Jordan dan Warren Williams keduanya adalah Pelatih Performa Level 3 yang terakreditasi oleh Australian Athletics. Warren bahkan juga memiliki akreditasi Level 3 khusus untuk Ultramarathon dan Trail Running. Berbasis di sekitar Centennial Park, Sydney, dan juga di Lintasan Atletik ES Marks di Kensington, program pelatihan mereka memiliki fokus yang jelas pada lari jarak menengah dan jarak jauh. Sesi latihan diadakan tujuh hari seminggu untuk mengakomodasi pelari dari berbagai tingkatan.
Selama sepuluh tahun terakhir, mereka telah melatih berdampingan. Kini mereka mendukung lebih dari 250 atlet yang tersebar di tiga kelompok terhubung:
-
Tim junior mereka, Up And Running, untuk atlet berusia enam tahun hingga tamat sekolah.
-
Komunitas dewasa mereka, The Run Squad, untuk segala usia dan kemampuan, termasuk pelari rekreasi dan kompetitif (banyak di antaranya rutin berlaga mulai dari jarak 5 km hingga ultramarathon).
-
Kelompok elite mereka, East Elite, yang menyatukan atlet SMA, mahasiswa, kategori terbuka (opens), dan master yang berkompetisi di tingkat negara bagian dan nasional.
Kemitraan Keluarga yang Memperkuat Model Kepelatihan
Jordan dan Warren menjalin kemitraan kepelatihan sebagai ayah dan anak. Dinamika ini memberikan keunggulan unik dalam model co-coaching mereka. Ada tingkat kepercayaan yang alami, nilai-nilai yang sama, dan pemahaman sehari-hari yang sulit diciptakan di sebagian besar tim pelatih. Mereka tahu cara berpikir satu sama lain, cepat membaca situasi, dan nyaman berdiskusi jujur tentang apa yang berhasil dan tidak.
Namun, kemitraan ini juga datang dengan tantangan yang tidak dihadapi banyak co-coach lain. Ketika terikat hubungan keluarga, mudah bagi diskusi kepelatihan merembet ke waktu pribadi, sehingga lebih sulit untuk ‘mematikan’ mode kerja. Perbedaan pendapat bisa terasa lebih personal, dan keakraban yang kuat terkadang dapat menimbulkan asumsi yang perlu diklarifikasi. Fakta bahwa mereka berhasil menjalin kemitraan ini selama satu dekade adalah bukti peran yang jelas, rasa saling menghormati, dan komitmen bersama untuk mendahulukan atlet.
Dalam program tersebut, tanggung jawab kepelatihan dibagi secara sengaja. Warren cenderung memimpin atlet termuda, memanfaatkan latar belakangnya sebagai guru sekolah, sementara Jordan mengarahkan pelatihan untuk junior yang lebih tua. Untuk kelompok dewasa dan elite, mereka bekerja berdampingan, merencanakan sesi bersama, dan memberikan pendekatan yang konsisten sepanjang minggu.
(OL/GN)
sumber : coachathletics.com.au
Leave a comment