Amorim Kurangi Kebebasan Pemain
Penulis: Umir Irfan
Koresponden Taktik Sepak Bola
Pendahuluan
Pelatih asal Portugal, Amorim, terlihat sebagai pelatih yang lebih mengutamakan sistem daripada fokus pada para pemainnya. Dia memasuki kursi kepelatihan dengan visi jelas mengenai bentuk permainan dan peran masing-masing pemain dalam sistem tersebut.
Fokus pada Sistem
Amorim meminta para pemainnya untuk mempelajari sistem yang ia terapkan meskipun mereka mungkin tidak cocok untuk peran yang diharapkannya. Ia enggan untuk menyesuaikan sistemnya dengan kekuatan individu pemain, dan keputusan ini menjadi sumber kesulitan bagi tim selama masa kepelatihannya.
Formasi dan Taktik
Ketika bergabung, Amorim mewarisi skuad yang dibangun untuk bermain dengan formasi back four berbasis penguasaan bola. Ia memilih menggunakan formasi 3-4-3 ketika menguasai bola, mendorong permainan langsung, namun terkadang mengorbankan penguasaan bola.
Amorim menginginkan bek sayapnya maju dan terlibat dalam serangan saat tim memiliki bola, sambil menekan lawan dengan agresif ketika kehilangan penguasaan. Ini membuat para bek belajar peran baru, yang seringkali mengharuskan mereka berada di hapan lawan sebagai upaya menciptakan peluang atau menekan pemain yang mereka jaga.
Tantangan dalam Posisi Pemain
Dalam sistem yang ideal, Amorim menerapkan wingback menyerang di sisi yang berlawanan dengan kaki kuat mereka, yang membuat Amad berperan aktif dalam serangan. Namun, secara defensif, ia menghadapi kesulitan dalam posisi barunya. United juga kekurangan bek kiri yang sesuai dengan kriteria Amorim, sehingga berbagai pemain terpaksa diposisikan di posisi tersebut.
Hal yang sama dapat diterapkan pada sebagian besar posisi dalam sistem Amorim, di mana pemain yang tidak direkrut tidak selalu merupakan pilihan ideal.
Kebebasan Pemain yang Terkikis
Amorim juga melatih para pemain untuk mengikuti rutinitas umpan tertentu, yang berujung pada kebosanan dan mengurangi kebebasan pemain di lapangan. Ketidakmauannya untuk menyesuaikan sistemnya membuat pelatih lawan dapat menemukan cara untuk menekan United dan memanfaatkan ruang kosong yang sama dalam serangan.
Dampak bagi Tim
Kebijakan yang terlalu rigid dari Amorim berpotensi menghambat perkembangan tim, terutama jika para pemain tidak dapat beradaptasi dengan sistem yang diterapkan. Dalam jangka panjang, hal ini bisa mempengaruhi hasil pertandingan dan kinerja tim di kompetisi yang mereka jalani.
(PL/GN)
sumber : www.bbc.com
Leave a comment