Home Olahraga Lainnya UFC Geger! Bos Dana White Wajib Bersaksi Kasus Antitrust.
Olahraga Lainnya

UFC Geger! Bos Dana White Wajib Bersaksi Kasus Antitrust.

Share
UFC Geger! Bos Dana White Wajib Bersaksi Kasus Antitrust.
Share

Dana White Diperintahkan Bersaksi di Sidang Anti-Monopoli UFC, Kasus Memanas!

Dana White bersiap untuk menghadapi persidangan saat tekanan hukum terhadap UFC terus meningkat. Seorang hakim federal telah memerintahkan bos promosi kawakan itu untuk bersaksi di bawah sumpah dalam gugatan anti-monopoli yang sedang berlangsung, sebuah kasus yang bisa membawa konsekuensi besar bagi perusahaan.

Putusan ini menempatkan White di pusat kasus yang telah berjalan bertahun-tahun. Perintah tersebut muncul selama rapat status kasus baru-baru ini, menandakan bahwa pengadilan semakin mendalami perselisihan yang belum terselesaikan terkait penanganan bukti dan perjanjian petarung. Dengan beberapa sidang dijadwalkan awal tahun depan, perhatian kini beralih dari pengajuan dan mosi ke kesaksian di bawah sumpah dari para pemimpin UFC.

Proses Hukum Memasuki Fase Kritis

Hakim Richard Boulware memerintahkan White untuk bersaksi dalam sidang spoliation yang dijadwalkan pada 4 dan 5 Februari. Wakil Presiden Kepatuhan Atlet dan Urusan Regulasi UFC, Tracy Long, juga dijadwalkan untuk bersaksi. Sidang tambahan pada 6 Januari akan membahas perselisihan penemuan bukti yang belum terselesaikan dan menentukan cakupan proses spoliation. Hakim juga menginstruksikan kedua belah pihak untuk mengajukan laporan status bersama yang menguraikan masalah penemuan bukti yang belum terselesaikan paling lambat 30 Desember tahun ini.

Spoliation mengacu pada penghancuran, pengubahan, atau hilangnya bukti yang relevan dengan suatu masalah hukum. Dalam kasus ini, pengadilan memeriksa apakah ada celah dalam catatan yang dihasilkan terkait pembayaran petarung dan diskusi kontrak. Ini juga akan mencakup data dari ponsel pribadi yang digunakan oleh White dan Long.

Gugatan Anti-Monopoli Berlarut-larut

Gugatan ini dipimpin oleh mantan petarung UFC Misha Cirkunov. Fokusnya adalah pada atlet yang menandatangani kontrak yang berisi klausul arbitrase atau pengabaian gugatan kelompok (class action). Kasus ini berusaha untuk mengatasi petarung yang berkompetisi mulai 1 Juli 2017 dan seterusnya serta menandatangani perjanjian yang membatasi kemampuan mereka untuk melakukan tindakan hukum kolektif.

Baca juga:  Dana White Depak Tiga Fighter UFC, Ada Prospek Belum Kalah!

Menurut gugatan tersebut, Cirkunov mengajukan kasus ini untuk menghindari penundaan dalam litigasi terkait dan untuk menantang keabsahan klausul-klausul tersebut. Pengajuan itu menyatakan bahwa tujuannya adalah untuk memastikan perjanjian arbitrase dan pengabaian gugatan kelompok dapat diputuskan dan berpotensi dibatalkan.

Sejarah Panjang Gugatan UFC

Perselisihan saat ini dibangun di atas sejarah panjang litigasi anti-monopoli yang melibatkan UFC. Gugatan sebelumnya yang dipimpin oleh Cung Le, meliputi petarung dari tahun 2010 hingga 2017, berakhir dengan kesepakatan penyelesaian $375 juta yang disetujui oleh Hakim Boulware. Kasus terpisah yang dipimpin oleh Kajan Johnson, mewakili petarung dari tahun 2017 hingga sekarang, tetap aktif.

UFC baru-baru ini berusaha membatasi kasus tersebut dengan berargumen bahwa beberapa petarung menandatangani klausul arbitrase atau pengabaian gugatan kelompok. Gugatan Cirkunov secara langsung menargetkan ketentuan-ketentuan tersebut, menuntut ganti rugi dan perintah untuk menghilangkan klausul semacam itu dari kontrak yang ada dan di masa mendatang.

White sebelumnya mempertanyakan imparsialitas Hakim Boulware dan membahas masalah ini secara publik. “Saya rasa saya tidak melakukan apa pun pada orang ini,” kata White awal tahun ini. “Tapi tidak ada keraguan sedikit pun dalam pikiran saya bahwa ini terasa sangat personal… apa pun itu dengan orang ini, kami akan membiarkan pengacara yang menanganinya.”

Kini, prosesnya berlanjut di pengadilan. Perkembangan kasus ini akan sangat dinantikan mengingat dampaknya yang bisa merombak struktur kontrak dan kompensasi bagi para petarung UFC di masa depan, serta bagaimana promosi tersebut akan beroperasi secara keseluruhan.

(OL/GN)
sumber : timesofindia.indiatimes.com

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

ONE FN 43: Reis vs Takahashi Pimpin, 3 Laga Tambahan Bikin Panas!

ONE FN 43: Reis vs Takahashi pimpin duel! Plus 3 laga tambahan,...

Voli Putra Patriot Purworejo: Wakili Jateng di Kejurnas!

Voli Putra Patriot Purworejo sukses ukir sejarah! Mereka akan mewakili Jawa Tengah...

Rhys McKee: Lengkapi Lingkaran di Laga Alex Lohore!

Rhys McKee siap lengkapi "lingkaran" perjalanannya. Laga kontra Alex Lohore bukan sekadar...

Menpora Angkat Jempol: Papua, Pabrik Bintang Sepak Bola!

Menpora angkat jempol! Papua diakui sebagai "pabrik bintang sepak bola". Ini bukti...