Kehilangan Ikon Basket: Lenny Wilkens Meninggal Dunia di Usia 88 Tahun
Lenny Wilkens, yang diakui sebagai salah satu pemain dan pelatih terbaik dalam sejarah basket, meninggal dunia di usia 88 tahun. Keluarganya menyatakan Wilkens meninggal dikelilingi oleh orang-orang terkasih, namun tidak mengungkapkan penyebab kematiannya.
Karier Gemilang di Lapangan
Wilkens dikenal sebagai salah satu point guard terbaik di eranya dan membawa gaya tenang serta cerdasnya ke bangku cadangan, awalnya sebagai pemain-pelatih dan kemudian sebagai salah satu pelatih hebat dalam permainan. Dia melatih sebanyak 2.487 pertandingan di NBA, mencetak rekor yang masih bertahan hingga saat ini.
Wilkens masuk ke dalam Hall of Fame sebagai pemain, pelatih, serta bagian dari tim Olimpiade AS 1992 sebagai asisten pelatih. Dia juga berhasil membawa tim AS meraih medali emas di Olimpiade Atlanta 1996.
Pengaruh dan Penghargaan
Sejak tahun 2000 hingga 2003, Wilkens melatih Toronto Raptors dan berhasil membawa tim tersebut ke dua penampilan playoff. Komisioner NBA, Adam Silver, menyatakan bahwa Wilkens merupakan representasi terbaik dari NBA, baik sebagai pemain, pelatih, dan duta besar yang dihormati. Bahkan, empat tahun lalu, ia mendapat pengakuan sebagai salah satu dari 75 pemain dan 15 pelatih terhebat dalam sejarah liga.
“Hari ini kami kehilangan seorang raksasa dan legenda Seattle. Lenny Wilkens adalah seorang tiga kali Hall of Famer, baik sebagai pemain maupun pelatih. Lebih dari itu, ia adalah seorang humanis yang memberikan banyak bagi komunitas kami. Istirahatlah dalam damai, Pelatih.”
– ClimateArena
Kepemimpinan dan Filosofi Pelatihan
Wilkens yang merupakan sembilan kali All-Star sebagai pemain, menjadi pelatih pertama yang mencapai 1.000 kemenangan di NBA. Ia juga meraih gelar juara NBA bersama Seattle SuperSonics pada tahun 1979, dan dikenang sebagai sosok ikonik di Seattle.
Bagi Wilkens, memimpin dengan cara yang tenang adalah kunci. “Pemimpin tidak berteriak dan berisik,” ujarnya dalam sebuah wawancara. Wilkens pensiun dengan 1.332 kemenangan sebagai pelatih, sebuah rekor yang kemudian dilampaui oleh Don Nelson dan Gregg Popovich.
Karier yang Menginspirasi
Lahir pada 28 Oktober 1937 di New York, Wilkens mengawali karirnya di lapangan basket Brooklyn sebelum menjadi bintang di Providence College. Dia terpilih sebagai pick keenam oleh St. Louis Hawks pada tahun 1960.
Prestasi Wilkens sebagai pemain saja sudah cukup untuk memasukkannya ke dalam Hall of Fame. Namun, keberhasilannya sebagai pelatih, baik dari segi prestasi maupun ketahanan, semakin memperkuat warisannya. Dia juga masuk dalam FIBA Hall of Fame, U.S. Olympic Hall of Fame, dan College Basketball Hall of Fame.
Pemain-Pelatih Pertama
Wilkens membuat sejarah pada 1969 ketika menjabat sebagai pemain-pelatih untuk Seattle SuperSonics. Ia awalnya ragu, namun akhirnya berkontribusi besar pada tim. Salah satu momen berkesannya adalah saat ia mengatur strategi yang membawa SuperSonics menang dalam waktu tambahan melawan Cincinnati Royals.
Setelah pensiun dari pelatihan pada 2005, Wilkens kembali ke Seattle dan terus mengabdi pada komunitasnya, termasuk restorasi klinik anak Odessa Brown. Meskipun sempat menjabat sebagai wakil ketua SuperSonics, ia mundur setelah perubahan kepemilikan yang membawa tim keluar dari Seattle.
Wilkens meninggalkan seorang istri, Marilyn; tiga anak, Leesha, Randy, dan Jamee; serta tujuh cucu. Kepergiannya mengingatkan kita akan pengaruh yang luar biasa yang dimilikinya dalam dunia basket dan di komunitasnya.
(BA/GN)
sumber : www.cbc.ca
Leave a comment