Home Olahraga Lainnya 5.468 Hari Berlalu! Inggris Sikat Australia dalam 2 Hari di Ashes 2025!
Olahraga Lainnya

5.468 Hari Berlalu! Inggris Sikat Australia dalam 2 Hari di Ashes 2025!

Share
5.468 Hari Berlalu! Inggris Sikat Australia dalam 2 Hari di Ashes 2025!
Share

Inggris Patahkan Puasa Kemenangan 15 Tahun di Australia, Sikat Tes Keempat di MCG

Inggris mengakhiri penantian hampir 15 tahun dengan memenangkan Tes Keempat Ashes di Melbourne Cricket Ground (MCG), setelah sukses mengejar target kemenangan pada hari kedua pertandingan. Setelah menggulirkan Australia dengan 132 run di babak kedua, Inggris mencapai target 175 run dengan sisa empat wicket.

Wakil kapten Harry Brook mencetak run kemenangan, memicu perayaan liar dari Barmy Army, kelompok pendukung setia Inggris, yang sudah lama tidak merasakan kemenangan di Australia sejak Tes Tahun Baru pada tahun 2011.

Jalannya Pertandingan

Inggris, yang sebelumnya kesulitan, menunjukkan karakter kuat dalam pertandingan ini. Sementara Australia memulai hari kedua dengan Scott Boland dan Travis Head di crease, Head tampil lancar dan menjadi pencetak run tertinggi dengan 46. Namun, kejatuhannya memicu keruntuhan besar, di mana Australia kehilangan 3 wicket hanya dengan 6 run, membuka pintu bagi tim tamu.

Inggris sempat terancam mengalami kekalahan lagi ketika Gus Atkinson harus keluar lapangan karena cedera hamstring. Namun, upaya sensasional dari Brydon Carse (4-34), Josh Tongue, dan kapten Ben Stokes (3-24) berhasil membangkitkan semangat tim. Keputusan Inggris untuk memilih pemain muda Jacob Bethell juga terbukti tepat, karena ia menjadi top-skor dalam pengejaran run Inggris dengan 40 run yang mengalir lancar.

Bintang Pertandingan

Pemain cadangan Inggris, Josh Tongue, dinobatkan sebagai Player of the Match setelah berhasil mengumpulkan total tujuh wicket sepanjang dua babak pertandingan. Penampilannya yang luar biasa termasuk angka 5-45 di babak pertama pada hari pertama.

“Ini adalah impian yang menjadi kenyataan,” kata Tongue. “Mendapatkan lima wicket dan mencatatkan nama saya di papan kehormatan di sini, ini adalah perasaan yang sangat istimewa. Barmy Army luar biasa… sungguh perasaan yang luar biasa bermain di depan mereka. Saya berada dalam situasi sulit dengan tubuh saya, berpotensi pensiun, dan saya senang saya telah bekerja keras untuk kembali bermain untuk Inggris.”

Baca juga:  Pesta Emas, Lazio Semifinal, Panasnya Inter vs Juve!

Konteks Durasi Pertandingan

Pertandingan yang berakhir dalam dua hari ini, atau hanya dengan 852 bola, menjadikannya Tes terpendek ketiga di tanah Australia. Ini adalah Tes dua hari kedua dalam seri ini, setelah yang pertama terjadi di Perth Stadium pada pembuka seri bulan lalu. Kondisi ini menyoroti kualitas lapangan dan memberikan tekanan pada kurator di SCG untuk pertandingan final minggu depan di Sydney.

Steve Smith, perwakilan dari Australia, mengomentari kondisi lapangan setelah pertandingan. Ia menyatakan bahwa pitch “sedikit terlalu banyak” menguntungkan bowler. “Ini sulit dan tidak ada yang bisa benar-benar masuk. Ketika Anda melihat 36 wicket dalam dua hari, itu mungkin terlalu banyak,” ujarnya. Durasi pertandingan yang sangat singkat ini memicu beragam diskusi di kalangan penggemar kriket mengenai standar permainan dan kondisi lapangan.

Reaksi Pemain dan Pendukung

Kapten Inggris, Ben Stokes, menunjukkan rasa lega setelah kemenangan ini. Ia mengakui bahwa beberapa hari menjelang Tes sangat sulit, namun timnya mampu tetap fokus pada kriket. Stokes memuji pendekatan agresif timnya dalam mengejar target 175 run. “Cara kriket dimainkan, singkat dan tajam, sangat rumit,” katanya. “Kami berusaha mengambil pendekatan positif terhadap segalanya dan itu menguntungkan bowler. Jadi cara kami melakukannya hari ini adalah cara yang tepat untuk mengejar target itu.”

Joe Root turut memuji karakter tim Inggris. “Meskipun kalah dalam seri ini sangat mengecewakan, penting bagi kami untuk menunjukkan banyak karakter di sisa seri,” kata Root. Ia juga mengungkapkan rasa beruntungnya memiliki dukungan dari Barmy Army yang tak kenal lelah. Sementara itu, Jacob Bethell mengungkapkan perasaannya yang “sureal” bisa bermain bersama idolanya, Joe Root, dan bangga bisa memberikan dampak pada pertandingan krusial ini.

Baca juga:  Chloe Kelly: Pahlawan Euro Kok Malah Jadi Cadangan Timnas & Klub?

Selanjutnya di Seri Ini

Seri ini akan ditutup dengan Tes Tahun Baru di SCG yang dijadwalkan dimulai pada 4 Januari 2026. Pertandingan ini akan menjadi penentu penting dalam perjalanan kedua tim. Inggris menghadapi tantangan cedera pemain, dengan Gus Atkinson yang menjadi paceman ketiga yang cedera dalam tur ini, bergabung dengan Jofra Archer (cedera samping) dan Mark Wood (lutut) yang sudah absen dari seri. Kondisi ini tentu akan menjadi perhatian serius bagi manajemen tim Inggris menjelang pertandingan terakhir.

(OL/GN)
sumber : www.abc.net.au

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Masvidal Bakal Gebrak UFC, Siap Tantang McGregor?

Masvidal siap gebrakan UFC! Rumor kencang menyebut ia incar tantangan McGregor. Akankah...

Mendadak! Kuzmin Tantang Battbootti di ONE Fight Night 39!

Mendadak! Kuzmin secara mengejutkan menantang Battbootti. Duel seru siap ramaikan ONE Fight...

Resmi! Chiesa vs. Harris di UFC Fight Night 271.

Resmi! Chiesa vs. Harris siap beradu di UFC Fight Night 271. Jangan...

Kayla Harrison Mundur dari UFC 324, Pasca Operasi Leher Penuh Haru.

Kayla Harrison mundur dari UFC 324 pasca operasi leher. Keputusan penuh haru...