Masalah LeBron James di Los Angeles Lakers
LeBron James saat ini menjadi sorotan negatif bagi Los Angeles Lakers, dan masalah ini tidak ada hubungannya dengan warisannya atau statistik yang ditampilkan. Fokus utama terletak pada kurangnya usaha, khususnya dalam pertahanan dan rebound, yang semakin sulit untuk diabaikan.
Statistik yang Menjadi Sorotan
Secara keseluruhan, angka LeBron di musim ini terlihat solid. Ia rata-rata mencetak 20,2 poin, 6,8 assist, dan 5,1 rebound dalam 33,3 menit bermain per pertandingan. Namun, jika dilihat lebih dalam, ini adalah rata-rata poin dan rebound terendah sepanjang kariernya. Selain itu, persentase tembakan tiga angkanya yang hanya 31,1% menunjukkan bahwa efisiensi serangannya tidak mampu menutupi kelemahan di area lainnya.
Harapan untuk Dampak di Dalam Permainan
Sewaktu LeBron tidak mendominasi di serangan, diharapkan ia dapat memengaruhi permainan dengan cara lain. Namun, saat ini, harapan tersebut tidak terpenuhi secara konsisten. Seorang analis menyebutkan bahwa meskipun dihormati, usaha LeBron di pertahanan tidak cukup baik tahun ini.
Masalah yang Mendasari
Diagnosa ini menyentuh inti masalah. Ini bukan soal kemampuan atau usia. LeBron masih memiliki ukuran, naluri, dan kekuatan untuk menjadi faktor di pertahanan. Namun, seringkali ia tidak menunjukkan hal tersebut.
Kekalahan dari Houston Rockets
Kekalahan terbaru Lakers dari Houston Rockets pada Hari Natal memperjelas masalah yang ada. Dalam pertandingan tersebut, Rockets berhasil mengalahkan Lakers dengan skor 119-96 dan mendominasi papan rebound dengan keuntungan 48-25.
Rockets mencatatkan 17 rebound ofensif dengan rasio rebound ofensif mencapai 55,6%. Tingginya angka ini tidak mungkin muncul tanpa adanya kesalahan yang meluas dalam permainan, dan beberapa kesalahan tersebut melibatkan LeBron.
Pola Permainan yang Terlihat
Dalam laga tersebut, pola permainan yang kelihatan jelas. Banyak missed box-out, berdiri diam saat tembakan dilepaskan, dan berusaha untuk menyerang sebelum rebound berhasil diamankan. LeBron sering kali berada di dekat bola tetapi jarang mengambil keputusan yang tepat. Rebound defensif memerlukan usaha dan urgensi, yang tampaknya tidak dimiliki Lakers pada saat-saat krusial.
Peran Deandre Ayton
Masalah ini semakin diperparah dengan Deandre Ayton, yang hanya mencatatkan dua rebound sebagai pusat utama. Ketika pemain besar Anda tidak dapat mengontrol cat, para bintang di perimeter harus mengambil alih. Namun, LeBron tidak mengambil peran tersebut, dan Houston memanfaatkan situasi ini dengan poin kedua dan penguasaan bola yang lebih lama.
Akal Sehat dan Tanggung Jawab
Ini bukan soal mengharapkan LeBron menjadi pemain yang sama seperti satu dekade lalu. Ini adalah tentang akuntabilitas. Usaha tidak akan memudar seiring bertambahnya usia, dan kepemimpinan adalah suatu kewajiban.
Dampak Terhadap Tim
Sampai LeBron kembali terlibat dalam aspek-aspek permainan yang kurang glamor, Lakers akan terus menghadapi masalah yang tidak ada hubungannya dengan bakat, melainkan dengan kemauan. Jika ia tidak segera menunjukkan usaha, LeBron bisa saja berada di ujung jalan saat ini, meninggalkan Los Angeles.
(BA/GN)
sumber : lakeshowlife.com
Leave a comment