Jarred Vanderbilt dan Perubahan Permainan NBA
LOS ANGELES, CA – 18 NOVEMBER 2025: Forward Los Angeles Lakers LeBron James (23) duduk berdampingan dengan rekan setimnya Jarred Vanderbilt (2) dan Jake LaRavia (12) saat pertandingan melawan Utah Jazz di Crypto.com Arena.
Los Angeles Times via Getty Images
Beberapa tahun yang lalu, Jarred Vanderbilt dikenal sebagai salah satu pemain yang paling menghibur untuk disaksikan. Energi yang ia tunjukkan dalam mengejar rebound dan bola lepas sangat menular, ditambah lagi ketangkasannya dalam bertahan. Vanderbilt berperan kunci dalam menjadikan Minnesota Timberwolves tim defensif yang lebih tangguh pada 2021-22 setelah mereka berada di urutan bawah sebelumnya.
Namun, cedera telah menjadi masalah bagi salah satu pemain berbakat ini. Vanderbilt hanya bermain 36 pertandingan tahun lalu dan 29 pertandingan sebelumnya. Namun, tahun ini, ia tampak lebih sehat, sehingga menjadi kejutan saat ia tidak bermain dalam dua kemenangan berturut-turut Los Angeles Lakers atas Utah Jazz.
Perubahan dalam Permainan
Salah satu tema besar pada musim 2025-26 adalah meningkatnya jumlah tim yang mendorong bola ke arah ring. Misalnya, Miami Heat kini lebih fokus pada menciptakan ruang dan mendominasi tim melalui serangan ke arah ring, yang berbeda dari strategi pick-and-roll sebelumnya.
Masalah bagi Vanderbilt adalah bahwa ia tidak banyak melakukan penetrasi. Saat ini, ia hanya mencatatkan rata-rata 1,4 kali penetrasi per pertandingan, dan secara karir, ia tidak pernah melebihi 1,5 penetrasi per pertandingan. Dari 62 pemain yang rata-rata kurang dari dua penetrasi dan bermain lebih dari 15 menit per pertandingan, 53 di antaranya adalah center atau pemain dengan kemampuan tembakan yang baik.
Berikut adalah beberapa pemain yang serupa dengan Vanderbilt, tetapi tetap berada dalam rotasi timnya. Mereka mungkin tidak melakukan penetrasi yang banyak, tetapi mereka memberikan kontribusi lebih baik dalam hal akurasi dan pertahanan.
Contohnya, Peyton Watson, Derrick Jones Jr., dan Nae’Qwan Tomlin sering kali bisa mencapai ring dengan baik meski jarang melakukan penetrasi. Sementara itu, Jordan Walsh dan Jaylen Clark, meskipun tidak melakukan penetrasi, menawarkan kemampuan pertahanan yang sangat baik.
Vanderbilt yang dikenal sebagai pemain defensif kini berada sedikit di atas rata-rata dalam hal pertahanan, sementara pemain lain di atas memiliki statistik yang lebih baik. Hal ini menjadi perhatian karena semua pemain tersebut memberikan dampak lebih besar pada tim mereka.
Perubahan arsitektur permainan NBA berpotensi membuat tipe pemain seperti Vanderbilt semakin sulit untuk menemukan tempat di tim yang bersaing, bahkan dalam skala yang lebih rendah. Dalam beberapa tahun ke depan, dapat saja tipe-tipe pemain ini mulai langka, terlebih di tim-tim yang sedang berupaya untuk mencapai performa terbaik setiap pertandingan.
(BA/GN)
sumber : www.forbes.com
Leave a comment