Rob Pelinka Draft Pemain Sayap yang Salah Tiga Tahun Berturut-turut
Los Angeles Lakers mengalami kesulitan dalam tiga pengambilan draft terakhir, yang berdampak pada kedalaman tim saat berusaha membangun skuad yang kompetitif di sekitar Luka Doncic. Rob Pelinka, selaku GM, memilih Jalen Hood-Schifino pada 2023, pemain yang kini tidak lagi berada di NBA, menggantikan Jamie Jaquez Jr. Sementara pada 2024, pilihan jatuh ke Dalton Knecht alih-alih Tristan da Silva dan Ajay Mitchell. Terakhir, Pelinka memilih Adou Thiero di 2025, mengesampingkan Will Richard. Tiga pilihan tersebut masih belum memberikan kontribusi berarti, sementara pemain sayap lain justru berkembang di tim-tim pesaing.
Tantangan Pelinka dalam Pemilihan Pemain
Sejak menjabat sebagai pembuat keputusan utama di Lakers pada 2019, Pelinka telah mengalami kesulitan dalam melakukan draft. Meskipun sering melakukan perdagangan pilihan draft, pemilihan yang dilakukannya tidak membuahkan hasil positif. Hood-Schifino, yang diambil pada urutan ke-17, telah keluar dari NBA setelah dua musim. Knecht juga menunjukkan performa yang kurang memuaskan di tahun keduanya. Meskipun terlalu cepat untuk menilai Thiero, cedera yang dialaminya mulai menimbulkan kekecewaan.
Pentingnya Draft di Era Pajak Kedua
Pentingnya NBA Draft semakin meningkat di era pajak kedua. Tim-tim memerlukan kontrak yang terjangkau untuk tetap mengontrol pengeluaran mereka, yang membuat kesulitan Pelinka semakin berat. Sementara Sam Presti dengan sukses menemukan bakat dengan pilihan hand-picked yang terlambat, Lakers terus melakukan kesalahan, yang merugikan kedalaman tim.
Kesalahan Beruntun dalam Draft
Pelinka dan manajemen Lakers mengalami kesulitan besar dalam mengidentifikasi bakat baru. Saat ini, Knecht adalah draft pick LA yang bermain dengan menit terbanyak, rata-rata 13,2 poin per game, meskipun ia sering keluar masuk rotasi. Ini bukan prestasi yang mengesankan untuk seorang pemain berusia 24 tahun di tahun kedua dengan masalah defensif yang signifikan.
Hanya Max Christie yang Berhasil
Pelinka telah menjadi manajer umum selama tujuh draft, dan satu-satunya pemilihan yang berhasil yaitu Max Christie. Sayangnya, Lakers mengirimnya ke Dallas dalam kesepakatan untuk Luka Doncic, dan kini Christie secara cepat berkembang menjadi pemain sayap 3-and-D yang ideal. Hal ini menunjukkan bahwa Pelinka sebenarnya mampu melakukannya, tetapi kesalahan di tiga draft terakhir telah merusak reputasinya.
Potensi Austin Reaves
Pelinka juga berhasil merekrut Austin Reaves sebagai pemain tanpa draft yang kini berkembang menjadi bintang. Kontrak murahnya bisa membantu Lakers menambah talenta pada offseason 2026, tetapi Lakers memerlukan lebih banyak kontrak serupa untuk bersaing dengan tim-tim terbaik di Wilayah Barat.
Perlu Perubahan Strategi
Pent ing bagi Pelinka untuk mengubah pendekatannya ke depan. Ia tidak dapat terus menerus melakukan perdagangan untuk setiap pilihan draft. Lakers membutuhkan bakat muda untuk mendukung daya saing tim. Will Richard kini langsung membantu Warriors sebagai pilihan putaran kedua yang terlambat, begitu juga Cam Spencer dan Quentin Post dari draft 2024. Talenta hadir, dan LA harus mulai menemukannya.
Pentingnya Memperbaiki Skor Tim
Los Angeles Lakers memiliki pemilik baru, dan ini mungkin menjadi kontribusi terbesar Mark Walter. Tim perlu staf scouting baru dan memanfaatkan draft secara maksimal. Sejak Pelinka menjabat, hal ini belum terjadi, dan mendapatkan satu atau dua pilihan yang tepat akan sangat penting saat Lakers mencari pemain peran dan kedalaman untuk mendukung bintangnya. Memperbaiki masalah ini harus menjadi prioritas utama Walter agar Lakers bisa menjadi tim yang diperhitungkan seperti Dodgers. Mari kita lihat apakah ia dapat mewujudkan hal ini.
(BA/GN)
sumber : lakeshowlife.com
Leave a comment