Lakers Hadapi Masa Sulit Pasca Kekalahan Telak dari Pistons

Pelatih Lakers, JJ Redick, saat menghadapi Chicago Bulls di bulan Maret 2025
Los Angeles Lakers sedang mengalami masa sulit setelah kekalahan telak 128-106 dari Detroit Pistons pada malam Selasa. Kekalahan ini menambah deretan hasil buruk yang telah memperburuk kritik dari luar.
Dengan rekor 20-11, Lakers menghadapi tantangan besar, yang diperparah oleh cedera pemain dan ketidakstabilan lineup. Permasalahan serius lainnya adalah kesalahan sendiri, ditandai dengan turnover dan masalah defensif yang terus berulang.
Masih Mencari Identitas Tim
Pelatih JJ Redick menekankan bahwa tantangan untuk menemukan identitas tim masih jauh dari selesai. Pasca kekalahan dari Pistons, Redick mengakui bahwa Lakers belum menemukan ciri khas permainan mereka, terlihat jelas saat mereka kalah telak 74-44 di area paint.
“Kami masih berusaha menemukan identitas,” ujar Redick dalam konferensi pers setelah pertandingan. “Aliran lineup dan rotasi sangat menantang bagi semua orang, bukan hanya pelatih. Membangun identitas itu sulit. Tim kami tahun lalu berbeda, sehingga identitas kami pun akan berbeda. Kami tidak menemukan identitas itu hingga akhir Januari. Ini bukan hal yang tidak biasa.”
Redick mengingat pertemuan dengan Phil Jackson tahun lalu, yang mengatakan bahwa ia selalu tahu siapa timnya pada saat Thanksgiving. “Sulit untuk mengetahui hal itu dengan tim ini sekarang,” tambah Redick.
Meskipun pemain bintang seperti Luka Doncic, LeBron James, dan Austin Reaves menunjukkan performa baik, konsistensi tim masih menjadi masalah.
Injury dan Ketidakstabilan Lineup Memperumit Situasi
Injuries terhadap pemain kunci seperti Austin Reaves, Rui Hachimura, dan rookie Adou Thiero mengganggu rotasi dan membatasi irama permainan tim. Selepas cedera, Lakers kesulitan dalam menjaga koherensi permainan.
Dari segi statistik, masalah defensif Lakers sangat mengkhawatirkan. Saat ini, mereka menduduki peringkat ke-25 dalam defensive rating dengan angka 117.8, kontras dengan peringkat ofensif mereka yang berada di sepuluh besar. Dalam 15 pertandingan terakhir, Lakers memiliki defensi terburuk kedua di liga dengan 122.6, hanya lebih baik dari Utah Jazz.
Walau demikian, Doncic menolak narasi negatif seputar tim. Setelah kekalahan dari Pistons, ia menyatakan bahwa situasi yang ada masih dapat diatasi. “Kami 20-11, yang tidak terlalu buruk. Kami hanya dua atau tiga pertandingan dari peringkat kedua,” ungkap Doncic.
Dengan rekor 20-11, Lakers masih bertahan di jalur playoff, hanya tertinggal tiga pertandingan dari San Antonio Spurs yang menempati posisi kedua. Meski begitu, mereka hanya unggul dua pertandingan dari Phoenix Suns, yang berada di peringkat ketujuh.
Dengan cedera yang terus mengganggu dan performa yang masih fluktuatif, Redick menekankan pentingnya waktu bagi Lakers untuk menemukan identitas yang stabil. Ia menyampaikan pesan bahwa tim ini sedang dalam fase transisi, dan hasil jangka pendek mungkin tidak mencerminkan potensi jangka panjang mereka.
(BA/GN)
sumber : heavy.com
Leave a comment