Home Sepakbola Champions League

PSG Galactico Messi: Cuma Fantasi, Tak Juara UCL!

Champions League

PSG Galactico Messi: Cuma Fantasi, Tak Juara UCL!

Share
PSG Galactico Messi: Cuma Fantasi, Tak Juara UCL!
Share

Frank Leboeuf: PSG Lebih Tangguh Tanpa Kylian Mbappe, Real Madrid Perlu Waspada Keseimbangan Tim

Mantan juara Piala Dunia 1998, Frank Leboeuf, memberikan pandangannya yang tegas mengenai kepindahan Kylian Mbappe dari Paris Saint-Germain ke Real Madrid. Menurut Leboeuf, kepergian Mbappe justru membuat PSG lebih kuat dan memperingatkan Real Madrid akan potensi tantangan besar dalam membangun tim dengan banyak superstar.

Transformasi PSG Tanpa Bintang Individu

Ketika ditanya apakah Mbappe akan menyesal meninggalkan ibu kota Prancis untuk ibu kota Spanyol, Leboeuf menyatakan keraguannya bahwa PSG akan mampu memenangkan Liga Champions jika Mbappe tetap bertahan. Ia bahkan memuji strategi cerdik pelatih Luis Enrique yang berani melepas bintang-bintang seperti Neymar, Messi, dan Mbappe.

“Apakah Paris Saint-Germain akan memenangkan Liga Champions bersamanya? Itu pertanyaan utamanya. Orang-orang di Prancis berpikir tidak,” kata Leboeuf.

“Luis Enrique sangat cerdik. Bisakah Anda bayangkan dia menyingkirkan Neymar, Messi, dan Mbappe untuk memenangkan Liga Champions bersama Paris Saint-Germain? Ini banyak bicara tentang sepak bola.”

Leboeuf menekankan bahwa sepak bola bukan hanya tentang superstar, melainkan tentang chemistry antar pemain dan kerja sama tim. Ia menggambarkan bagaimana PSG sebelumnya terlihat seperti “tiga pemain di depan dan delapan pemain lainnya, tetapi bukan sebuah tim,” yang menyebabkan kekacauan dan kegagalan meraih gelar penting.

Menurut Leboeuf, begitu Mbappe pergi, Luis Enrique mampu menerapkan taktik yang memastikan setiap pemain bekerja dengan cara yang sama. Dalam waktu sekitar empat bulan, PSG berubah menjadi tim yang sangat solid dan dianggapnya sebagai salah satu yang terbaik di dunia, sebuah pencapaian yang ia ragukan bisa terjadi jika Mbappe masih di sana.

Pelajaran dari Era Galacticos Real Madrid

Leboeuf juga menarik perbandingan dengan pengalaman Real Madrid di awal tahun 2000-an, ketika mereka mengumpulkan “Galacticos” seperti David Beckham, Zinedine Zidane, dan Ronaldo. Ia mencatat bahwa tim tersebut kesulitan meraih banyak gelar karena terlalu banyak superstar.

“Satu superstar saja sudah sulit, dua superstar menjadi tidak mungkin, dan tiga superstar hanyalah fantasi,” jelas Leboeuf.

Kini, Real Madrid kembali akan memiliki trio bintang dengan Jude Bellingham, Vinicius Junior, dan Kylian Mbappe. Leboeuf memperingatkan bahwa menempatkan mereka di lapangan dan membangun tim di sekitar mereka akan menjadi tugas yang sangat sulit. Ia bahkan menyebutkan bagaimana manajer seperti Xabi Alonso pun saat ini menghadapi perjuangan dalam konteks membangun tim.

Baca juga:  Absen Sebulan! Dani Olmo Minggir karena Bahu Geser.

Leboeuf menyimpulkan bahwa sepak bola tidak bekerja dengan cara yang mengutamakan individu di atas kolektif. Tantangan terbesar bagi Real Madrid adalah mengintegrasikan Mbappe tanpa mengorbankan keseimbangan dan chemistry tim yang telah membawa mereka sukses.

(LC/GN)
sumber : www.goal.com

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Jadwal Liga Utama, Undian Eropa, dan Laga Piala Seru!

Jadwal Liga Utama mempersembahkan pertarungan seru, sementara undian Eropa menambah ketegangan. Siapkan...

FC Porto Capai 28 Besar Liga Champions, Tiga Klub Lebih Hebat!

FC Porto berhasil melaju ke 28 besar Liga Champions, meski harus bersaing...

Eksklusif: Senderos ungkap Arsenal hati-hati setelah final Liga Champions.

Senderos mengungkapkan bahwa Arsenal bersikap hati-hati setelah mengalami kekalahan di final Liga...

VIDEO 💫 From Yamal to Vušković: Who will replace Messi and Ronaldo?

Judul: 💫 Dari Yamal ke Vušković: Siapa yang Akan Menggantikan Messi dan...