Berikut adalah artikel yang ditulis ulang untuk garisfinish.com:
Will McKee Pindah ke PFL: Menggali Potensi di Luar UFC
Will McKee, petarung dengan rekor 14 kemenangan (semuanya dengan stoppage) tujuh kekalahan, dan satu hasil imbang, kini resmi bergabung dengan Professional Fighters League (PFL). Langkah ini diambil setelah ia dilepas oleh UFC untuk kedua kalinya dalam kariernya, menyusul kekalahan dari Axel Sola pada September lalu.
Terinspirasi Jejak Sahabat
Keputusan McKee ini tidak lepas dari pengaruh sahabat sekaligus rekan setimnya di Fight Academy Ireland, Paul Hughes, yang lebih dulu hijrah ke PFL. McKee memuji Hughes karena telah "memetakan" promosi tersebut dan memilih jalan yang berbeda menuju puncak, alih-alih hanya berorientasi pada kejayaan UFC.
“Saya sudah merasakan ‘gatal’ itu dalam karier saya, saya sudah dua kali mencapai UFC, tapi Paul Hughes adalah yang pertama keluar dari jalur konvensional dan mengambil jalan yang berbeda,” ungkap McKee. “Dia adalah pelopor, menempuh jalur yang tidak seharusnya kami ambil, katakanlah begitu. Tapi melihat apa yang dia lakukan dalam hal pengakuan dan bagaimana dia dihargai, sulit untuk melihat UFC sebagai satu-satunya jawaban ketika Anda melihat Paul mendapatkan segalanya dan lebih dari yang dia inginkan dari olahraga ini.”
Perubahan Lanskap dan Nilai Diri
McKee menambahkan bahwa lanskap MMA telah berubah drastis sejak ia berusia 15 tahun. Kini, ada lebih banyak pilihan bagi para petarung. Menurutnya, petarung bisa mengasah kemampuan di Eropa dan menghasilkan uang yang jauh lebih besar dibandingkan di UFC, meskipun UFC adalah organisasi global.
“Bagi saya, lanskapnya telah berubah sejak saya berusia 15 tahun, ada pilihan-pilihan berbeda; Anda bisa mengasah kemampuan di Eropa dan menghasilkan uang yang jauh lebih besar daripada di UFC yang merupakan organisasi global. Nasihat saya sekarang kepada petarung muda adalah dihargai dan mengetahui nilai Anda,” kata McKee. “Keluar dari UFC, saya menginginkan satu kata dan itu adalah kegembiraan. Saya ingin kontrak yang layak bagi saya dan arena yang masih memiliki nuansa malam besar, dan PFL bisa menawarkan semua itu kepada saya, jadi itu sangat mudah.”
Co-Main Event di Belfast: Kesempatan Emas
Paul Hughes sendiri sebelumnya dijadwalkan menjadi headline acara PFL di Belfast melawan Jay Jay Wilson, namun ia terpaksa menarik diri karena cedera lutut. Meski McKee mengaku "sedih" Hughes akan absen, ia berharap bisa unjuk gigi dan memberikan penampilan terbaiknya untuk publik Belfast.
“Ini sulit, tapi dia perlu menjaga cederanya dan saya perlu memanfaatkan hikmah di balik ini yang membuat saya menjadi *co-main event* di acara besar ini,” kata McKee. “Saya bisa menjadi petarung lokal dan memberikan pertunjukan yang layak bagi para penggemar. Saya merasa saya adalah orang yang tepat untuk tugas itu.”
Duel PFL Europe 1 2024 sendiri telah diagendakan akan berlangsung di SSE Arena Belfast pada Kamis, 7 Maret 2024. Will McKee akan tampil sebagai co-main event menghadapi Lucas Rios, menjanjikan pertarungan yang sengit. Untuk penggemar MMA di Indonesia, seluruh rangkaian acara PFL Europe 1 ini dapat disaksikan secara langsung melalui platform streaming Mola TV. Sesi main card diperkirakan akan dimulai pada Jumat dini hari, sekitar pukul 01.00 WIB.
Langkah Will McKee ke PFL tidak hanya menandai babak baru dalam kariernya, tetapi juga menegaskan tren bahwa UFC bukan lagi satu-satunya puncak yang harus dikejar oleh para petarung. Dengan PFL yang semakin berkembang, pilihan dan kesempatan bagi atlet MMA kini semakin beragam, menawarkan jalur alternatif menuju kesuksesan dan pengakuan di panggung dunia.
(OL/GN)
sumber : www.bbc.com
Leave a comment