Liu Mengyang Kejutkan Dunia: Hajar Tawanchai dalam 52 Detik, Langsung Tantang Superbon!
Sensasi striking asal Tiongkok, Liu Mengyang, akhirnya buka suara setelah kemenangan TKO mengejutkan hanya dalam 52 detik atas Juara Dunia Muay Thai Featherweight ONE, Tawanchai PK Saenchai. Pertarungan itu berlangsung di ajang ONE Friday Fights 137 pada Jumat, 19 Desember 2025, di Lumpinee Stadium, Bangkok, Thailand.
Liu Mengyang, petarung berusia 22 tahun dari Shunyuan Fight Club, berhasil mencatatkan salah satu upset terbesar tahun 2025. Ia secara sistematis menyerang kaki depan sang juara asal Thailand dengan tendangan brutal sebelum melayangkan pukulan penutup yang membuat Tawanchai, yang baru saja menjadi seorang ayah, tidak dapat melanjutkan pertarungan kickboxing kelas featherweight tersebut.
Dalam kesempatan pasca-pertarungan, Liu Mengyang membahas persiapannya, menyatakan keprihatinannya atas cedera sang lawan, dan tanpa ragu langsung menantang Juara Dunia Kickboxing Featherweight ONE saat ini, Superbon, untuk merebut takhta divisi tersebut.
Kemenangan cepat di ONE Friday Fights 137 ini menutup kalender ONE Championship 2025 dengan performa yang menegaskan Liu Mengyang sebagai ancaman serius bagi hierarki yang sudah mapan di divisi tersebut.
Liu Mengyang Beberkan Strategi Calf Kick Mematikan di ONE Friday Fights 137
Berbicara mengenai rangkaian penyelesaian yang mengguncang dunia seni bela diri di ONE Friday Fights 137, Liu Mengyang mengungkapkan fokusnya yang terhitung dalam menyerang kaki depan Tawanchai. Ia juga menyampaikan kekhawatirannya terhadap sang juara Thailand menyusul cedera yang mengakhiri pertarungan mereka. Striker Tiongkok itu menggambarkan mendengar dampak tendangan yang menandakan strateginya berhasil, sambil mengungkapkan perasaan campur aduk mengenai hasil dramatis tersebut.
“Saya merasakan suara yang sangat renyah. Kakinya terlalu kurus. Mungkin kaki saya terlalu kuat,” kata Liu Mengyang. “Saya merasa sangat senang dan sangat bersemangat, tetapi pada saat yang sama saya sedikit khawatir tentang Tawanchai. Saya melihat kakinya cedera dan saya sedikit khawatir. Saya harap dia bisa segera pulih.”
Strategi serangan kaki yang sistematis ini terbukti sangat efektif. Liu mendaratkan beberapa tendangan ke kaki depan bintang Thailand itu sebelum tendangan betis (calf kick) terakhir menjatuhkan Tawanchai, yang tidak dapat berdiri dan melanjutkan pertarungan. Penyelesaian cepat ini mengejutkan para penggemar yang mengharapkan pertarungan kompetitif di ONE Friday Fights 137 antara dua striker berbakat.
Terungkap: Cetak Biru KO Liu Mengyang Sebelum Pertarungan ONE Friday Fights 137
Liu mengungkapkan game plan spesifiknya saat memasuki pertarungan utama ONE Friday Fights 137. Ia menjelaskan bahwa dirinya telah mengidentifikasi tiga teknik berbeda yang mampu mengalahkan juara Muay Thai tersebut. Persiapan petarung Tiongkok ini menunjukkan kecanggihan yang terencana dengan baik, jauh melampaui sekadar berharap mendaratkan pukulan signifikan dalam pertukaran serangan.
“Saya menyiapkan tiga teknik sebelum pertarungan. Satu adalah tendangan betis (calf kick), yang lain adalah tendangan ke perut, dan yang terakhir adalah pukulan. Sebelum pertarungan, saya berpikir bahwa salah satu dari tiga teknik ini akan membuatnya knock out,” jelas Liu.
Pengungkapan bahwa ia dengan tepat memprediksi tendangan kaki akan menghasilkan knock out menunjukkan studi film dan kesadaran strategis yang membedakan kompetitor kaliber juara dari mereka yang hanya mengandalkan atribut fisik. Kemampuan Liu Mengyang untuk mengidentifikasi kerentanan dalam kuda-kuda Tawanchai dan mengeksekusi game plan dengan sempurna di bawah tekanan memvalidasi kesiapannya untuk kesempatan yang lebih besar.
Sang Penghancur Tiongkok Tantang Superbon untuk Sabuk Juara Setelah ONE Friday Fights 137

Tidak menyia-nyiakan waktu untuk memanfaatkan kemenangan bersejarahnya di ONE Friday Fights 137, Liu segera menantang Superbon untuk Kejuaraan Dunia Kickboxing Featherweight ONE. Seniman knockout asal Tiongkok ini merasa kemenangan ini telah memberinya hak tersebut.
“Saya pikir mengalahkannya sangat penting untuk karier saya karena pertarungan ini akan membuat saya lebih dekat dengan kejuaraan dan lebih dekat dengan impian saya,” kata Liu Mengyang. “Untuk pertandingan berikutnya, saya ingin sabuk itu, Superbon. Sabukmu! Sudah saatnya sabuk itu berada di pundakku!”
Tantangan berani ini menunjukkan kepercayaan diri yang didapat dari menghancurkan salah satu juara paling berprestasi di divisi tersebut. Rekor karier Liu yang kini mencapai 35-7 mencakup kemenangan spektakuler atas mantan Juara Dunia Kickboxing Featherweight Interim ONE, Masaaki Noiri, dalam debutnya di promosi tersebut, dan penghancuran Tawanchai yang mengejutkan di ONE Friday Fights 137. Pencapaian ini menegaskan posisinya sebagai contender yang sah dan layak dipertimbangkan untuk perebutan gelar.
(OL/GN)
sumber : mmasucka.com
Leave a comment