Kebangkitan Knicks: Mengguncang Playoff NBA 2023
Setelah New York Knicks menuntaskan pertandingan melawan Cleveland Cavaliers pada malam Senin, tampaknya drama sudah sirna. Di paruh waktu, tim penyiar ESPN bahkan mengenakan topi tinggi dan menyanyikan lagu “New York, New York,” menyadari bahwa keunggulan Knicks yang sudah cukup besar sepertinya aman di setengah waktu kedua. Benar saja, keunggulan mereka hampir berlipat ganda saat peluit akhir dibunyikan. Ini adalah pola yang terlihat dalam performa Knicks belakangan: keunggulan besar yang minim ancaman dan kemenangan yang beruntun.
Jalannya Pertandingan
Cavaliers sempat memberikan perlawanan di Game 1, namun Knicks berhasil melakukan kebangkitan hebat di overtime dan selanjutnya unggul jauh di tiga pertandingan berikutnya. Knicks berhasil menyapu Cavaliers, sama seperti yang mereka lakukan sebelumnya kepada Philadelphia 76ers. Sebelumnya, Knicks menghadapi tantangan lebih besar melawan Atlanta Hawks, sempat tertinggal, tetapi akhirnya menang dengan tiga kemenangan beruntun. Dalam pertandingan penutup, Knicks mencatatkan kemenangan menggembirakan dengan selisih 51 poin.
Statistik Menarik
Menariknya, pencapaian ini tidak biasa. Satu kemenangan playoff dengan selisih poin yang mencapai 271 adalah hal langka. Sejak musim 1998-99, saat Knicks terakhir kali bermain di final NBA, tidak ada tim yang mencapai margin sebesar itu. Rekor sebelumnya dipegang oleh Golden State Warriors 2016-17 dengan keuntungan 230 poin.
Warriors mencatat angka tersebut melalui empat babak pertandingan, sementara Knicks mencapainya hanya dalam tiga babak. Meskipun masih ada kemungkinan Knicks kalah dalam final melawan Oklahoma City Thunder atau San Antonio Spurs (yang pada tahun 1999 mengalahkan mereka), namun tidak ada tim yang mendekati performa Knicks dalam tiga putaran ini; Warriors 2016-17 tercatat dengan margin 196 poin.
Tidak hanya itu, catatan Knicks juga menciptakan selisih poin terbesar dalam sejarah 11 kemenangan beruntun di NBA. Knicks meraup 262 poin lebih banyak daripada lawan yang mereka kalahkan, merupakan selisih terbesar dari semua rekor 11 kemenangan beruntun yang ada.
Konteks dan Dampak
Walaupun Celtics punya catatan 10 kemenangan beruntun di playoff tahun lalu, pencapaian Knicks saat ini jauh lebih mengesankan. Tentunya, sebagai penggemar Knicks, kami tetap waspada menghadapi kemungkinan terburuk. Margin 271 poin ini mungkin saja akan turun, tetapi ada juga peluang untuk meningkat lebih jauh lagi. Terlebih, Knicks sudah menunjukkan semangat juang yang tinggi, terutama setelah berhasil bangkit dari ketertinggalan melawan Cavaliers.
Akhir kata, harapan untuk melihat Knicks meraih juara NBA kembali tentu menyenangkan. Semoga mimpi tersebut terwujud pada bulan Juni 2026. Jika tidak, akan ada janji untuk tidak membahasnya lagi dan merasa terganggu jika ada yang mengangkat topik tersebut.
(BA/GN)
sumber : www.ctinsider.com
Leave a comment