Kembalinya Draymond Green ke ‘Inside the NBA’
Draymond Green kembali ke set acara ‘Inside the NBA’ pada malam Rabu, di mana ia terlibat dalam diskusi dengan Charles Barkley serta membahas berbagai isu di liga.
Pernyataan Mengejutkan tentang Pelatih Steve Kerr
Salah satu momen menarik adalah saat Green mengubah pendapatnya mengenai masa depan Steve Kerr sebagai pelatih tim Warriors untuk musim mendatang. “Saya pikir dan berharap ia akan kembali,” kata Green terkait pelatih yang telah mengarungi perjalanan bersama Warriors selama 12 tahun terakhir. “Yang saya tahu adalah ia ingin melatih. Jadi, jika ia ingin melatih, saya pikir ia akan kembali.”
Sebelumnya, Green sempat menyatakan bahwa pelukannya dengan Kerr dan Steph Curry setelah kekalahan Warriors di turnamen play-in melawan Phoenix Suns memberikan kesan finalitas atas perjalanan mereka bersama Golden State. “Rasanya seperti itu sudah berakhir,” tuturnya pada 20 April dalam podcast-nya, menegaskan bahwa itu hanyalah pendapat pribadinya.
Kunjungan Steve Kerr di Oracle Park
Perubahan pendapat ini terjadi tak lama setelah Kerr terlihat di Oracle Park saat menyaksikan kekalahan San Francisco Giants 5-1 dari San Diego Padres. Di tengah pembicaraan di acara ‘Inside’, mereka juga membahas komentar Green tentang perannya dalam serangan Warriors.
Dalam podcast minggu lalu, Green menyatakan bahwa Kerr telah “menghambat” kariernya dengan membatasi peran ofensifnya. Namun, ia mengklarifikasi melalui siaran ESPN bahwa pernyataannya tersebut telah diputarbalikkan dan diambil di luar konteks dari pujiannya terhadap Kerr sebagai pelatih dan individu.
Debat dengan Charles Barkley
Dalam diskusi itu, Green juga berseteru dengan Barkley, yang selama ini sering menjadi sasaran kritik penggemar Warriors karena pandangannya bahawa tim yang dipimpin Curry dan Green tidak akan menjadi kontender sejati. Barkley menegaskan, “Semua tim tua pasti akan mengalami akhir. Kalian melepaskan Klay (Thompson), dan kalian berdua berada di ujung karier.”
Green menanggapi bahwa pelukan mereka di Phoenix memiliki makna tersendiri, sebagai pengakuan bahwa jika ini adalah akhir dari perjalanan, mereka telah bersama meraih empat gelar kejuaraan yang luar biasa.
Green pun menjawab komentar Barkley yang menyatakan bahwa tidak ada tim juara ketika pemain sudah berusia 37 atau 38 tahun. “Saya rasa tujuannya adalah untuk tidak terlihat seperti mengenakan seragam Houston Rockets,” balas Green, merujuk pada tahun-tahun terakhir karier Barkley yang memiliki rata-rata 16,5 poin dan 12,2 rebound pada usia 33 hingga 36 tahun.
Konteks dan Dampak
Kondisi ini menjadi perhatian bagi penggemar Warriors, mengingat potensi perubahan besar yang mungkin terjadi di tim. Dengan musim yang telah berlalu dan banyaknya pertanyaan mengenai masa depan, keputusan yang akan diambil oleh Kerr dan Green menjadi sangat krusial bagi langkah selanjutnya tim ini.
(BA/GN)
sumber : www.redbluffdailynews.com
Leave a comment