Liu Mengyang Siap Tempur, Nantikan Duel Kickboxing Lawan Tawanchai PK Saenchai
Pukulan sensasional dari Tiongkok, Liu Mengyang, akhirnya akan melakoni pertarungan yang sudah lama dinanti. Setelah penantian panjang, petarung berusia 22 tahun ini siap menghadapi juara dunia bertahan ONE Featherweight Muay Thai, Tawanchai PK Saenchai, dalam duel kickboxing kelas bulu yang sangat diantisipasi.
Laga utama yang bertajuk ONE Friday Fights 137: Tawanchai vs. Liu ini dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 19 Desember, disiarkan secara langsung dari Lumpinee Stadium di Bangkok, Thailand.
Pertemuan ini sejatinya sudah hampir terjadi tiga bulan lalu. Liu dan Tawanchai awalnya direncanakan berhadapan di ONE Friday Fights 126, namun petarung Thailand itu terpaksa mundur karena cedera, yang sempat membuat striker Tiongkok tersebut kecewa namun memahami situasinya.
Berbicara kepada garisfinish.com jelang pertarungan ulang mereka, Liu Mengyang mengenang reaksinya saat duel perdana batal.
Ia mengatakan:
“Saya paham bahwa segala sesuatu bisa terjadi selama masa persiapan. Waktu itu saya sempat mengeluarkan beberapa komentar tentang dia, tepat setelah saya mendengar dia mundur dari pertarungan, dan itu hanya beberapa hari sebelum duel saya dengan Shadow [Singha Mawynn]. Tapi saya tidak semarah kedengarannya.”
Liu menyalurkan kekecewaannya menjadi performa dominan saat melawan petarung top Thailand, Shadow, pada September lalu. Ia meraih kemenangan telak yang tidak hanya mengembalikannya ke jalur kemenangan setelah kekalahan tipis via split decision dari Mohammad Siasarani pada April, tetapi juga menjaga namanya tetap menjadi sorotan.
Ketika ONE akhirnya mengkonfirmasi duel ulang melawan Tawanchai untuk 19 Desember, kegembiraan Liu terasa jelas. Kesempatan menghadapi raja Muay Thai dalam laga kickboxing mewakili momen penting dalam karier yang diimpikan oleh petarung muda.
Striker Tiongkok itu mengingat kembali reaksinya saat mendengar kabar tersebut:
“Ketika saya menerima pesan itu, saya sangat senang karena saya memang butuh pertarungan ini. Saya berpikir, ‘akhirnya, kamu tidak bisa lari dariku lagi.’ Saya sangat bersemangat.”
Dengan rekor karier 34-7 termasuk dua kemenangan di ONE Championship, Liu telah membuktikan kemampuannya melawan kompetisi elit. Debut promosinya melihatnya mengejutkan Masaaki Noiri dengan kemenangan unanimous decision, segera menempatkan dirinya sebagai ancaman nyata di divisi kickboxing kelas bulu.
Liu Mengyang vs. Tawanchai: Perbandingan Kekuatan
Dikenal karena keunggulan pukulannya dan ketenangan di bawah tekanan, Liu membawa gaya pertarungan yang akan memberikan kontras menarik dengan pendekatan Muay Thai Tawanchai.
Petarung Thailand berusia 26 tahun itu memiliki rekor promosi 10-2 dengan total 134 kemenangan sepanjang karier. Namun, laga kickboxing terbarunya berakhir dengan kekalahan TKO ronde ketiga dari Noiri, yang kemudian merebut gelar ONE Interim Featherweight Kickboxing World Title.
Meskipun menghadapi salah satu juara dunia paling berprestasi di olahraga ini, Liu tetap menaruh rasa hormat yang mendalam terhadap kemampuan lawannya dan tontonan yang dijanjikan oleh duel mereka.
Kickboxer itu berkata:
“Tawanchai adalah lawan yang bagus, sangat menantang. Ini akan menjadi pertarungan yang sangat teknis, tetapi yang terpenting, dia adalah penyerang yang bersih.
Dia melancarkan KO dengan gaya. Jadi kami akan memberikan pertarungan paling menghibur malam itu kepada para penggemar. Hanya itu yang saya pedulikan.”
Liu Mengyang Yakin Unggul dari Tawanchai
Liu Mengyang telah mempelajari Tawanchai PK Saenchai secara ekstensif, dan meskipun ia mengakui kemampuan hebat petarung Thailand itu, ia yakin memiliki keuntungan krusial yang akan menjadi penentu pada 19 Desember.
Reputasi Tawanchai sebagai penendang yang mematikan, yang telah membuat banyak lawan tak berdaya dengan tendangan kakinya yang kuat, sudah sangat mapan. IQ pertarungannya dan kehebatan teknisnya juga menjadikannya salah satu striker paling berbahaya di ONE.
Namun, Liu tetap tidak gentar dengan senjata paling ditakuti rivalnya. Berbicara tentang penilaian taktisnya terhadap pertarungan tersebut, ia menawarkan analisis percaya diri tentang lawannya.
Liu menjelaskan:
“Dia memulai dengan cepat dan memukul dengan keras. Sejujurnya, saya tidak melihat kelemahan yang jelas pada dirinya. Senjata terbesar Tawanchai adalah tendangannya, tetapi itu bukan ancaman bagi saya.
Saya memiliki keunggulan dari semua sudut melawannya, secara mental dan fisik. Pengalaman boxing dan kickboxing saya jauh di atasnya.”
Klaim bahwa tendangan Tawanchai yang mematikan tidak menimbulkan ancaman adalah pernyataan yang berani, terutama mengingat rekornya dalam mengakhiri lawan dengan pukulan-pukulan tersebut. Namun, kepercayaan diri Liu berasal dari latar belakang kickboxing-nya yang luas dan keyakinan bahwa boxing-nya yang superior akan menciptakan masalah yang belum pernah dihadapi oleh spesialis Muay Thai tersebut.
Saat gelaran ONE terakhir tahun ini mendekat, Liu memahami besarnya kesempatan di hadapannya. Kemenangan atas Tawanchai dalam pertarungan kickboxing akan mendorongnya ke dalam perebutan gelar Juara Dunia dan menjadikannya salah satu talenta utama di divisi tersebut.
Atlet Tiongkok itu membuat prediksinya tentang bagaimana pertarungan akan berjalan, dan itu sama beraninya dengan penilaiannya terhadap tendangan Tawanchai.
Liu menyatakan:
“Saya yakin kami berdua mencoba membuktikan sesuatu dalam pertarungan ini. Seseorang akan terkapar di kanvas, tapi itu bukan saya. Jika saya mengalahkan Tawanchai, itu mungkin akan menjadi titik balik dalam karier saya.”
(OL/GN)
sumber : www.onefc.com
Leave a comment