Lakers Ukir Kemenangan di Portland
PORTLAND, OREGON — Malam Senin di Portland terasa tidak bersahabat. Suasana dingin dan hujan menemani kedatangan Los Angeles Lakers yang baru tiba sekitar pukul 3 pagi. Tanpa lebih dari 70 poin per game dari beberapa pemain yang cedera dan sang pencetak gol terbanyak sepanjang masa, LeBron James, yang tetap di Los Angeles, Lakers harus berhadapan dengan salah satu pertahanan perimeter yang paling menakutkan di liga, Portland Trail Blazers.
Jalannya Pertandingan
Hampir semua orang meragukan kemampuan Lakers untuk meraihnya. Tanpa Luka Dončić dan Austin Reaves, banyak yang berpikir mereka tidak akan mampu mencetak angka, bahkan sulit untuk membawa bola melewati tengah lapangan. Namun, saat memasuki minggu ketiga musim reguler, JJ Redick melihat kemungkinan di ruang ganti timnya.
“Anda tidak bisa menang di NBA tanpa melangkah ke lapangan dengan harapan bisa menang,” kata Redick. “Dan saya pikir para pemain sudah memiliki secara nyata dari awal pertandingan.”
Kemenangan 123-115 Lakers di Portland menjadi momen penting bagi tim ini, meskipun mereka baru menjalani kurang dari sepuluh persen jadwal musim. Kemenangan tanpa Dončić minggu lalu memberikan kesempatan bagi Reaves untuk membuktikan dirinya sebagai salah satu pilar organisasi, baik untuk saat ini maupun masa depan. Dončić juga telah menunjukkan performa luar biasa yang mengukuhkan statusnya di jajaran pemain teratas NBA.
Statistik dan Kontribusi Pemain
Pada malam itu, trio mantan pilihan putaran pertama dari tim lain berjaya untuk Lakers. Ini menciptakan suasana positif di ruang ganti Lakers, dengan semua pemain berperilaku dan berbicara dengan cara yang benar.
“Saya percaya kredit atas semua ini harus diberikan kepada Redick dan staf pelatihnya. Mereka membangun dan menerapkan sistem yang dapat bertahan terlepas dari ketersediaan bintang-bintang tim,” ujar salah satu pemain. “Kami tidak hanya punya rencana setiap pertandingan; kami juga memiliki identitas.”
Redick menekankan bahwa suasana baik ini berasal dari disiplin internal di ruang ganti.
“Tim terbaik selalu dipimpin oleh para pemain,” ungkapnya. “Mereka saling mengingatkan satu sama lain untuk memberikan yang terbaik.”
Lakers juga menciptakan lingkungan yang mendukung pemain yang dianggap memiliki kekurangan. Deandre Ayton, yang baru bergabung dari kontraknya yang dibeli, mencetak 29 poin dan 10 rebound di pertandingan itu. Dalam suasana bersama Dončić, Reaves, dan LeBron James, Ayton mendapatkan kesempatan untuk berkembang.
Pemain lain seperti Rui Hachimura diharapkan menghabiskan banyak waktu di belakang garis tiga poin dan di area ring, namun nyaman untuk mencetak poin dari jarak menengah. Marcus Smart juga menjadi tambahan yang berharga, memberikan ketangguhan yang dibutuhkan tim. Sementara itu, Jaxson Hayes dan pemain muda seperti Jake LaRavia, Dalton Knecht, dan Bronny James mulai menunjukkan perkembangan.
Performansi mencolok datang dari guard dua arah, Nick Smith Jr., yang mencetak 25 poin dalam 27 menit dari bangku cadangan.
“Rekan satu tim saya mendukung saya untuk tampil apa adanya,” katanya setelah penampilan gemilang melawan Portland.
Dampak Kemenangan
Kemenangan ini menjadi yang keenam dari tujuh pertandingan terakhir bagi Lakers, yang mulai menemukan ritme lebih cepat dari yang diperkirakan. Luka Dončić dijadwalkan kembali bermain saat melawan San Antonio Spurs, yang akan menjadi ujian besar berikutnya. Sementara status Reaves masih belum jelas.
Lakers memiliki keyakinan bahwa siapa pun yang diturunkan ke lapangan akan mampu memberikan hasil yang diharapkan. Suasana positif di ruang ganti mereka saat ini menjadi kunci, dan mereka bertekad untuk mempertahankannya.
“Kami memiliki grup yang bagus,” tutup Redick dengan bangga. “Saya bersemangat melihat apa yang bisa kami capai bersama.”
(BA/GN)
sumber : www.nytimes.com
Leave a comment