Home Olahraga Lainnya Ibragimov (MU & MMA): Apa Impian Mereka?
Olahraga Lainnya

Ibragimov (MU & MMA): Apa Impian Mereka?

Share
Ibragimov (MU & MMA): Apa Impian Mereka?
Share

Dari Arena Gulat Dagestan ke Lapangan Hijau Old Trafford: Kisah Amir Ibragim dan Warisan Kekuatan Keluarga

Dagestan, sebuah wilayah di selatan Rusia, kini memiliki status mistis di kalangan penggemar olahraga tarung. Bukan tanpa alasan, daerah ini telah melahirkan sejumlah juara UFC dalam beberapa tahun terakhir, menciptakan reputasi sebagai lumbung petarung tangguh.

Wilayah ini memang memiliki tradisi gulat yang panjang, berkembang pesat dalam gaya Sambo dan menghasilkan banyak juara Olimpiade serta dunia di disiplin tersebut. Kesuksesan seperti ini tentu bukan kebetulan. Anak-anak di Dagestan sering didorong untuk menggeluti olahraga tempur, khususnya gulat, hampir sejak mereka mampu berdiri di atas kedua kaki mereka.

Warisan Gulat Membentuk Bintang Muda

“Ketika saya masih kecil, ayah saya selalu mengatakan kepada saya dan adik-adik saya bahwa kami harus kuat, pertama untuk melindungi diri sendiri, keluarga, dan teman-teman Anda,” kenang Ibragim.

“Jadi, kami semua terbiasa bertarung, dan itulah mengapa semua orang tahu cara bertarung di Dagestan. Itu bukan kejutan.”

Pola pikir inilah yang turut membentuk fondasi bagi Amir Ibragim, salah satu talenta muda paling menjanjikan di sepak bola Inggris saat ini. Pengalaman Amir dalam gulat, sebelum ia sepenuhnya beralih ke sepak bola, terbukti sangat berpengaruh.

“Amir adalah pegulat yang sangat bagus. Anda bisa melihat transisi dari gulat ke sepak bola; jelas, itu sangat membantu adik-adik saya,” tambah Ibragim.

“Beberapa pemain sepak bola yang ia hadapi tidak memiliki dasar yang sama dengannya. Itulah mengapa ia kekar, kuat, dan sangat kompetitif – karena gulat.”

Jalur Menuju Manchester United

Kekuatan fisik dan mental yang diasah dari gulat terbukti membantu Amir beradaptasi di lingkungan sepak bola yang kompetitif. Pada usia sembilan tahun, ia sudah ditempa di Sheffield United. Tanpa menyadari usianya, para pelatih kala itu mengelompokkannya dengan anak-anak yang lima tahun lebih tua.

Baca juga:  Joe Rogan: Ateba Gautier 'Ngeri Abis', Masa Depan UFC!

Amir sama sekali tidak gentar dengan kesalahan tersebut. Ia lebih dari nyaman bersaing dengan pemain yang lebih tua berkat pengalaman gulatnya yang memberinya kekuatan dan ketahanan. “Mereka mengira Amir dan saya seumuran, rupanya,” kata Ibragim, mengenang kejadian unik itu.

Amir akhirnya direkrut, bersama dua adik laki-laki Ibragim lainnya, Gazik dan Muhammad. Namun, keluarga itu tidak lama menetap di South Yorkshire. Hanya beberapa minggu setelah bergabung dengan Sheffield United, bakat Amir terendus oleh Manchester United, yang akhirnya membuatnya pindah melintasi Pennines.

“Mereka bermain melawan Manchester United di sebuah turnamen dan Amir mencetak gol tendangan bebas yang brilian,” tutur Ibragim.

“Salah satu pemandu bakat mereka melihatnya bermain dan langsung memilihnya.”

Generasi Penerus di Old Trafford

Enam tahun setelah bergabung dengan klub Old Trafford, pada usia 15 tahun, Amir Ibragim membuat sejarah. Ia menjadi salah satu pemain termuda dalam sejarah klub yang berlatih dengan tim utama, sebuah kesempatan langka yang ia dapatkan pada April 2023.

“Tahukah Anda apa yang dia katakan kepada saya? ‘Di sinilah tempat saya’,” ungkap Ibragim, bangga.

“Bisakah dia menjadi pemain tim utama untuk Manchester United? 100%. Mereka harus membiarkan semua pemain muda bermain sekarang.”

“Saya tidak berpikir mereka akan bermain lebih buruk dari pemain tim utama. Saya pikir para pemain muda lebih lapar dari pemain tim utama saat ini.”

Sejak itu, adik-adik Amir, Gazik dan Muhammad, yang terakhir sempat berada di akademi Manchester City, juga mengikuti jejaknya ke Manchester United. Ini semakin mengukuhkan keluarga Ibragim sebagai dinasti sepak bola yang sedang naik daun di Old Trafford.

“Gazik, anak ini berbakat,” tambah Ibragim, penuh keyakinan.

“Dia belajar segalanya lebih cepat dari yang lain. Dia bek yang bagus. Dia akan menjadi seperti Rio Ferdinand baru untuk Man United.”

Kisah keluarga Ibragim adalah bukti nyata bagaimana warisan budaya dan disiplin dari Dagestan dapat membentuk atlet dengan fondasi yang kuat, tidak hanya di arena gulat, tetapi juga di lapangan hijau sepak bola elit dunia. Dengan bakat dan semangat juang yang diwarisi, bukan tidak mungkin kita akan melihat ketiga bersaudara ini menjadi pilar masa depan Manchester United.

Baca juga:  Liu Mengyang Tantang Tawanchai: Jangan Kabur, Bakal Panas!

(OL/GN)
sumber : www.bbc.com

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Moicano Bikin Geger di UFC Vegas 115, Duncan Takluk!

Moicano bikin geger UFC Vegas 115! Ia tampil perkasa dan berhasil menaklukkan...

Langsung Olahraga, Tanpa Ribet!

Jangan tunda lagi! Olahraga tak perlu ribet. Mulai saja dengan gerakan sederhana,...

Leander Paes: Mimpi Olimpiade India di Setiap Servenya.

Leander Paes: Tiap servisnya adalah denyut nadi harapan Olimpiade India. Legenda tenis...

Nikhat Tinju ke Semifinal, Sheetal Panahan Para Pimpin Panen Medali!

Nikhat maju ke semifinal tinju! Sementara itu, Sheetal dari panahan para memimpin...