Home Basket NBA Saga Chris Paul di Clippers tak seaneh yang kamu kira!
NBA

Saga Chris Paul di Clippers tak seaneh yang kamu kira!

Share
Saga Chris Paul di Clippers tak seaneh yang kamu kira!
Share

Perginya Chris Paul: Hal yang Tak Terduga Bagi LA Clippers

Dalam film “Magnolia,” narator menyebutkan tentang kebetulan yang aneh, dan kini kita menghadapi momen tak terduga di dunia NBA. Keputusan LA Clippers untuk berpisah dengan Chris Paul, yang telah memasuki tahun terakhir kariernya di usia 40 tahun, terasa sangat acak. Terlebih lagi, Paul sendiri mengumumkan keputusan ini pada pukul 2:40 pagi waktu setempat. Lawrence Frank, Presiden Operasi Basket Clippers, mengonfirmasi bahwa Paul sudah tak lagi menjadi bagian dari tim di tengah musim 2025-26 yang suram.

Koincidensi dalam Karier Paul

Mengenal Paul berarti memahami bahwa hal-hal aneh sering terjadi di sekitarnya. Perjalanan kariernya dimulai ketika ia dan New Orleans Hornets harus bermain di Oklahoma City pasca-Hurricane Katrina. Pernah juga LA Lakers merasa telah mendapatkan Paul melalui trade, namun “alasan basket” justru mengalihkan Paul ke Clippers. James Harden menyatakan Houston Rockets akan “menyelesaikan masalah” setelah tereliminasi oleh Golden State Warriors di playoff 2019, hanya untuk melihat Paul ditrade ke Oklahoma City. Dia membantu Devin Booker di playoff selama tiga tahun di Phoenix Suns sebelum ditrade lagi ke Washington Wizards dengan pertukaran klauus no-trade Bradley Beal.

Keanehan yang Terus Berulang

Jika kita melihat dari satu insiden saja, semua ini memang luar biasa. Namun, kejadian aneh seperti ini sering terjadi, baik untuk Paul maupun Clippers. Pada 2015, hanya dengan emoji DeAndre Jordan berhasil dijaga tetap di Clippers, lalu tiga tahun berikutnya ia justru meninggalkan tim. Setelah trade Paul pada 2017 seharusnya membuka jalan bagi Blake Griffin sebagai wajah baru franchise, Griffin malah ditrade ke Detroit pada Januari berikutnya.

Baca juga:  Luka Doncic menjaringkan 43 poin saat Lakers raih gelar NBA Cup!

Banyak insiden lainnya juga terjadi, termasuk trades Lou Williams dan Eric Bledsoe yang berakhir di Clippers dengan hasil yang tidak memuaskan, serta kepulangan John Wall hanya untuk ditrade lagi dalam waktu singkat. Paul juga mengalami situasi di mana dia menjadi bagian dari tim Spurs saat pelatih Gregg Popovich mengalami keadaan darurat medis.

Perubahan di tubuh Tim Clippers

Dalam jangka pendek, menggantikan Paul bukanlah hal yang rumit bagi Clippers. Dengan rata-rata waktu bermain hanya 14,2 menit per pertandingan dan persentase tembakan 32,1%, output yang dihasilkan Paul relatif mudah dicari. Pemain baru yang bergabung ke rotasi LA adalah Cam Christie, pick draft 2024 yang terpilih ke-46 dari Minnesota. Meski tampil tidak mengesankan di pertandingan melawan Atlanta, dia berhasil mencatatkan satu steal dan lima rebound dalam 17 menit bermain, di mana Clippers meraih kemenangan 115-92, kemenangan pertama mereka setelah 11 hari.

Selain itu, rookie dengan kontrak dua arah Jahmyl Telfort akan kehilangan tempatnya dari RayJ Dennis, guard berukuran 6-1 yang telah memiliki 24 pertandingan pengalaman di NBA. Dennis akan bergabung dengan Clippers menjelang pertandingan Jumat di Memphis.

Dampak Jangka Panjang dari Kepergian Paul

Keputusan untuk waiving Paul bukanlah pilihan yang memungkinkan karena pertimbangan salary cap. Paul baru bisa ditrade pada 15 Desember, yang juga bersamaan dengan kembalinya Clippers ke Intuit Dome untuk menjamu Grizzlies. Respons para fans saat menyambut kembali tim di kandang akan menjadi momen yang menarik, terlebih sebelumnya telah ada rencana untuk memberikan penghormatan kepada Paul atas pengabdiannya.

“Yang paling penting, saya masih mengenakan seragam Clippers,” ungkap Paul.

Sementara itu, pelatih Tyronn Lue tetap mempertahankan posisinya setelah mendapatkan dukungan dari manajemen. Lawrence Frank menyebut Lue adalah mitranya dan akan terus menjadi pelatih utama tim.

Baca juga:  Spurs kuasai kemenangan di kandang, bawa Game 7 yang dinanti!

Tantangan di Depan

Bagaimana fans akan merespons dan menerima pesan stabilitas dari manajemen sangat bergantung kepada bagaimana tim tampil di bulan ini, terutama saat James Harden dan Kawhi Leonard dalam kondisi fit. Situasi lebih rumit dengan keberhasilan Oklahoma City Thunder yang saat ini menjadi juara bertahan dan memiliki rekor 21-1.

Pergeseran yang terjadi di tim Clippers mengharuskan mereka untuk berpikir ke depan dan mencari pemain-pemain yang mampu memenuhi standar yang ditetapkan Paul. Membangun kembali akan memerlukan waktu dan usaha, dan menantikan kehadiran bintang baru yang dapat menjadi penerus Paul adalah tantangan yang menarik bagi franchise ini.

(BA/GN)
sumber : www.nytimes.com

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Tim Basket NBA: Nama-nama yang Harus Kamu Tahu!

Siapkan dirimu untuk mengenal pemain bintang di Tim Basket NBA! Dari legenda...

Chandler Parsons ungkap kemungkinan LeBron bergabung dengan Golden State!

Chandler Parsons mengungkapkan bahwa ada kemungkinan LeBron James bisa bergabung dengan Golden...

Barkley: Keputusan LeBron Bertahan di Lakers Tak Masuk Akal!

Keputusan LeBron James untuk bertahan di Lakers dinilai tidak logis oleh Barkley,...

NBA Batalkan Pelanggaran Teknis Robinson di Insiden Wembanyama

NBA memutuskan membatalkan pelanggaran teknis yang diberikan kepada Robinson dalam insiden dengan...