Perjalanan Persahabatan Antara J.B. Bickerstaff dan Jamahl Mosley di Dunia NBA
Awal Mula di Grg Camp
Semua dimulai di Grg’s pada awal 2000-an. Tim Grgurich, asisten pelatih berpengalaman yang terkenal di kalangan NBA namun hampir tidak dikenal di luar sana, mengadakan kamp pengembangan pemain musim panas di Las Vegas. Di Grg Camp, pemain NBA dari berbagai tim berkumpul untuk meningkatkan kemampuan mereka. Tidak ada agenda khusus di kamp ini. Namun, kamp Grg tidak hanya membantu para pemain untuk mencapai level selanjutnya; mereka juga menjadi saluran bagi pelatih-pelatih muda yang sedang mencari pijakan di dunia NBA.
Pertemanan di Tengah Persaingan
Di sinilah J.B. Bickerstaff dan Jamahl Mosley benar-benar menjadi akrab. Mosley mengenang, “Saat kami berada di Vegas, kami sering makan malam bersama. Dari saat itu, kami mulai berinteraksi secara lebih dekat. Begitu kami terhubung, itu menjadi hal yang nyata, dan kami terus berkomunikasi satu sama lain.”
Mereka menjadi bagian dari kelompok pelatih muda yang berambisi untuk menjadi pelatih kepala NBA suatu hari nanti, termasuk David Fizdale, Lloyd Pierce, David Vanterpool, J.J. Outlaw, Phil Handy, dan Darvin Ham. Semua berjuang setiap hari, berharap menjadi pelatih handal seperti Mike Brown yang sebelumnya sudah pernah dibimbing oleh Grgurich.
Keluarga di Tengah Persaingan
Bickerstaff dan Mosley sudah seperti keluarga. Mereka sering berlibur bersama dengan keluarga masing-masing. Namun, saat ini mereka harus saling bersaing di playoff, yang tentu sulit untuk dijalani. Bickerstaff tengah mengubah Detroit Pistons dari tim yang diremehkan dua tahun lalu menjadi salah satu favorit, setelah mendapatkan rekor 60-22 di musim reguler. Mosley, kini di musim kelimanya sebagai pelatih kepala Orlando, berusaha mengatasi tekanan untuk mencapai tahap lebih lanjut di postseason setelah terhenti di putaran pertama selama dua tahun berturut-turut.
Kesepakatan dalam Persaingan
Dalam seri ini, mereka sepakat untuk tidak saling berkomunikasi selama pertandingan. Mosley menegaskan, “Setelah selesai kami akan berbicara. Setelah Game 7 tahun lalu, kami saling berpelukan dan berkata, ‘Saya mencintaimu, lanjutkan dengan baik.’ Setelah itu, kami masuk dalam kompetisi sengit dan berusaha saling mengalahkan.”
Menampilkan Kualitas di Sidelines
Di samping persaingan, Bickerstaff dan Mosley tetap saling mendukung. J.B. Bickerstaff memiliki jalur karir yang cukup konvensional, tumbuh dalam suasana iklim pelatihan NBA yang dibangun oleh ayahnya. Sementara Jamahl Mosley, yang sebelumnya menjadi asisten dan scout, memunculkan impresi positif dalam karirnya.
Konteks Perilisan Pelatih Berprestasi
Pada saat yang bersamaan, Bickerstaff dan Mosley mengakui pentingnya dukungan satu sama lain selama perjalanan karir mereka. Dalam seri ini, meskipun mereka tidak berbicara, tempaan persahabatan dan kerjasama yang dibangun selama bertahun-tahun tetap menjadi fondasi bagi keterampilan kepelatihan mereka.
Keberhasilan dan tantangan yang dihadapi selama playoff ini akan berdampak besar pada karir masing-masing. Bickerstaff, yang kini menjadi kandidat terkuat untuk penghargaan Pelatih Tahun Ini, sementara Mosley berusaha untuk mengubah nasib Magic.
(BA/GN)
sumber : www.nytimes.com
Leave a comment