Home Olahraga Lainnya Trump Rayakan ‘Miracle on Ice’ 1980 dengan Medali Emas Kongres!
Olahraga Lainnya

Trump Rayakan ‘Miracle on Ice’ 1980 dengan Medali Emas Kongres!

Share
Trump Rayakan 'Miracle on Ice' 1980 dengan Medali Emas Kongres!
Share

Tim Hoki Putra Olimpiade AS 1980 Dianugerahi Congressional Gold Medal

Tim hoki putra Olimpiade Amerika Serikat tahun 1980 kembali menjadi sorotan nasional pada Jumat, 13 Desember 2025, ketika Presiden Donald Trump menandatangani undang-undang yang menganugerahkan Congressional Gold Medal kepada skuad legendaris tersebut.

Presiden Trump menyambut para pemain di Oval Office, menyebut mereka “legenda sejati sejarah olahraga Amerika, pahlawan bagi seluruh bangsa.” Kapten Mike Eruzione, kiper Jim Craig, penyerang Buzz Schneider, dan anggota tim lainnya menghadiri upacara tersebut, bergabung dengan anggota keluarga mendiang pelatih Herb Brooks.

Mengenakan topi koboi putih, yang menggemakan pakaian mereka di upacara pembukaan tahun 1980, tim ini menyerahkan satu topi kepada Trump untuk dikenakan. Mantan pemain Phil Verchota mengabadikan momen itu, mengatakan, “Seperti semua pria terhormat lainnya di sini, kami menikmati hari yang indah dan hanya melihat sejarah Washington, D.C., dan Anda tahu, undangan serta penghargaan ini melampaui apa yang bisa saya bayangkan.”

Kemenangan tim selama Olimpiade Musim Dingin 1980 – mengalahkan Uni Soviet dan kemudian Finlandia untuk meraih medali gold – telah meninggalkan warisan abadi. Trump mencatat, “Ini adalah salah satu momen terbesar yang pernah saya lihat dalam olahraga, dan saya menyukai olahraga. Mereka adalah orang-orang yang memberi kita salah satu kemenangan atletik paling bersejarah sepanjang masa, itu disebut Miracle on Ice, dan saya kira memang begitulah adanya.”

Legislasi bipartisan ini mengakui tim tersebut karena “merevitalisasi moral Amerika di puncak Perang Dingin, menginspirasi generasi, dan mengubah olahraga hoki di Amerika Serikat.”

Penghargaan Congressional Gold Medal

Congressional Gold Medal adalah penghargaan sipil tertinggi yang dianugerahkan oleh Kongres AS, diperuntukkan bagi individu atau kelompok yang telah memberikan “dampak jangka panjang pada sejarah dan budaya Amerika.” Undang-undang untuk menghormati tim hoki Olimpiade 1980 pertama kali diperkenalkan pada Oktober 2024, disahkan oleh DPR pada bulan April, dan menerima persetujuan bulat dari Senat pada bulan September.

Baca juga:  Sauerland Yakin: Conlan Segera Sikat Tiket Gelar Dunia!

Berdasarkan undang-undang bipartisan tersebut, tiga medali akan diproduksi: satu untuk dipajang di Lake Placid Olympic Center di New York, satu di U.S. Hockey Hall of Fame Museum di Eveleth, Minn., dan satu di U.S. Olympic & Paralympic Museum di Colorado Springs, Colo.

Dalam beberapa tahun terakhir, ikon olahraga seperti Billie Jean King, Willie O’Ree, Steve Gleason, dan Larry Doby juga telah menerima medali ini. Bagi tim tahun 1980, ini adalah pengakuan resmi atas momen yang jauh melampaui atletik, mengukuhkan peran mereka dalam sejarah budaya Amerika.

Miracle on Ice: Kisah Legendaris

Olimpiade Musim Dingin 1980 di Lake Placid, N.Y., menampilkan 37 negara dan lebih dari 1.000 atlet, namun sorotan utama tertuju pada tim hoki putra AS. Menghadapi skuad Soviet yang dominan yang telah memenangkan medali gold dalam empat Olimpiade Musim Dingin sebelumnya, tim Amerika – yang sebagian besar adalah pemain tingkat kuliah – berhasil meraih kemenangan mengejutkan 4-3 dalam sebuah pertandingan yang selamanya akan dikenal sebagai “Miracle on Ice.”

Amerika Serikat kemudian mengalahkan Finlandia untuk memenangkan medali gold.

Tim hoki AS 1980 merayakan kemenangannya atas Uni Soviet dalam pertandingan babak medali di Olimpiade Musim Dingin di Lake Placid, N.Y. (Arsip / Associated Press)

Kemenangan AS tahun 1980 tetap legendaris bukan hanya karena kejutan, tetapi juga karena waktunya, menginspirasi sebuah bangsa selama periode tegang Perang Dingin. Baris siaran ikonik Al Michaels, “Do you believe in miracles?” menangkap emosi momen tersebut.

Pada tahun itu, atlet speed skater Eric Heiden juga mencetak sejarah Olimpiade dengan memenangkan medali gold dalam kelima nomor, sementara Jerman Timur memuncaki perolehan medali dengan 23 medali berbanding 12 medali milik AS. Kemenangan bersejarah tim hoki ini menjadi simbol semangat pantang menyerah dan persatuan yang masih relevan hingga kini.

Baca juga:  Mau Sterling? Chelsea Pasang Syarat ke Raksasa Italia!

(OL/GN)
sumber : www.nytimes.com

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Viktor Axelsen, Raja Olimpiade, Gantung Raket di Umur 32!

Viktor Axelsen, Raja Olimpiade, gantung raket di usia 32. Mengakhiri era emasnya...

ONE FN 43: Reis vs Takahashi Pimpin, 3 Laga Tambahan Bikin Panas!

ONE FN 43: Reis vs Takahashi pimpin duel! Plus 3 laga tambahan,...

Voli Putra Patriot Purworejo: Wakili Jateng di Kejurnas!

Voli Putra Patriot Purworejo sukses ukir sejarah! Mereka akan mewakili Jawa Tengah...

Rhys McKee: Lengkapi Lingkaran di Laga Alex Lohore!

Rhys McKee siap lengkapi "lingkaran" perjalanannya. Laga kontra Alex Lohore bukan sekadar...