All Winners Boxing Gymnasium Bantah Jadi ‘Klub Para Pecundang’ Setelah Kekalahan Telak di Desember
All Winners Boxing Gymnasium menepis anggapan bahwa ketiadaan pelatih khusus mengubah mereka menjadi “klub para pecundang”, menyusul kekalahan telak yang dialami para petinjunya dalam pertarungan krusial pada bulan Desember lalu.
Klub yang dikenal memiliki hubungan internasional dengan promotor top Inggris Frank Warren — yang dikenal mempromosikan Tyson Fury dan juara lainnya — ini terkenal karena kerja kerasnya dalam merehabilitasi petinju bermasalah, membantu mereka mengubah hidup. Namun, mereka memang mengalami periode sulit di bulan Desember ketika dua petinjunya berjuang memperebutkan gelar nasional Afrika Selatan dan harus menelan kekalahan.
Rentetan Hasil Buruk di Bulan Desember
Petinju pertama yang harus mengakui keunggulan lawan adalah Mthokozisi Ngxaka saat melawan Thinumzi Gqola dalam pertandingan ulang untuk gelar mini-flyweight yang diperintahkan oleh Boxing SA. Ngxaka sebelumnya menyerahkan sabuknya kepada Gqola di Johannesburg pada bulan Agustus dalam keputusan terpecah yang diperdebatkan, mendorong timnya untuk mengajukan banding kepada BSA.
Dalam tinjauan mereka, para juri yang ditunjuk oleh badan tinju tersebut memberikan skor kemenangan untuk Ngxaka. BSA kemudian memerintahkan pertandingan ulang, dan perusahaan induk All Winners, Last Born Promotions (LBP), menjadwalkannya sebagai bagian dari turnamen mereka pada 14 Desember. Namun, turnamen tersebut dibatalkan, dan pertarungan tersebut akhirnya diakomodasi dalam turnamen Xaba Promotions, yang berlangsung lima hari kemudian.
Turnamen XP juga menampilkan petinju All Winners lainnya, Lwando Mgabi, yang berupaya merebut kembali sabuk junior bantamweight nasional Afrika Selatan dari Moyisi Booi. Gqola membuktikan bahwa kemenangan pertamanya atas Ngxaka bukanlah kebetulan, ia mendominasi pertarungan dengan keputusan angka yang sangat telak.
Sementara itu, Mgabi mengalami kekalahan pertamanya ketika Booi dengan mudah mengalahkannya dengan penghentian di ronde keempat, menandai malam yang suram bagi para petinju All Winners. Rentetan buruk klub berlanjut dua hari kemudian ketika Malakhi Sobolo, yang baru kembali, menderita kekalahan angka dari Siphesihle Sityo dalam turnamen yang didanai pemerintah oleh Fireworks Promotion di Ginsberg. Sobolo bertarung untuk pertama kalinya di bawah All Winners sejak meninggalkan klub setelah dengan menantang menerima pertarungan melawan Qhamani Mhlana meskipun ada keberatan dari timnya.
Tanggapan Bos Klub Mla Tengimfene
Berbicara tentang kekalahan tersebut, bos klub Mla Tengimfene mengatakan bahwa para petinjunya mengalami hari yang buruk seperti orang lain.
“Kami kecewa dengan kekalahan tersebut, terutama dengan Mgabi, yang bertarung di bawah bimbingan kami untuk pertama kalinya sejak bergabung dari Cape Town,” kata Tengimfene. “Mgabi bertarung dengan baik di ronde pertama dan dengan mudah memenangkannya di mata saya, tetapi sesuatu terjadi di ronde-ronde berikutnya, dan dia tidak seperti dirinya sendiri.”
“Terkadang petinju berubah dalam lingkungan pertarungan, itulah yang saya duga karena dia sangat bagus selama pemusatan latihan.”
Tengimfene menolak menyalahkan kekalahan itu pada perubahan di sudut ring, meskipun Zolani Tete, yang bertanggung jawab atas tugas pelatihan di klub, terpaksa meneriakkan instruksi dari pinggir ring karena ia tidak memiliki lisensi pelatih. “Kami telah memenangkan pertarungan dengan Zolani memberikan instruksi bukan dari sudut ring tetapi dari pinggir ring,” kata Tengimfene.
Ia memuji Ngxaka meskipun kalah dalam pertandingan ulang, dengan alasan bahwa pertarungan itu lebih kompetitif daripada yang tercermin dalam kartu skor juri (117-111, 119-109, dan 117-112). “Saya benar-benar melihat pertarungan kompetitif yang bagi saya adalah yang terbaik di turnamen, tetapi kami harus melangkah maju,” ujarnya. “Ngxaka akan kembali dan menempuh jalur lain sekarang.”
Menatap Tantangan Berikutnya
Beberapa petinju All Winners akan kembali beraksi ketika LBP menyelenggarakan bagian mereka dari turnamen yang didanai pemerintah di Peddie pada 22 Februari mendatang. Ini menjadi kesempatan bagi All Winners untuk membuktikan bahwa rentetan kekalahan di bulan Desember hanyalah rintangan sesaat dalam perjalanan mereka, dan mereka tetap menjadi klub yang berdedikasi dalam membentuk petinju berprestasi.
(OL/GN)
sumber : www.dailydispatch.co.za
- All Winners Boxing Gymnasium
- boxing club losses
- Boxing SA
- Boxing tournament February 22
- Frank Warren
- Last Born Promotions
- Last Born Promotions tournament
- Lwando Mgabi
- Malakhi Sobolo
- Moyisi Booi
- Mthokozisi Ngxaka
- SA junior bantamweight belt
- SA mini-flyweight title rematch
- Siphesihle Sityo
- Thinumzi Gqola
- Zolani Tete
Leave a comment