Home Sepakbola Inggris Premier League Ruben Amorim dipecat! Berita terbaru tentang perubahan manajerial Manchester United.
Premier League

Ruben Amorim dipecat! Berita terbaru tentang perubahan manajerial Manchester United.

Share
Ruben Amorim dipecat! Berita terbaru tentang perubahan manajerial Manchester United.
Share

Amorim Kurangi Kebebasan Pemain

Penulis: Umir Irfan
Koresponden Taktik Sepak Bola

Pendahuluan

Pelatih asal Portugal, Amorim, terlihat sebagai pelatih yang lebih mengutamakan sistem daripada fokus pada para pemainnya. Dia memasuki kursi kepelatihan dengan visi jelas mengenai bentuk permainan dan peran masing-masing pemain dalam sistem tersebut.

Fokus pada Sistem

Amorim meminta para pemainnya untuk mempelajari sistem yang ia terapkan meskipun mereka mungkin tidak cocok untuk peran yang diharapkannya. Ia enggan untuk menyesuaikan sistemnya dengan kekuatan individu pemain, dan keputusan ini menjadi sumber kesulitan bagi tim selama masa kepelatihannya.

Formasi dan Taktik

Ketika bergabung, Amorim mewarisi skuad yang dibangun untuk bermain dengan formasi back four berbasis penguasaan bola. Ia memilih menggunakan formasi 3-4-3 ketika menguasai bola, mendorong permainan langsung, namun terkadang mengorbankan penguasaan bola.

Amorim menginginkan bek sayapnya maju dan terlibat dalam serangan saat tim memiliki bola, sambil menekan lawan dengan agresif ketika kehilangan penguasaan. Ini membuat para bek belajar peran baru, yang seringkali mengharuskan mereka berada di hapan lawan sebagai upaya menciptakan peluang atau menekan pemain yang mereka jaga.

Tantangan dalam Posisi Pemain

Dalam sistem yang ideal, Amorim menerapkan wingback menyerang di sisi yang berlawanan dengan kaki kuat mereka, yang membuat Amad berperan aktif dalam serangan. Namun, secara defensif, ia menghadapi kesulitan dalam posisi barunya. United juga kekurangan bek kiri yang sesuai dengan kriteria Amorim, sehingga berbagai pemain terpaksa diposisikan di posisi tersebut.

Hal yang sama dapat diterapkan pada sebagian besar posisi dalam sistem Amorim, di mana pemain yang tidak direkrut tidak selalu merupakan pilihan ideal.

Kebebasan Pemain yang Terkikis

Amorim juga melatih para pemain untuk mengikuti rutinitas umpan tertentu, yang berujung pada kebosanan dan mengurangi kebebasan pemain di lapangan. Ketidakmauannya untuk menyesuaikan sistemnya membuat pelatih lawan dapat menemukan cara untuk menekan United dan memanfaatkan ruang kosong yang sama dalam serangan.

Baca juga:  FPL | Semua info cedera dan FPL dalam satu tempat!

Dampak bagi Tim

Kebijakan yang terlalu rigid dari Amorim berpotensi menghambat perkembangan tim, terutama jika para pemain tidak dapat beradaptasi dengan sistem yang diterapkan. Dalam jangka panjang, hal ini bisa mempengaruhi hasil pertandingan dan kinerja tim di kompetisi yang mereka jalani.

(PL/GN)
sumber : www.bbc.com

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Real Madrid: Mourinho Dekat Tanda Tangan Legenda Premier League!

Real Madrid dikabarkan semakin dekat untuk mengontrak José Mourinho, dengan legenda Premier...

Kabinet Soroti Keberhasilan Sejarah Kualifikasi U-20, Liga Premier Kembali ke ARG!

Kabinet mengapresiasi keberhasilan tim U-20 dalam kualifikasi, sekaligus menyambut kembalinya Liga Premier...

Minat Premier League pada Thuram, Juventus siap terima tawaran besar!

Minat Premier League pada Thuram semakin menguat, sementara Juventus siap menerima tawaran...

Arsenal 2-3 Man Utd: Pertandingan Terbaik 2025/26!

Dalam pertandingan epik, Man Utd berhasil mengalahkan Arsenal 3-2, menunjukkan semangat juang...