Kisah Draymond Green dan Steve Kerr: Hubungan yang Kompleks
Draymond Green memberikan refleksi yang jujur mengenai hubungannya yang panjang dan kompleks dengan Steve Kerr. Ia mengakui bahwa meskipun Kerr membentuknya menjadi pemain pemenang, perannya dalam sistem Golden State Warriors juga mungkin membatasi pencapaian individu Green.
Pandangan Draymond Green
Dalam sebuah acara yang dibawakannya, Green menggambarkan Kerr sebagai sosok yang ‘unik’. Ia menyadari bahwa selama 14 tahun berpartner, ada momen-momen sulit yang mereka hadapi, tetapi juga banyak hal yang ia hormati dari Kerr.
“Dia adalah orang yang sangat unik. Ada hal-hal yang dia lakukan yang tidak akan pernah bisa saya maafkan, tetapi saya akan melakukan apa saja untuknya. Ketika Anda menghabiskan 14 tahun dengan seseorang dan memiliki pencapaian yang kami lalui, beberapa hal seperti itu pasti akan terjadi. Ini tidak selalu satu arah.”
Green menambahkan, “Setelah peristiwa di bulan Desember itu, saya berbicara dengannya dan merasa, sepertinya kamu tidak menyukai saya. Jujur, saya merasa kamu tidak pernah menyukai saya. Dia sampai menangis.”
“Apa yang dia maksudkan dalam hidup saya, apa yang dia ajarkan kepada saya, semuanya begitu penting untuk siapa saya sekarang. Saya tidak tahu dari mana lagi saya bisa mendapatkan pelajaran itu.”
Statistik Karir Green
Sepanjang karirnya, angka-angka memperlihatkan perjalanan yang mengesankan. Di musim 2014-15, Green mencatat rata-rata 11.7 poin, 8.2 rebound, dan 3.7 assist, serta meraih penghargaan All-Defensive First Team. Pada musim luar biasa 73-9, statistiknya mencapai puncak dengan 14.0 poin, 9.5 rebound, dan 7.4 assist. Ia terpilih sebagai All-Star dan masuk dalam All-NBA Second Team.
Setelah kedatangan Kevin Durant, meskipun poin Green menurun, dampaknya terhadap tim tetap signifikan. Pada musim 2016-17, ia mencetak rata-rata 10.2 poin, 7.9 rebound, dan 7.0 assist, serta meraih Defensive Player of the Year dan gelar juara kedua.
Namun, di musim berikutnya, penurunan lebih tajam terlihat. Skor Green menurun ke 7.4 poin dan setelah itu ia tidak pernah kembali mencetak rata-rata dua digit, lebih berfokus pada peran playmaker dan pertahanan.
Refleksi dan Implikasi
Green telah membangun resume yang mengesankan dengan menjadi juara NBA sebanyak empat kali, Defensive Player of the Year, dan All-Star empat kali. Nilainya melampaui metrik pencetakan tradisional, ditandai dengan fleksibilitas defensif dan kemampuan memimpin tim bersama bintang-bintang seperti Stephen Curry dan Klay Thompson.
Komentar Green menunjukkan keseimbangan yang ada dalam dunia bola basket yang kompetitif. Meskipun perannya banyak berkorban, namun hal itu juga memaksimalkan kesuksesan tim. Ia menekankan bahwa jika hanya terpaku pada keterbatasan tersebut, maka akan mengabaikan semua pencapaian yang telah diraih berkat bantuan Kerr.
Saat ini, situasi masa depan Kerr di tim juga belum sepenuhnya aman, seiring laporan yang menyebutkan ketidakpastian posisinya. Ungkapan Green mengenai kemungkinan Kerr tidak kembali menambah spekulasi di kalangan penggemar.
Akhirnya, perspektif Green bukanlah tentang penyesalan, tetapi lebih kepada refleksi. Ia menyadari harga dari perannya, tetapi juga memahami warisan yang telah dibangunnya bersama Kerr dan tim.
(BA/GN)
sumber : fadeawayworld.net
Leave a comment