimpiade 2024, sang forward yakin insiden dengan Nurkic adalah penyebab utamanya.
“Saya bukan seseorang yang hidup dengan penyesalan – itu bukan gaya saya,” ujar pemain berusia 35 tahun itu di podcast-nya, The Draymond Green Show. “Jadi saya tidak tahu apakah itu kata yang tepat – tetapi saya pikir satu momen yang benar-benar saya ingat adalah yang dengan Jusuf Nurkic, karena saya sebenarnya berpikir momen itu membuat saya kehilangan kesempatan untuk memenangkan medali emas ketiga. Saya melihat kembali momen itu dan saya seperti, ‘Wah, itu menyebalkan’.”
Pernyataan Green ini memberikan gambaran tentang bagaimana insiden di luar batas sportifitas dapat memiliki konsekuensi jangka panjang, bahkan bagi seorang veteran berprestasi seperti dirinya. Absennya Green dari ajang sebesar Olimpiade Paris menjadi pengingat akan pentingnya menjaga perilaku di dalam dan di luar lapangan, terutama bagi atlet yang menjadi representasi negara.
(OL/GN)
sumber : sporty.com
Leave a comment