FC Porto Kembali ke Liga Champions setelah Dua Tahun
FC Porto akan kembali ke Liga Champions setelah dua tahun absen dari kompetisi bergengsi ini, menandai keikutsertaan mereka yang ke-28. Di Eropa, hanya ada tiga klub yang lebih sering tampil di ajang ini: Bayern Munich dengan 29 penampilan, serta Real Madrid dan Barcelona yang masing-masing memiliki 30 penampilan. Absen selama dua tahun ini, yang belum pernah terjadi sejak 1992, mengakibatkan Porto kehilangan posisi ketiga di klasemen klub dengan penampilan terbanyak.
Pengalaman Terbatas dalam Tim
Meski memiliki sejarah panjang, skuad saat ini memiliki pengalaman Liga Champions yang cukup terbatas. Pada tanggal 11 Juni, dan dengan bursa transfer yang belum dibuka, saat ini hanya ada tujuh pemain dalam grup yang memiliki pengalaman bermain di kompetisi terbesar dunia. Zaidu memimpin dengan 28 pertandingan, diikuti oleh kapten Diogo Costa dengan 23 pertandingan, dan Pepê dengan 18. Kiwior memiliki 17 pertandingan bersama Arsenal, Alan Varela mencatatkan delapan pertandingan di penampilan terakhir Porto, Pablo Rosario enam pertandingan untuk PSV, dan Victor Froholdt dengan total 58 menit bermain di Liga Champions bersama Copenhagen pada tahun 2024. Secara total, grup ini memiliki 101 pertandingan di kompetisi, meskipun belum dapat dipastikan apakah beberapa pemain akan berpindah klub. Alan Varela dan Pepê, misalnya, sedang mendapatkan perhatian pasar transfer.
Pemain Berpengalaman Bergabung
Tetapi ada kabar positif: FC Porto telah mengamankan tanda tangan pemain yang berpengalaman di Liga Champions, André Silva, yang diperkirakan akan diumumkan segera. Ia memiliki 28 pertandingan di ajang ini. Secara teoritis, jika Thiago Silva tetap berada di skuad, ia akan menambah 105 pertandingan, sementara skuad yang kurang berpengalaman di edisi terakhir Liga Champions hanya mencatatkan 101 pertandingan secara keseluruhan, seperti yang terjadi dengan Kairat Almaty dari Kazakhstan.
Pengalaman Sepanjang Karir dan Debut
Tentunya, angka-angka ini harus dilihat dalam konteks. Contohnya, Jan Bednarek. Hingga musim lalu, ia belum pernah terlibat dalam kompetisi klub Eropa, namun kini ia menjadi salah satu sosok kunci di ruang ganti berkat pengalaman dan kepemimpinannya. Dia akan melakukan debutnya di Liga Champions meski telah mencatatkan dua penampilan di Piala Dunia, yang merupakan pencapaian yang jauh lebih sulit.
Persiapan Pelatih dan Tim
Debut juga akan dirasakan di bangku pelatih. Francesco Farioli telah berbicara mengenai hal ini. “Saya telah berbicara dengan pelatih yang pernah berpartisipasi dan mereka semua mengatakan bahwa ini adalah olahraga yang berbeda, dengan tuntutan yang berbeda. Level pemain dan pelatih ada di level tertinggi,” ujar manajer FC Porto ini. Victor Froholdt juga menunjukkan antusiasmenya untuk mengalami Liga Champions secara penuh: “Saya hanya memiliki satu pertandingan Liga Champions dalam CV saya, jadi saya sangat ingin bermain di seluruh kampanye Liga Champions dengan FC Porto. Ini adalah turnamen terbesar di Eropa. Kami sangat menantikannya. Mengetes kemampuan kami di level ini adalah sesuatu yang sangat kami inginkan sebagai tim, namun juga secara individu.”
Kesimpulan
Semangat positif ini diharapkan dapat menjadi dorongan baru bagi FC Porto dalam tahap baru dari proyek yang mereka rencanakan. Musim lalu, tim ini pun belum meraih gelar juara nasional dan memiliki banyak pemain dalam situasi yang sama. Kembalinya Porto ke Liga Champions diharapkan dapat memberikan tantangan baru sekaligus memperkuat pengalaman tim.
(LC/GN)
sumber : onefootball.com
Leave a comment