Seleksi Sulit Kanada: Celebrini Bersinar, Bedard dan Bennett Absen
Proses seleksi pemain untuk Tim Kanada selalu menjadi perhatian, dan edisi kali ini tidak berbeda. Manajer umum Tim Kanada, Armstrong, menghadapi banyak keputusan sulit dalam menyusun skuad terbaik, termasuk beberapa kejutan dalam daftar pemain yang terpilih.
Kematangan Celebrini dan Perannya yang Menonjol
Salah satu nama yang menarik perhatian adalah Celebrini. Meskipun usianya relatif muda, kematangannya di luar usianya menjadi faktor penting. “Mac cukup dewasa untuk usianya,” kata Warsofsky, menyoroti kapasitas mental sang pemain muda.
Ketika ditanya apa yang mungkin menempatkan Celebrini di atas kandidat lain untuk Tim Kanada, Warsofsky menjelaskan, “Saya pikir cara dia memainkan ‘200-foot game’, bagaimana dia bertahan, cara dia bersaing memperebutkan keping, seberapa fisiknya dia, saya pikir itulah yang mungkin membedakannya.” Ini menunjukkan bahwa Celebrini bukan hanya pencetak gol, tetapi juga pemain yang lengkap dan bertanggung jawab di kedua ujung lapangan.
Keputusan Sulit: Bedard, Schaefer, dan Horvat
Menjelang pengumuman skuad, ada banyak spekulasi mengenai masuknya Bedard dalam tim. Bedard sebelumnya menempati posisi ketiga di NHL dengan 44 points (19 goals, 25 assists) dalam 31 pertandingan sebelum mengalami cedera tubuh bagian atas pada 12 Desember, yang membuatnya absen ‘week to week’.
Armstrong menegaskan bahwa cedera tersebut tidak terlalu memengaruhi peluang pemain berusia 20 tahun itu. “Sejujurnya namanya ada di sana sampai detik terakhir,” kata Armstrong tentang Bedard, menambahkan bahwa Scheifele juga berada dalam kategori itu. “Namun saya pikir kenyataannya adalah, ada begitu banyak pemain bagus, dan kami hanya harus membuat keputusan yang sulit.”
Di sisi lain, inklusi Schaefer menjadi kejutan yang menyenangkan. Armstrong bahkan tidak pernah membayangkan defenseman berusia 18 tahun ini akan masuk dalam pertimbangan di awal musim. “Saya terkejut betapa cepatnya dia masuk ke dalam pembicaraan kami dan itu adalah penghargaan untuknya,” kata Armstrong tentang pemain yang terpilih sebagai pilihan No. 1 oleh Islanders dalam NHL Draft 2025. “Islanders dan hoki sangat beruntung memiliki pemain seperti dia yang akan datang.”
Keputusan lain yang menimbulkan pertanyaan adalah pemilihan Horvat dibandingkan Jarvis. Ini bisa jadi merupakan dampak dari cedera tubuh bagian atas yang dialami forward Hurricanes itu saat melawan Panthers pada 19 Desember. Jarvis, yang mencetak satu assist dalam tiga pertandingan untuk Kanada di 4 Nations, berada di urutan kedua dalam goals untuk Carolina dengan 19 saat cedera dan juga berstatus ‘week to week’. Armstrong membenarkan pemilihan Horvat dengan mengutip kemampuannya dalam face-off dan chemistry-nya saat bermain di sayap MacKinnon pada Worlds 2025, sebagai dua kunci pemilihannya.
Kejutan Absennya Bennett
Pada akhirnya, kejutan terbesar mungkin adalah tidak masuknya Bennett. Pemain berusia 29 tahun itu mencetak gol kedua Kanada yang memaksa pertandingan berlanjut ke overtime di final 4 Nations, lalu mencetak 22 points (15 goals, tujuh assists) dalam 23 pertandingan postseason untuk membantu Panthers memenangkan Stanley Cup kedua berturut-turut.
Sekilas, peran fisik Bennett tampaknya telah diambil alih oleh Wilson yang berpostur 6 kaki 4 inci (sekitar 193 cm) dan berat 225 pon (sekitar 102 kg). Gaya bermain pekerja keras Wilson di sudut-sudut lapangan dan di depan gawang lawan menjadikannya target yang diincar para pejabat Tim Kanada sejak musim panas.
“Ini adalah proses yang sulit,” kata Armstrong. “Namun pada akhirnya kami membentuk tim terbaik yang kami rasa memiliki potensi untuk meraih kesuksesan.” Pernyataan ini menegaskan bahwa setiap keputusan dibuat dengan tujuan utama untuk membawa pulang gelar, meskipun itu berarti meninggalkan beberapa nama besar.
(OL/GN)
sumber : www.nhl.com
Leave a comment